Penyaluran BLT Dana Desa Terealisasi Hanya 65%
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Penyesuaian Dana dari Rp 31 triliun Jadi Rp 28 triliun

Penyaluran BLT Dana Desa Terealisasi Hanya 65%

Selasa, 13 Oktober 2020 | 18:18 WIB
Oleh : Siprianus Edi Hardum / EHD

Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Wamendes PDTT) Budi Arie Setiadi mengatakan, Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari dana desa merupakan Jaring Pengaman Sosial. Sifat BLT Dana Desa merupakan produk dari musyawarah desa yang melibatkan masyarakat.

Hal ini dijelaskan Wamendes Budi Arie di Jakarta, Selasa (13/10). Budi Arie menjelaskan, jika BLT Dana Desa itu sebenarnya tidak pernah diberikan target karena penentuan penerima BLT Dana Desa itu berada di tangan masyarakat.

"Contohnya, target awal 12 Juta ternyata ternyata dilakukan musyawarah 74,953 desa ternyata hanya ada 7,9 juta Keluarga Penerima Manfaat atau sekitar 65% dari target perkiraan awal. Olehnya terjadi penyesuaian dari Rp 31 triliun menjadi Rp 28 triliun," kata Budi Arie.

Soal target masyarakat penerima BLT, dijelaskan Budi Arie, disesuaikan kondisi masyarakat desa, pasalnya masyarakat itulah yang identifikasi langsung pihak yang layak menerima BLT.

Penentuan Keluarga Penerima Manfaat ini ditentukan oleh Musyawarah Desa Khusus dan ditegaskan jika BLT ini mencover masyarakat desa yang belum menerima Jaring Pengaman Sosial lain seperti Program Keluarga Harapan atau Bantuan Sosial.

Budi Arie mengatakan, penentuan penyaluran BLT Dana Desa setiap desa itu berbeda. Bahkan, dalam catatan Budi Arie, ada beberapa desa yang justru tidak menyalurkan BLT Dana Desa karena tidak ada masyarakatnya yang diidentifikasi sebagai Penerima Manfaat.

"Hal ini tidak bisa kita paksa karena prinsip BLT Dana Desa itu Bottom Up. Identifikasi oleh masyarakat desa sendiri dan penentuannya sangat demokratis lewat Musyawarah Desa Khusus," tegas Ketua Umum DPP Projo ini.

Budi Arie menjelaskan, Dana Desa itu hanya tahun 2020 itu sebesar Rp 71,9 triliun yang ditransfer langsung ke rekening Kas Desa. Dan saat Pandemi Covid-19 sesuai arahan Presiden Joko Widodo agar digunakan BLT untuk menjadi penguat Jaring Pengaman Sosial. Kebijakan pelaksanaan itu sudah dituangkan dalam sejumlah regulasi seperti Peraturan Menteri Desa.

Ditanyakan soal besaran BLT yang disalurkan ke Keluarga Penerima Manfaat, Budi Arie menegaskan jika sesuai Permendes dan Instruksi Mendes itu Rp 600.000 per keluarga selama tiga bulan. Yang berbeda, kata Budi Arie, itu jumlah penerima BLT itu sesuai dengan kondisi dan dinamika yang terjadi di desa tersebut.

"Kami sudah identifikasi, ada 84% KPM itu petani, 4% nelayan, satu persen buruh pabrik dan 5% pedagang. Yang lebih spesifik adalah dari 7,9 juta penerima manfaat itu sebanyak 2,5 juta adalah Perempuan Kepala Keluarga atau PEKKA," kata Budi Arie.

Soal pengawasan penyaluran BLT Dana Desa, sesuai dengan Permendesa Nomor 6 Tahun 2020. Prosedurnya dimulai pendataan dilakukan oleh Relawan Covid-19 di level RT kemudian dibawa ke Musyawarah Desa Khusus untuk menentukan Keluarga Penerima Manfaat yang kemudian disahkan oleh Kepala Daerah, kemudian disalurkan.

Soal adanya pengaduan atau laporan masyarakat terkait penyalurannya, Kemdes PDTT terjun langsung untuk mengecek fakta di lapangan dan pendataan ulang. Jika ada kesalahan, maka dilakukan investigasi jika BLT ini diberikan kepada yang tidak berhak.

"Kasus ini terjadi di beberapa desa tapi itu sudah dilakukan penyelesaian, termasuk bekerja sama dengan aparat penegak hukum jika terjadi pelanggaran atau moral hazard," tegas Budi Arie.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Ini Saham-saham yang Paling Banyak Diborong dan Dijual Asing

PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) mencatat beli bersih investor asing sebesar Rp 31,7 miliar. Saham TOWR datar di Rp 1.030.

EKONOMI | 13 Oktober 2020

Kemhub Siapkan Antisipasi Bencana Hidrometeorologi

Menurut Menhub, sektor transportasi udara dan laut mendapat perhatian khusus.

EKONOMI | 13 Oktober 2020

Vaksin Covid-19 Tersedia, Ekonomi Tidak Bisa Langsung Pulih

Chatib Basri menilai, vaksinasi Covid-19 membutuhkan waktu yang lama.

EKONOMI | 13 Oktober 2020

Kurs Rupiah Stagnan di Rp 14.680

Kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan sore hari ini, Selasa (13/10/2020), terpantau stagnan di kisaran Rp 14.680.

EKONOMI | 13 Oktober 2020

BI Kembali Pertahankan Suku Bunga 4%

Keputusan ini diambil dengan mempertimbangkan perlunya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, di tengah inflasi yang diperkirakan rendah.

EKONOMI | 13 Oktober 2020

Sambut Musim Laporan Keuangan, Bursa Eropa Dibuka Melemah

Indeks Stoxx600 Eropa turun 0,28 persen, DAX Jerman turun 0,4 persen, FTSE Inggris turun 0,39 persen, CAC Prancis turun 0,43 persen.

EKONOMI | 13 Oktober 2020

IHSG Ditutup Menguat ke 5.132,6

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,78 persen ke kisaran 5.132,6 pada akhir perdagangan hari ini, Selasa (13/10/2020).

EKONOMI | 13 Oktober 2020

Bursa Asia Menguat, Hong Kong Ditutup karena Topan Nangka

Indeks Nikkei 225 Tokyo naik 0,18 persen, indeks komposit Shanghai naik 0,04 persen, S&P/ASX 200 naik 1,04 persen, Kospi Korea Selatan turun 0,02 persen.

EKONOMI | 13 Oktober 2020

Antisipasi La Nina, Pemerintah Siapkan Asuransi Bencana untuk Petani dan Petambak

Pemerintah sedang menyusun anggaran untuk asuransi bencana alam yang dapat membantu sektor pertanian dan perikanan.

EKONOMI | 13 Oktober 2020

Covid-19 Masih Jadi Risiko Terbesar Realisasi APBN 2021

Kasus positif Covid-19 masih terus meningkat pada level global dan juga di Indonesia. Sementara vaksin Covid-19 masih terus dikembangkan.

EKONOMI | 13 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS