Senin, 7 Agustus 2023

Akibat Pandemi, Jumlah Pengusaha Eropa yang Akan Ekspansi di ASEAN Berkurang

Penulis: Lona Olavia | Editor: FMB
Kamis, 8 Oktober 2020 | 16:50 WIB
Ilustrasi gedung perkantoran.
Ilustrasi gedung perkantoran. (Antara / Aprillio Akbar)

Jakarta, Beritasatu.com - EU-ASEAN Business Council, badan utama untuk bisnis-bisnis Eropa di ASEAN, menerbitkan Survei Sentimen Bisnis tahunan edisi keenam. Di mana, hasil survei tahun ini mengonfirmasikan bahwa ASEAN masih dipandang sebagai kawasan peluang ekonomi terbaik. Namun, seperti yang sudah diprediksikan selama krisis Covid-19, prospek peningkatan perdagangan dan investasi menunjukan tanda-tanda melemah.

Chairman EU-ASEAN Business Council Donald Kanak menjelaskan, ada beberapa poin kunci dari hasil survei tahun 2020 ini. Di antaranya, 56% bisnis Uni Eropa mempunyai rencana untuk mengembangkan operasi di kawasan ASEAN. “Angka ini sedikit menurun dari 61% di tahun 2019 lalu,” ujarnya di Jakarta, Kamis (8/10/2020).

Lalu, 74% responden yang berdomisili di Indonesia memiliki rencana ekspansi, 53% responden melihat ASEAN sebagai kawasan dengan kesempatan ekonomi terbaik, di mana tahun 2019 lalu angka tersebut adalah sebesar 63%, dan 47% responden mempertimbangkan kemungkinan penataan kembali rantai pasokan pascapandemi dengan ASEAN, Eropa, dan Tiongkok sebagai wilayah-wilayah destinasi utama. Selain itu, 73% responden berharap para pelaku bisnis dapat mengembangkan tingkat perdagangan dan investasi mereka di ASEAN dalam lima tahun ke depan, menurun dari tahun 2019 lalu yang sebesar 84%.

“Sebanyak 98% responden menginginkan Uni Eropa untuk mempercepat negosiasi perjanjian dagang bebas atau FTA dengan ASEAN, serta negara-negara anggotanya. Angka ini mengalami kenaikan dari 96% di tahun lalu,” tamba Donald.

Advertisement

Lebih lanjut, hampir setengah dari responden mengharapkan adanya penataan ulang rantai pasok setelah pandemi Covid-19. Hal ini tentunya membuat hal-hal yang perlu diselesaikan dalam integrasi ekonomi ASEAN dan kemajuan dalam fasilitas perdagangan menjadi sangat penting demi pemulihan ekonomi ASEAN dari keterpurukan ekonomi. “Para pebisnis Eropa menginginkan Komisi Eropa untuk mempercepat laju negosiasi dan keterlibatan Uni Eropa dengan Asia Tenggara,” tutupnya.



Sumber: BeritaSatu.com

Bagikan

BERITA TERKINI

Nintendo Switch Sulit Kalahkan Penjualan PlayStation 2, Ini Alasannya

OTOTEKNO 23 menit yang lalu
1060863

Penonton Semesta Berpesta Yogyakarta Puas Nikmati Penampilan Kahitna dan Yovie and Nuno

LIFESTYLE 24 menit yang lalu
1060865

Dipinang Sandiaga Uno Masuk Tim Pemenangan Ganjar, Khofifah Tak Mau Buru-buru

BERSATU KAWAL PEMILU 43 menit yang lalu
1060864

Apple Dinilai Lambat Adopsi Teknologi AI, Ini Kata Tim Cook

OTOTEKNO 43 menit yang lalu
1060860

Raffi Ahmad Takut Adiknya Diperlakukan Kasar oleh Jeje Govinda

LIFESTYLE 1 jam yang lalu
1060862

Mahasiswa UI Dibunuh, Ketua Himpunan Sastra Rusia Tak Sangka Stafnya Tewas di Tangan Teman Kontrakannya

MEGAPOLITAN 1 jam yang lalu
1060857

BAF Lions Run 2023, Ajang Lari Amal Galang Donasi Entaskan Kelaparan

SPORT 2 jam yang lalu
1060856

Soal Maju Jadi Cawapres, Khofifah Belum Dapat Lampu Hijau dari PBNU

BERSATU KAWAL PEMILU 3 jam yang lalu
1060855

PMN Dibatalkan, Waskita Kembalikan Uang Negara Rp 3 Triliun

EKONOMI 4 jam yang lalu
1060854

Pengasuh Ponpes Kauman Puji Kepemimpinan Ganjar sebagai Gubernur Jateng

NUSANTARA 4 jam yang lalu
1060840
Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon

B-FILES


Meregang Nyawa di Pelintasan Sebidang

Opini Text

Identitas Indonesia

Identitas Indonesia

Yanto Bashri
Jokowi Apa Kehendakmu?

Jokowi Apa Kehendakmu?

Guntur Soekarno