Pasar Sewa Perkantoran Diprediksi Pulih 2022
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Pasar Sewa Perkantoran Diprediksi Pulih 2022

Senin, 28 September 2020 | 18:02 WIB
Oleh : Imam Muzakir / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Konsultan properti Cushman & Wakefield memprediksi pasar sewa perkantoran bakal pulih sedia kala pada tahun 2022 mendatang. Saat ini, dampak pandemi Covid-19 memukul secara signifikan fundamental perkantoran di dunia dan ditambah adanya tren work-from-home (WFH) atau bekerja di rumah.

"Kami memperkirakan pemulihan sektor perkantoran akan bergerak lambat dan tren WFH yang terjadi. Sehingga diperkirakan kondisi akan mulai membaik di tahun 2022 dan akan pulih total pada 2-3 tahun kemudian,” ungkap Chief Economist dan Global Head of Research Cushman & Wakefield, Kevin Thorpe, dalam siaran persnya, Senin (28/9/2020).

Menurut Kevin, pemulihan pasar sewa perkantoran secara total diperkirakan mengalami sedikit keterlambatan, dikarenakan tren WFH. Lembaga Kajian Global (Global Think Tank) Cushman & Wakefield menyebutkan, perubahan struktural berdampak pada pasar perkantoran global dan efeknya terhadap proses pemulihan.

"Kami mengamati dampak kolektif dari kondisi ini, termasuk hilangnya pekerjaan, kekosongan ruang perkantoran dan harga sewa perkantoran, karakteristik geografis, dan perkembangan work-from-home, untuk menetapkan skenario masa depan yang, dalam kasus dasar kami, memproyeksikan pemulihan total pasar perkantoran global," jelasnya.

Beberapa temuan dari Studi Dampak Perkantoran Global 2020, terfokus pada pemulihan total sektor ekonomi dan ketenagakerjaan yang diantisipasi pada kuartal pertama 2022, permintaan ruang perkantoran tren kekosongan mulai menurun dan harga sewa mulai meningkat.

Pada 2025, kekosongan perkantoran global akan kembali ke tingkat yang sama sebelum krisis, sekitar 11 persen, dengan harga sewa kembali pada level puncak sebelum krisis. Walaupun dampak dari tren WFH akan memperlambat pemulihan pasar perkantoran, pertumbuhan secara umum ruang bekerja masih membutuhkan ruang kantor.

"Termasuk aglomerasi, budaya atau branding, dan produktivitas secara kolektif mengindikasikan bahwa perkantoran akan terus memiliki peran penting pada ekonomi kedepannya," kata Global Head of Forecasting Cushman & Wakefield, Rebecca Rockey.

Menurut Rebecca, di Asia Pasifik dampak dari resesi global saat ini terlihat lebih lunak dan singkat dibandingkan daerah lain di dunia. Pada skenario dasar, kondisi seluruh sektor ekonomi di sebagian besar Asia Pasifik dapat kembali ke level PDB pra-Covid-19 pada kuartal tiga 2021.

"Fundamental penyewaan perkantoran dalam waktu 6-18 bulan ke depan akan menghadapi tantangan dari pandemi berupa melambatnya pembukaan lapangan kerja pada jangka pendek, dan jangka menengah. Terlepas dari tantangan yang ada, permintaan yang diukur dari serapan bersih, diproyeksikan akan tetap positif mulai saat ini hingga 2030,” ujarnya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Selama Pandemi, Pemerintah Agresif Gaet Investor pada Industri Hilir

Meskipun di tengah pandemi Covid-19, Pemerintah Indonesia terus agresif mendatangkan investasi, dengan menggaet investor baru yang bergerak di industri hilir.

EKONOMI | 28 September 2020

Atasi Dampak Pandemi, Pelaku UKM Indonesia Tak Segan Investasi Teknologi

Pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) di Indonesia tidak segan untuk berinvestasi di bidang teknologi selama masa pandemi.

EKONOMI | 28 September 2020

Asing Lanjut Lepas Saham, IHSG Tertekan ke Zona Merah

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia kembali tertekan ke zona merah pada perdagangan Senin (28/9/2020).

EKONOMI | 28 September 2020

LPEI Peroleh Pinjaman US$ 580 Juta dari Dua Lembaga Keuangan

Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) menerima dukungan pembiayaan dengan total nilai mencapai US$ 580 juta dari dua lembaga keuangan internasional.

EKONOMI | 28 September 2020

Korea Selatan Targetkan Pengembangan Industri Seaweed secara Ambisius

Inisiatif Korsel untuk mengembangkan industri rumput laut Korea sebagai industri makanan berbasis ekspor senilai Rp 12,8 triliun akan dilaksanakan oleh K·FISH.

EKONOMI | 28 September 2020

Sektor Ritel di Pusat Perbelanjaan Kehilangan Omzet Rp 200 Triliun

APPBI meminta bantuan kepada pemerintah yang langsung menyasar pusat perbelanjaan, bukan sekadar ke masyarakat untuk mendorong daya beli.

EKONOMI | 28 September 2020

Nilai Transaksi Saham Mirae Asset Capai Rekor Tertinggi

Saat ini market share Mirae dari sisi nilai transaksi investor terhadap total nilai transaksi seluruh investor di Indonesia adalah 7,98 persen.

EKONOMI | 28 September 2020

BKPM: Triwulan II, Investasi Korsel Naik 300% dari Triwulan Sebelumnya

Realisasi investasi asal Korea Selatan pada triwulan II 2020 mencapai 552,6 juta dolar AS atau melonjak sebesar 340 persen dibandingkan triwulan I 2020.

EKONOMI | 28 September 2020

Siang Ini, Rupiah Masih Stabil di Rp 14.850

Kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan siang hari ini, Senin (26/9/2020), terpantau stabil di kisaran Rp 14.850.

EKONOMI | 28 September 2020

Sesi I, IHSG Masih di Bawah Tekanan Jual

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 0,45 persen ke kisaran 4.923,8 pada akhir sesi pertama perdagangan hari ini, Senin (28/9/2020).

EKONOMI | 28 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS