Logo BeritaSatu

Menaker Minta Masyarakat Baca Utuh Isi UU Cipta Kerja

Selasa, 6 Oktober 2020 | 16:35 WIB
Oleh : Lona Olavia / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengajak semua masyarakat, khususnya para pekerja dan pengusaha untuk membaca secara utuh isi Undang-Undang Cipta Kerja atau Omnibus Law Cipta Kerja yang sudah disahkan melalui paripurna DPR, Senin (5/10/2020). Hal itu penting untuk menjawab kesalahpahaman yang beredar di publik.

"Saya mengajak masyarakat untuk kembali melihat isi dari semua Undang-Undang Cipta Kerja. Jangan biarkan distorsi informasi itu berjalan. Lihat kembali, pahami dengan baik, baca dengan tenang, saya kira ini kuncinya," ungkapnya dalam Morning Talk: Manfaat UU Cipta Kerja Bagi Pekerja yang disiarkan di BeritaSatu TV, Selasa (6/10/2020).

Pemerintah, kata Ida, akan terus menyampaikan kepada masyarakat seluruh isi undang-undang, sehingga kekhawatiran di publik terbantahkan. Menurutnya, proses pembahasan UU ini cukup panjang hingga 64 kali rapat parlemen dan terbuka secara publik melalui siaran langsung oleh TV parlemen, media digital, dan media sosial termasuk Youtube.

Terkait tidak dilibatkannya pekerja dalam pembahasan di parlemen, menurutnya hal itu sudah sesuai dengan ketentuan di mana dalam undang-undang disebutkan bahwa pembahasan dilakukan oleh DPR dan pemerintah. Meski begitu, pemerintah berada dalam posisi terbuka atas aspirasi para pekerja.

"Proses penyampaian aspirasi disampaikan ketika sebelum pembahasan itu terjadi dan sedang terjadi, tetapi tidak ikut sama-sama membahas karena yang berhak membahas undang-undang itu DPR dan pemerintah. Lalu dimana ruang masyarakat? Itu ketika draf disusun, masyarakat diberikan kesempatan menyampaikannya ke DPR. Yang penting membuka diri untuk mendialogkan dan menyusun bersama aturan teknisnya," jelas Ida.

Sementara menyangkut anggapan bahwa UU Cipta Kerja mempermudah tenaga kerja asing (TKA) masuk ke RI, dia berpendapat hal itu tidak benar. Pasalnya, UU Cipta Kerja memperkuat undang-undang existing Nomor 13 Tahun 2003 dengan mengacu pembatasan penggunaan TKA. Pembatasan meliputi hubungan kerja, kompetensi, jabatan tertentu, dan waktu tertentu. "Jadi, sebenarnya ketentuannya sudah sangat ketat dan tetap kita atur di Undang-Undang Cipta Kerja ini," kata Ida.

Ida juga membantah tudingan bahwa UU Cipta Kerja akan mengeksploitasi alam. Begitupun dengan sanksi yang akan dihilangkan. "Sanksi ke perusahaan yang abai terhadap ketentuan ketenagakerjaan tetap mengacu pada UU Nomor 13/2003, jadi tidak benar bahwa ketentuan sanksi pidana maupun administrasi dihapus dalam Undang-Undang Cipta Kerja," tegas Ida.

Terkait pesangon apabila terjadi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), pemerintah ingin memastikan hak para pekerja dapat diterima dengan baik. Sebab selama ini di UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, kompensasi yang tertulis untuk pekerja tinggi, namun dalam praktiknya jauh berbeda.

Bahkan ada manfaat baru yang diberikan ke pekerja yang mengalami PHK yaitu jaminan kehilangan pekerjaan. Korban PHK dapat menerima pelatihan vokasi dan akses penempatan kembali untuk bekerja. "Karena yang dibutuhkan teman-teman saat mengalami PHK adalah bagaimana dia masih punya bekal untuk mencari pekerjaan baru," pungkas dia.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Subsidi Energi Ditambah, Erick Sebut Tarif Tidak Naik

Erick Thohir menyambut baik dukungan DPR terhadap usulan pemerintah melalui Menteri Keuangan Sri Mulyani terkait penambahan subsidi energi.

EKONOMI | 21 Mei 2022

Sona Dorong Pengusaha dan UMKM Jakarta Tembus Pasar Global

Sona menegaskan, Hipmi Jaya senantiasa mengajak pengusaha dan UMKM Jakarta memanfaatkan kesempatan dan peluang usaha yang ada di pasar global.

EKONOMI | 21 Mei 2022

Mentan Sebut Stok Hewan Ternak untuk Iduladha Aman dari PMK

Mentan Syahrul Yasin Limpo mengatakan stok hewan ternak untuk hari raya Iduladha dipastikan aman dari PMK.

EKONOMI | 21 Mei 2022

Pekan Ini IHSG Naik 321 Poin, Kapitaliasi Tambah Rp 286 T

IHSG sepanjang pekan ini meningkat 321 poin (4,85%) menjadi 6.918,144 dari posisi 6.597,993 pada pekan sebelumnya.

EKONOMI | 21 Mei 2022

Harga Emas Catat Kenaikan Mingguan karena Pelemahan Dolar

Harga emas di pasar spot naik 0,17% menjadi US$ 1.844,82 per ons, sementara harga emas berjangka AS menguat 0,12% menjadi US$ 1.843,5.

EKONOMI | 21 Mei 2022

Harga Minyak Naik karena Pelonggaran Lockdown Tiongkok

Harga minyak naik tipiskarena rencana larangan Uni Eropa terhadap minyak Rusia dan pelonggaran penguncian Covid-19 di Tiongkok.

EKONOMI | 21 Mei 2022

Meski Larangan Ekspor CPO Dicabut, RI Bukan Eksportir Terbesar Lagi

Dengan kembali dibukanya keran ekspor CPO, tidak menjadikan Indonesia dalam waktu dekat sebagai negara pengekspor CPO terbesar lagi.

EKONOMI | 21 Mei 2022

Klaster Baru Green Paradise City Milik Samara Rampung 2022

Samara Land menargetkan klaster terbaru Green Paradise City di Parung Panjang, bisa rampung pada tahun 2022.

EKONOMI | 21 Mei 2022

Wall Street bak Roller Coaster karena Kekhawatiran Resesi

Meningkatnya kekhawatiran resesi mendorong bursa AS Wall Street masuk ke pasar bearish (tertekan) pada Jumat (20/5/2022).

EKONOMI | 21 Mei 2022

Bursa Eropa Ditutup Menguat di Tengah Minggu yang Fluktuatif

Stoxx 600 pan- bursa Eropa bertambah 0,5% dengan saham perjalanan dan liburan menguat 2% memimpin kenaikan.

EKONOMI | 21 Mei 2022


TAG POPULER

# DNA Pro


# CPO


# PDSI


# SEA Games


# Hari Kebangkitan Nasional


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Tahun Ini, Embarkasi Batam Siap Layani 5.371 Jemaah Haji

Tahun Ini, Embarkasi Batam Siap Layani 5.371 Jemaah Haji

NEWS | 9 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings