Kempupera Telah Salurkan FLPP Rp 9,6 Triliun
INDEX

BISNIS-27 545.471 (-7.6)   |   COMPOSITE 6413.89 (-106.77)   |   DBX 1221.71 (-6.51)   |   I-GRADE 188.988 (-3.35)   |   IDX30 542.994 (-9.18)   |   IDX80 145.925 (-3.17)   |   IDXBUMN20 438.706 (-13.3)   |   IDXESGL 150.111 (-3.04)   |   IDXG30 148.081 (-3.15)   |   IDXHIDIV20 477.43 (-7.88)   |   IDXQ30 153.853 (-2.35)   |   IDXSMC-COM 293.749 (-6.8)   |   IDXSMC-LIQ 373.577 (-15.72)   |   IDXV30 149.364 (-4.83)   |   INFOBANK15 1084.54 (-8.19)   |   Investor33 464.502 (-6.89)   |   ISSI 189.074 (-4.16)   |   JII 668.709 (-17.74)   |   JII70 233.837 (-6.47)   |   KOMPAS100 1296.34 (-25.94)   |   LQ45 1011.21 (-19.63)   |   MBX 1772.39 (-32.57)   |   MNC36 342.942 (-5.12)   |   PEFINDO25 336.865 (-11.6)   |   SMInfra18 332.042 (-9.57)   |   SRI-KEHATI 396.816 (-5.25)   |  

Kempupera Telah Salurkan FLPP Rp 9,6 Triliun

Sabtu, 3 Oktober 2020 | 11:50 WIB
Oleh : Imam Muzakir / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera) menyebutkan bahwa program subsidi rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) melalui skema FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan) tahun sampai awal Oktober sudah mencapai 91,71%.

“Sampai dengan awal Oktober 2020 realisasi penyaluran FLPP telah mencapai Rp9,6 triliun yang didistribusikan untuk 94.006 rumah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), atau telah mencapai 91,71% dari target penyaluran yang ditetapkan di tahun 2020 yaitu sebesar Rp11 Triliun,” ungkap Direktur Utama PPDPP, Arief Sabaruddin, dalam siaran pers, Sabtu (3/10/2020).

Sehingga total penyaluran FLPP dari tahun 2010 hingga 2 Oktober 2020 telah mencapai Rp53,96 triliun untuk 749.608 unit rumah. Untuk terus mengakomodir kebutuhan masyarakat, pemerintah pada tahun 2021 terus melanjutkan program tersebut dengan menetapkan alokasi anggaran FLPP yang disalurkan oleh PPDPP sebesar Rp16,62 triliun yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) murni dan Rp2,5 triliun dari dana bergulir, sehingga total alokasi anggaran Rp19,1 triliun untuk 157.500 unit rumah.

“Pemerintah juga telah menetapkan bantuan pembiayaan perumahan yang disediakan untuk tahun 2021 adalah berupa FLPP dan Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT),” katanya.

Sementara itu, aplikasi Sistem Informasi KPR Subsidi Perumahan (SiKasep) ini akan menjadi platform bagi masyarakat dalam mencari rumah bersubsidi dari pemerintah. Aplikasi yang dibesut oleh PPDPP yang diluncurkan pada akhir tahun 2019 dan telah resmi digunakan sejak awal tahun 2020.

Tercatat dalam database Management Control PPDPP, per tanggal 2 Oktober 2020, jumlah masyarakat yang mendaftar SiKasep telah mencapai 232.992 pengguna, yang diantaranya 96.081 lolos subsidi checking dan 9.331 dalam proses verifikasi oleh bank pelaksana, dan 94.006 masyarakat telah memperoleh bantuan pembiayaan perumahan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan.

Tingginya animo masyarakat dalam menggunakan aplikasi SiKasep tersebut menunjukkan bahwa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di masa pandemi Corona Virus Disease (Covid-19) tidak menghambat pemerintah untuk menunaikan tugasnya dalam menjalankan program penyaluran bantuan pembiayaan perumahan.

Meskipun SiKasep merupakan aplikasi sederhana yang diunduh secara gratis melalui platform Google Play store, rangkaian sistem yang dibangun pemerintah dalam aplikasi tersebut cukup kompleks dan memiliki potensi yang dapat terus dikembangkan dalam menjembatani ketersediaan hunian (supply) terhadap kebutuhan hunian (demand) dari masyarakat.

Rangkaian sistem yang dikatakan Big Data Hunian tersebut telah berkolaborasi dengan berbagai pihak, seperti, Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri dalam melakukan verifikasi kependudukan Balai Sertifikasi Elektronik (BsrE) Badan Siber dan Sandi Negara untuk memastikan keamanan transaksi data dengan pihak perbankan; Bank Pelaksana dan Developer Perumahan selaku mitra kerja pemerintah dalam rangkaian proses bisnis penyaluran dana bantuan pembiayaan perumahan; hingga penerapan Sistem Tol Data Indonesia guna sinergisitas data dengan Badan Layanan Umum Pusat Investasi Pemerintah (PIP) Kementerian Keuangan.

Di tahun 2020 ini, jumlah bank pelaksana yang bekerja sama dengan pemerintah dalam menyalurkan FLPP adalah sebanyak 42 Bank yang terdiri dari Bank Umum Nasional dan Bank Pemerintah Daerah, baik Nasional maupun Konvensional. Melalui Sistem Informasi Kumpulan Pengembang (SiKumbang), pemerintah juga mencatat saat ini per tanggal 2 Oktober 2020, sebanyak 20 asosiasi dan Perumahan Nasional telah mendaftarkan data perumahannya dengan jumlah mencapai 11.692 lokasi terdaftar.

PPDPP sendiri saat ini telah mensinergikan data bantuan pembiayaan perumahan lainnya seperti Subsidi Selisih Bunga (SSB) dan Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT) ke dalam Management Control PPDPP, hal tersebut untuk memastikan bahwa data yang dimiliki oleh pemerintah merupakan data terpadu yang dapat digunakan sebagai acuan dalam menentukan kebijakan pemerintah.

Arief Sabaruddin juga menyampaikan bahwa di penghujung tahun 2020 ini pemerintah akan segera merilis sistem terbarunya, yaitu Sistem Pemantauan Infrastruktur (SiPetruk). Sistem tersebut bertujuan untuk memastikan kualitas rumah yang dibangun oleh para pengembang perumahan yang terdaftar dalam SiKumbang sesuai dengan standar yang ditentukan pemerintah. “Kita tidak hanya sekedar menyalurkan saja, tapi harus memastikan bahwa rumah yang dibangun adalah layak dan terjamin kualitasnya” ujar Arief.



Sumber: BeritaSatu.com

TAG: 


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Selama Sepekan, Rata-rata Volume Transaksi Saham Meningkat 10,85%,

Pasar Modal Indonesia selama periode sepekan dari 28 September sampai 2 Oktober 2020 tetap menunjukan kinerja yang cukup positif, meski mengalami tekanan.

EKONOMI | 3 Oktober 2020

Bursa Eropa Menguat Ditopang Sentimen Stimulus AS

Indeks Stoxx600 naik 0,25 persen, DAX Jerman turun 0,33 persen, FTSE Inggris naik 0,39 persen, CAC Prancis naik 0,02 persen.

EKONOMI | 3 Oktober 2020

Shell Indonesia Raih Penghargaan HR Asia Award 2020

Shell Indonesia dinilai menjadi salah satu perusahaan tempat kerja terbaik untuk mengembangkan karier.

EKONOMI | 2 Oktober 2020

Dow Dibuka Ambles Setelah Presiden Trump Positif Corona

Dow Jones Industrial Average kehilangan 200 poin, atau 0,8 persen setelah sempat ambles 430 poin pada pembukaan.

EKONOMI | 2 Oktober 2020

Trump Positif Covid-19, Ketidakpastian Global Diprediksi Meningkat

Perkembangan situasi politik di AS bisa mempengaruhi perkembangan ekonomi dunia selain masalah Covid-19.

EKONOMI | 2 Oktober 2020

Anak Buah Airlangga Nilai RUU Cipta Kerja Urai Masalah Ketenagakerjaan

RUU Cipta Kerja sebetulnya dirancang menjadi solusi persoalan fundamental yang menghambat transformasi ekonomi nasional.

EKONOMI | 2 Oktober 2020

Bursa Asia Ditutup Berguguran karena Trump Covid-19

Di Australia, S&P/ASX 200 turun 1,39 persen menjadi 5.791,50.

EKONOMI | 2 Oktober 2020

Imbas Trump Positif Covid-19, Harga Minyak Jatuh dan Yen Menguat

Brent turun 2,42 persen menjadi US$ 39,94 per barel.

EKONOMI | 2 Oktober 2020

Aktivitas Dalam Aplikasi Jadi Metode Efektif Tarik Pembeli Milenial

Aktivitas in-app atau dalam aplikasi dapat menjadi metode pemasaran yang inovatif dan efektif, terutama bagi mitra brand yang menyasar konsumen milenial.

EKONOMI | 2 Oktober 2020

Garuda Indonesia Luncurkan Livery Pesawat “Bermasker” Pertama di Indonesia

Maskapai nasional Garuda Indonesia meluncurkan livery khusus yang menampilkan visual masker pada bagian depan (hidung) pesawat Airbus A330-900 Neo.

EKONOMI | 2 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS