KKP Fokus Bangun Model Bisnis Korporasi Budidaya dan Tangkap Ikan
INDEX

BISNIS-27 537.873 (-1.54)   |   COMPOSITE 6307.13 (-48.56)   |   DBX 1215.21 (-5.42)   |   I-GRADE 185.638 (-0.44)   |   IDX30 533.814 (-2.1)   |   IDX80 142.76 (-0.73)   |   IDXBUMN20 425.411 (-4.99)   |   IDXESGL 147.067 (-0.47)   |   IDXG30 144.927 (0.21)   |   IDXHIDIV20 469.552 (-2.43)   |   IDXQ30 151.508 (0.19)   |   IDXSMC-COM 286.952 (-2.83)   |   IDXSMC-LIQ 357.858 (-1.26)   |   IDXV30 144.532 (-2.19)   |   INFOBANK15 1076.36 (2.19)   |   Investor33 457.615 (-2.19)   |   ISSI 184.91 (-1.68)   |   JII 650.972 (-4.67)   |   JII70 227.363 (-1.7)   |   KOMPAS100 1270.4 (-8.29)   |   LQ45 991.58 (-3.63)   |   MBX 1739.82 (-14.27)   |   MNC36 337.819 (-1.76)   |   PEFINDO25 325.262 (6.76)   |   SMInfra18 322.474 (-5.58)   |   SRI-KEHATI 391.563 (-2.01)   |  

KKP Fokus Bangun Model Bisnis Korporasi Budidaya dan Tangkap Ikan

Selasa, 6 Oktober 2020 | 17:17 WIB
Oleh : Lenny Tristia Tambun / WBP

Jakarta, Beritasatu.com – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan fokus membangun model bisnis korporasi nelayan baik di sektor budidaya dan tangkap ikan. Demikian disampaikan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo dalam jumpa pers secara virtual seusai ratas bersama Presiden Jokowi, Selasa (6/10/2020).

“Pertama kami di KKP fokus untuk membangun model-model bisnis, baik itu di budidaya maupun di tangkap. Dan juga di pasarnya, kalau pasar kemarin kami di bawah komando yang Bangga Buatan Indonesia, Insyaallah Oktober ini kami akan launching Pasar Laut Indonesia, dengan produk yang akan dijual ada 800-an,” kata Edhy Prabowo.

Untuk membangun model bisnis korporasi nelayan budidaya ikan, Edhy mengungkapkan ada lima tambak yang akan dijadikan percontohan, yakni di Aceh, Lampung, Cianjur, Sukamara dan Jawa. “Kita harapkan ini menjadi salah satu basis pembelajaran nelayan, pembudidaya dan petambak agar bisa langsung turun memiliki satu usaha secara korporasi. Ini hanya butuh pembelajaran. Dan yang terpenting adalah pendampingan,” jelas Edhy Prabowo.

Dari sisi pembiayaan, menurut Edhy, para nelayan bisa mendapatkan modal melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan bunga 6 persen yang total kreditnya mencapai Rp 195 triliun. Penyerapan KUR yang berada di KKP ini baru mencapai Rp 2,6 triliun. “KKP sendiri memiliki model usaha pinjaman dengan Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (LPMUKP) berupa kredit mikro, yang masih ada peluang untuk dikembangkan dengan bunga 3 persen," kata dia.

Selain itu, lanjut Edhy, KKP juga sedang menyiapkan proyek percontohan korporasi nelayan budidaya tambak udang, lobster dan kepiting. Untuk tambak udang yang menjadi proyek percontohan di Aceh, Gorontalo, Kalimantan Tengah, Jawa Barat dan Lampung. “Memang yang kita bangun baru 5 hektare, namun ini jadi percontohan besar. Ini dalam proses pengerjaan. Diharapkan di akhir 2020 ini sudah bisa digunakan dan bisa langsung jadi percontohan,” terang Edhy Prabowo.

Di lima wilayah ini, menurut Edhy, telah menerapkan model korporasi. Artinya, para nelayan sudah berkelompok dalam jumlah besar untuk mendapatkan kemudahaan akses pembiayaan.

Edhy menjelaskan di sektor perikanan tangkap ikan, kapal penangkap ikan di Indonesia paling banyak adalah kapal kecil yang berjumlah 600.000. Di antaranya 300.000 terdiri dari kapal tidak bermesin. Sedangkan sisanya kapal bermesin rata-rata di bawah 1-2 GT. “Nah, kapal-kapal yang ada sekarang kelihatan di permukaan kan paling banyak 7.000-10.000 yang di atas 40 GT. Nah ini kami yang akan fokuskan di bawah 5 GT ini. Kita harap, kita akan naikkan kelas dan sedang kami data,” papar Edhy Prabowo.

Sehingga ke depan para pemilik kapal, bukan hanya pengusaha besar, tetapi nelayan kecil yang termarjinalkan agar usahanya bisa naik kelas.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Komitmen Selesaikan Implementasi Kepmen ESDM, PGN Alirkan Gas ke 5 Pelanggan Sektor Baja

PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) sebagai Subholding Gas PT Pertamina (Persero) yang berkomitmen mendorong daya saing industri melalui utilisasi gas bumi yang

EKONOMI | 6 Oktober 2020

Apersi Berharap UU Cipta Kerja Jadi Solusi MBR Miliki Rumah

Apersi pada prinsipnya mengharapkan UU Cipta Kerja jangan sampai menghambat pekerja mendapatkan rumah.

EKONOMI | 6 Oktober 2020

Menaker Minta Masyarakat Baca Utuh Isi UU Cipta Kerja

Pemerintah akan terus menyampaikan kepada masyarakat seluruh isi undang-undang.

EKONOMI | 6 Oktober 2020

CIAS Dorong Inovasi Karya dan Usaha di Tengah Pandemi

Ada dua agenda utama yang dihadirkan dalam CIAS Innovation Week 2020 ini, yaitu sharing session dan mentoring session.

EKONOMI | 6 Oktober 2020

IHSG Melonjak, Ini Daftar Saham yang Banyak Ditransaksikan

PT Bank Rakyat Indonesia Syariah Tbk (BRIS) dengan frekuensi 20.591 kali.

EKONOMI | 6 Oktober 2020

Survei BI: Perbaikan Keyakinan Konsumen Tertahan di September

keyakinan konsumen menurun di 13 dari 18 kota survei, dengan penurunan terdalam di DKI Jakarta, diikuti Denpasar dan Padang.

EKONOMI | 6 Oktober 2020

Hipmi Jaya Apresiasi Pengesahan UU Cipta Kerja

Kehadiran UU Cipta Kerja diyakini dapat meningkatkan iklim usaha dan investasi di Indonesia, sehingga bisa lebih banyak menciptakan lapangan kerja.

EKONOMI | 6 Oktober 2020

Ditutup Menguat 65 Poin, Rupiah Terbaik di Asia

Rupiah hari ini diperdagangkan dengan kisaran Rp 14.605- Rp 14.735 per dolar AS.

EKONOMI | 6 Oktober 2020

IHSG Ditutup Bertambah 40 Poin Dekati 5.000

Sementara indeks LQ-45 naik 9,0 poin (1,2 persen) ke level 764,1.

EKONOMI | 6 Oktober 2020

Pacu Penyaluran Kredit, Universal BPR Gandeng Bank BJB

Universal BPR tetap berhati-hati dan selektif dalam menyalurkan kredit di tengah pandemi Covid-19.

EKONOMI | 6 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS