Menkop dan UKM: UU Cipta Kerja Perkuat Posisi KUMKM dalam Rantai Pasok
INDEX

BISNIS-27 548.602 (-3.13)   |   COMPOSITE 6429.76 (-15.87)   |   DBX 1210.46 (11.26)   |   I-GRADE 190.638 (-1.65)   |   IDX30 545.485 (-2.49)   |   IDX80 146.318 (-0.39)   |   IDXBUMN20 442.834 (-4.13)   |   IDXESGL 150.48 (-0.37)   |   IDXG30 147.901 (0.18)   |   IDXHIDIV20 478.779 (-1.35)   |   IDXQ30 155.036 (-1.18)   |   IDXSMC-COM 294.681 (-0.93)   |   IDXSMC-LIQ 376.202 (-2.63)   |   IDXV30 149.629 (-0.27)   |   INFOBANK15 1097.88 (-13.34)   |   Investor33 466.613 (-2.11)   |   ISSI 189.631 (-0.56)   |   JII 670.82 (-2.11)   |   JII70 234.975 (-1.14)   |   KOMPAS100 1301.99 (-5.65)   |   LQ45 1014.85 (-3.65)   |   MBX 1779.94 (-7.55)   |   MNC36 344.694 (-1.75)   |   PEFINDO25 341.155 (-4.29)   |   SMInfra18 331.858 (0.18)   |   SRI-KEHATI 398.709 (-1.89)   |  

Menkop dan UKM: UU Cipta Kerja Perkuat Posisi KUMKM dalam Rantai Pasok

Rabu, 14 Oktober 2020 | 22:01 WIB
Oleh : Siprianus Edi Hardum / EHD

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan bahwa UU Cipta Kerja bakal mampu memperkuat posisi KUMKM dalam rantai pasok.

"Diperlukan aturan yang dapat memberikan aspek perlindungan UMKM dari praktik-praktik kemitraan yang bersifat predatory dan meminimalisasi risiko usaha”, ungkap Teten, pada acara Conference Call Mandiri Sekuritas dan Investor Pasar Modal UU Cipta Kerja Kluster KUMKM, secara online, Rabu (14/10/2020).

UU Ciptaker juga memberikan penguatan dan proteksi terhadap persaingan dengan usaha besar, meningkatkan kompetensi dan level usaha UMKM, dengan memberikan fasilitasi kepada para UMKM untuk masuk dalam rantai pasok industri.

Selain itu, lanjut Teten, masih ada poin-poin penting lainnya dalam UU Cipta Kerja yang mempermudah pengembangan KUMKM di Indonesia.

"Yang jelas, UU Cipta Kerja menjawab masalah utama bagi Koperasi dan UMKM selama ini, meliputi akses perizinan, akses rantai pasok, akses pengembangan usaha, akses pembiayaan, sampai dengan akses pasar,” papar Teten.

Teten menambahkan, UU Cipta Kerja akan meningkatkan kemampuan UMKM dalam penyerapan tenaga kerja dan tumbuhnya rasio kewirausahaan (start-up lokal) dengan kemudahan perizinan usaha serta penyelenggaraan inkubasi bisnis.

Bahkan, lanjut Teten, UU Cipta Kerja juga mendukung percepatan digitalisasi UMKM dengan memberikan kemudahan melalui pelatihan dan pendampingan pemanfaatan sistem/aplikasi di setiap lini bisnis proses UMKM dan inkubasi bisnis, untuk menciptakan UMKM berbasis inovasi dan teknologi.

Lebih dari itu, menurut Teten, UU itu juga memberikan pembiayaan mudah dan murah bagi usaha mikro dan kecil (UMK).
"Dalam UU Cipta Kerja terdapat kemudahan pembiayaaan bagi UMK, tidak hanya berupa aset. Saat ini, kegiatan usaha juga dapat dijadikan kredit program,” kata Teten.

Kemudahan pembiayaan akan berdampak pada UMK, yang dapat menjadi lebih bankable, lebih membuka akses terhadap KUR, meningkatkan omset, serta skala usaha/produksi.

Di samping itu, UU Cipta Kerja juga memberikan prioritas pasar produk UMKM. Dengan adanya UU Cipta Kerja, prioritas pasar diberikan kepada produk UMKM, berupa kesempatan berpartisipasi dalam ruang publik, serta prioritas produk UMKM dan Koperasi dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah, dengan alokasi paling sedikit hingga 40%.

Yang tak kalah penting, lanjut MenkopUKM, UU Cipta Kerja menjadikan koperasi sebagai lembaga ekonomi pilihan masyarakat. Karena rendahnya rasio partisipasi penduduk berkoperasi di Indonesia (8,41%), masih di bawah rata-rata dunia yang mencapai 16,31% (PBB 2014).

Begitu juga kontribusi koperasi terhadap perekonomian nasional, yang hanya sebesar 0,97% dibandingkan dengan rata-rata dunia 4,30%.

Dengan UU Cipta Kerja, ungkap Teten, partisipasi berkoperasi dan kontribusi koperasi terhadap perekonomian dapat meningkat, melalui penyederhanaan syarat pembentukan koperasi, kemudahan pengelolaan koperasi, dan penguatan keberadaan koperasi syariah.

“Sehingga koperasi akan menjadi lebih efektif dalam pelayanan anggota, serta lebih cepat dalam pengambilan keputusan,” pungkas Teten.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Wall Street Dibuka Menguat, Investor Pantau Laporan Keuangan

Dow Jones Industrial Average naik 0,36 persen, S&P 500 naik 0,4 persen, Nasdaq naik 0,46 persen.

EKONOMI | 14 Oktober 2020

2 Investor Asing Tertarik Investasi US$ 20 M di Baterai Kendaraan Listrik

Sebagai produsen dan eksportir nikel terbesar dunia yang menguasai 27% kebutuhan pasar global, Indonesia menarik perhatian investor asing.

EKONOMI | 14 Oktober 2020

Pakar: Cermati Kehadiran Maskapai Penerbangan Baru

Maskapai penerbangan baru harus memenuhi syarat berbadan hukum sebagaimana diatur dalam UU Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan.

EKONOMI | 14 Oktober 2020

BKPM Fasilitasi Kerja Sama PT Pos Logistik Indonesia dengan Investor Thailand

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) memfasilitasi kerja sama PT Pos Logistik Indonesia dengan enam perusahaan afiliasi investor Thailand.

EKONOMI | 14 Oktober 2020

Kuartal III, Volume Penumpang AP II Melonjak 247%

AP II mencatat jumlah penumpang pesawat di 19 bandara kelolaan mencapai 5,42 juta orang sepanjang kuartal III-2020.

EKONOMI | 14 Oktober 2020

Pembangunan LRT Jabodebek Capai 77%

Lintas Cawang-Cibubur mencapai 91 persen, lintas Cawang-Kuningan-Dukuh Atas 93 persen, lintas Cawang-Bekasi Timur 87 persen, depo LRT 24 persen.

EKONOMI | 14 Oktober 2020

BNI Syariah Dukung Hadirnya Bank Syariah Berskala Global

PT Bank BNI Syariah mendukung merger tiga bank syariah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang akan menghadirkan banks syariah berskala global.

EKONOMI | 14 Oktober 2020

Rupiah Stagnan di Rp 14.680 Per Dolar

Kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan sore hari ini, Rabu (14/10/2020), terpantau stagnan di kisaran Rp 14.680.

EKONOMI | 14 Oktober 2020

Investor Asing Borong Saham BNI, BRI dan BCA

PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) mencatat beli bersih investor asing sebesar Rp 127,3 miliar. Saham BBNI naik 3,99 persen ke Rp 4.950.

EKONOMI | 14 Oktober 2020

Dimerger, Mandiri Syariah Siap Bersinergi

PT Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) menyatakan kesiapan untuk bersinergi dengan PT Bank BNI Syariah dan PT BRISyarian Tbk.

EKONOMI | 14 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS