Dongkrak Produktivitas, Industri Batik dan Kerajinan Perlu Manfaatkan Teknologi Modern
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Dongkrak Produktivitas, Industri Batik dan Kerajinan Perlu Manfaatkan Teknologi Modern

Minggu, 11 Oktober 2020 | 12:22 WIB
Oleh : Herman / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Untuk mendongkrak produktivitas dan kualitas secara lebih efisien, industri batik dan kerajinan terus didorong untuk dapat memanfaatkan teknologi modern. Hal ini sesuai dengan implementasi program prioritas pada peta jalan Making Indonesia 4.0.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kementerian Perindustrian, Doddy Rahadi menyampaikan, dengan proses produksi yang inovatif, efektif dan efisien, menjadikan pelaku industri selalu melakukan kreasi tiada henti, sehingga produktivitasnya akan meningkat dan akhirnya juga daya saingnya turut terdongkrak.

"Perkembangan teknologi yang demikian cepat belakangan ini, terutama adanya revolusi industri 4.0, telah membawa perubahan luar biasa bagi sektor dunia usaha. Teknologi telah menyentuh berbagai bidang dan berhasil mengubah perilaku manusia, termasuk pula dalam menyikapi pembuatan produk seperti pada kerajinan dan batik,” kata Doddy Rahadi dalam keterangan tertulisnya, Minggu (11/10/2020).

Dikatakan Doddy, setiap perkembangan teknologi selalu menjanjikan kemudahan, efisiensi, serta peningkatan produktivitas. Jenis-jenis pekerjaan yang sebelumnya menuntut kemampuan fisik yang cukup besar, kini relatif sudah bisa digantikan oleh perangkat mesin otomatis dan teknologi modern.

“Meski begitu, kehadiran dan peran teknologi tidaklah mungkin menggantikan peranan manusia secara keseluruhan,” tegas Doddy.

Sentuhan teknologi tersebut hendaknya tidak akan membuat suatu nilai budaya yang ada dalam produk kerajinan dan batik tersebut menjadi luntur, hilang, atau tergantikan. “Jika teknologi yang digunakan dapat bersinergi dengan budaya lokal, maka penerapan teknologi tersebut akan memberikan dampak yang sangat positif, tentunya kinerja industri akan meningkat dan budaya lokal tetap terjaga,” imbuhnya.

Oleh karena itu, kearifan memadukan kemajuan teknologi di era industri 4.0 dengan keberlanjutan budaya bangsa diharapkan memberi nilai tambah produk kerajinan dan batik nasional yang basisnya adalah keterampilan keempuan (craftmanship). “Semua ini mempunyai tujuan agar industri kerajinan dan batik yang berbasis budaya lokal akan tetap berjaya di negeri sendiri, tak lekang oleh perubahan zaman,” terang Doddy.

Di sisi yang lain, semua upaya tersebut juga diharapkan tidak mengabaikan isu lingkungan. Dalam hal ini, sektor industri kerajinan dan batik hendaknya menggunakan bahan-bahan ramah lingkungan, seperti bahan-bahan yang berasal dari sumber alam terbarukan.

Kinerja Ekspor
Kepala BPPI optimistis, melalui pemanfaatan teknologi terkini, industri batik dan kerajinan akan mampu memberikan kontribusi signfikan terhadap pemulihan ekonomi nasional karena dampak pandemi Covid-19. “Industri kerajinan dan batik harus mampu juga beradaptasi dengan kebiasaan baru saat ini atau berbagai perubahan karena dampak pandemi,” ujarnya.

Untuk itu, cara berpikir kreatif dan inovatif melalui pemanfaatan teknologi dan optimalisasi sumber daya yang ada, diyakini produktivitas dapat terus bergerak serta berkontribusi positif bagi perekonomian nasional. Apalagi, industri batik merupakan salah satu sektor yang cukup banyak membuka lapangan pekerjaan. Sektor yang didominasi oleh industri kecil dan menengah (IKM) ini tersebar di 101 sentra seluruh wilayah Indonesia.

Produk batik juga cukup berperan dalam perolehan devisa negara melalui capaian nilai ekspor pada tahun 2019 sebesar US$ 17,99 juta. Sementara itu, pada Januari-Juli 2020, nilai pengapalan batik mengalami peningkatan dengan mencapai US$ 21,54 juta. Tujuan utama pasar ekspornya ke Jepang, Amerika Serikat, dan Eropa.

Sedangkan, untuk industri kerajinan, jumlahnya lebih dari 700.000 unit usaha dengan menyerap tenaga sebanyak 1,32 juta orang. Pada tahun 2019, nilai ekspor produk kerajinan nasional menembus hingga US$ 892 juta atau meningkat 2,6% dibandingkan perolehan tahun 2018 sebesar US$ 870 juta.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Sandiaga Uno: Inovasi Budaya Lokal Mampu Ciptakan Lapangan Kerja

Sandi memuji aplikasi marketplace oleh-oleh yang dikembangkan PT Leholeh Rasa Nusantara Jaya.

EKONOMI | 11 Oktober 2020

Layanan LPDB-KUMKM Diharapkan Lebih Cepat dan Friendly

LPDB-KUMKM ditugaskan untuk menggulirkan dana program PEN senilai Rp 1 triliun.

EKONOMI | 10 Oktober 2020

Kejar Target Hand Over, Transpark Cibubur Tutup Atap Tower B

Transpark Cibubur merupakan proyek superblok yang berada di Jakarta Timur dengan luas 4 hektare (ha).

EKONOMI | 10 Oktober 2020

Pertamina Dukung Pelaku UMKM Lewat Kemitraan Bisnis Pertashop

Pertamina membuka peluang kerja sama hingga ke kawasan pedesaan melalui kemitraan bisnis Pertashop.

EKONOMI | 10 Oktober 2020

BKPM Apresiasi Mondelez Bangun Pusat Penelitian Kakao

Mondelez menanamkan investasi US$ 13 juta atau sekitar Rp 192,5 miliar untuk pembangunan Pasuruan Cocoa Technical Center (PCTC) di Pasuruan, Jawa Timur.

EKONOMI | 10 Oktober 2020

Summarecon Bangun Kota Mandiri 500 Hektare di Bogor

Summarecon Bogor ditujukan untuk kalangan first home family.

EKONOMI | 10 Oktober 2020

Program Student Company Dorong Tumbuhnya UMKM Muda

Lingkungan kewirausahaan Indonesia dinilai tengah bergerak ke arah yang kian positif.

EKONOMI | 10 Oktober 2020

SPIL Gandeng Tokopedia untuk Pembayaran Delivery Order

Konsumen memiliki alternatif pembayaran delivery order melalui aplikasi Tokopedia agar lebih cepat dan nyaman.

EKONOMI | 10 Oktober 2020

Anies: Gubernur Tidak Bisa Beri Keterangan Pertemuan dengan Jokowi soal UU Cipta Kerja

Presiden Jokowi atau tim presiden yang akan memberikan keterangan terkait pertemuan dengan para gubernur menyangkut UU Cipta Kerja.

EKONOMI | 10 Oktober 2020

Semua Daerah Harus Cetak Wirausahawan Handal

Daerah maju kalau ada wirausaha yang handal.

EKONOMI | 10 Oktober 2020


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS