Senin, 7 Agustus 2023

Bisnis di Indonesia Peringkat Ketiga Kesiapan Digital di Asia Tenggara

Penulis: Herman | Editor: FMB
Rabu, 30 September 2020 | 20:09 WIB
Ilustrasi gedung perkantoran.
Ilustrasi gedung perkantoran. (Antara / Aprillio Akbar)

Jakarta, Beritasatu.com - Bisnis di Indonesia menempati peringkat ketiga dalam pemanfaatan digitalisasi di antara negara-negara di Asia Tenggara, dan berada pada peringkat ketujuh di Asia-Pasifik. Hal ini terangkum dalam survei “DBS Digital Treasurer 2020”.

Melalui jajak pendapat yang meneliti sekitar 1.700 corporate treasurers, CEO, CFO, dan pemilik bisnis seasia-Pasifik (APAC), survei ini memperlihatkan bahwa dalam hal kesiapan digital, sekitar 26% perusahaan di Indonesia sudah memiliki strategi yang jelas. Posisi teratas di Asia Tenggara adalah Singapura (45%) dan kedua Thailand (32%).

Di kawasan APAC, bisnis di Indonesia menempati peringkat ketujuh dalam hal kesiapan digital setelah Singapura (45%), Hong Kong (44%), Jepang (41%), Taiwan (39%), Korea Selatan (39%), dan Thailand (32%) secara berturut-turut.

Group Head of Institutional BankingDBS Bank, Tan Su Shan menyampaikan, dampak teknologi terhadap bisnis belum pernah senyata saat ini. Di tengah gejolak akibat pandemi, solusi digital menjadi penyambung hidup bagi sebagian besar bisnis secara global, terlepas dari ukuran atau industrinya.

Advertisement

“Saat memulai 'kenormalan berikutnya', kita harus memetakan arah baru dan siap untuk terus berubah dan beradaptasi dengan keadaan baru. Dengan perubahan besar dalam pola konsumsi, pekerjaan, dan pariwisata akibat Covid-19, yang kemungkinan tidak akan kembali seperti sebelum pandemi, dasawarsa mendatang akan menimbulkan lebih banyak perubahan jika dibandingkan dengan dasawarsa lalu, dan bisnis harus siap untuk terus bermetamorfosis tanpa henti agar dapat bertahan dan berkembang,” kata Tan Su Shan dalam keterangan tertulisnya, Rabu (30/9/2020).

Tan Su Shan menyampaikan, faktor utama yang mendorong kebutuhan untuk berubah mencakup perubahan pola konsumsi pelanggan serta pasar utama mereka, pesaing, dan kompleksitas rantai pasokan yang berkembang.

Meskipun para pelaku bisnis yang mengikuti survei tersebut memahami pentingnya perubahan, di saat yang sama mereka juga berhadapan dengan tantangan dalam penerapan teknologi baru. Ada tiga tantangan utama, yaitu kecepatan perubahan (speed of change) (80%), kerumitan pelaksanaan (execution complexity) (75%), dan kelangkaan bakat digital (lack of digital talent) (64%).



Sumber: BeritaSatu.com

Bagikan

BERITA TERKAIT

Ini Dampak Pemilu terhadap Ekonomi Makro Indonesia

Ini Dampak Pemilu terhadap Ekonomi Makro Indonesia

EKONOMI

BERITA TERKINI

Wisata Taman Rekreasi Pesawat, Nikmati Detik-Detik Pesawat Terbang dan Kuliner Seru

NUSANTARA 12 menit yang lalu
1060853

Hasil Newcastle United vs Villarreal: The Magpies Menang Telak 4-0

SPORT 30 menit yang lalu
1060861

Hasil Arsenal vs Man City: Dramatis, Meriam London Juara Community Shield Lewat Adu Penalti

SPORT 45 menit yang lalu
1060859

Hasil Man Utd vs Athletic Bilbao 1-1: Pellistri Selamatkan Setan Merah dari Kekalahan

SPORT 58 menit yang lalu
1060858

Pertama Kali, RSUD NTB Berhasil Operasi Pemisahan Bayi Kembar Siam

NUSANTARA 1 jam yang lalu
1060851

Bidan Desa di Bogor Ditemukan Tewas, Suami Tergantung

MEGAPOLITAN 1 jam yang lalu
1060852

Emak-Emak Gerebek Tampat Prostitusi di Deli Serdang

NUSANTARA 1 jam yang lalu
1060850

Atasi Kekeringan, Pemprov Jawa Timur Siapkan Penampungan Air di Tiap Kampung

NUSANTARA 1 jam yang lalu
1060849

Warga 2 Desa di Bogor Gunakan Air Sungai yang Tercemar Limbah untuk MCK

MEGAPOLITAN 2 jam yang lalu
1060848

DPRD Minta Pemkab Gresik Antisipasi Dampak El Nino

NUSANTARA 2 jam yang lalu
1060847
Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon

B-FILES


Meregang Nyawa di Pelintasan Sebidang

Opini Text

Identitas Indonesia

Identitas Indonesia

Yanto Bashri
Jokowi Apa Kehendakmu?

Jokowi Apa Kehendakmu?

Guntur Soekarno