Ini Strategi Pemerintah Tingkatkan Rasio Wirausaha yang Masih Rendah
INDEX

BISNIS-27 537.873 (-1.54)   |   COMPOSITE 6307.13 (-48.56)   |   DBX 1215.21 (-5.42)   |   I-GRADE 185.638 (-0.44)   |   IDX30 533.814 (-2.1)   |   IDX80 142.76 (-0.73)   |   IDXBUMN20 425.411 (-4.99)   |   IDXESGL 147.067 (-0.47)   |   IDXG30 144.927 (0.21)   |   IDXHIDIV20 469.552 (-2.43)   |   IDXQ30 151.508 (0.19)   |   IDXSMC-COM 286.952 (-2.83)   |   IDXSMC-LIQ 357.858 (-1.26)   |   IDXV30 144.532 (-2.19)   |   INFOBANK15 1076.36 (2.19)   |   Investor33 457.615 (-2.19)   |   ISSI 184.91 (-1.68)   |   JII 650.972 (-4.67)   |   JII70 227.363 (-1.7)   |   KOMPAS100 1270.4 (-8.29)   |   LQ45 991.58 (-3.63)   |   MBX 1739.82 (-14.27)   |   MNC36 337.819 (-1.76)   |   PEFINDO25 325.262 (6.76)   |   SMInfra18 322.474 (-5.58)   |   SRI-KEHATI 391.563 (-2.01)   |  

Ini Strategi Pemerintah Tingkatkan Rasio Wirausaha yang Masih Rendah

Rabu, 21 Oktober 2020 | 15:42 WIB
Oleh : Herman / WBP

Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM), Teten Masduki mengungkapkan, saat ini rasio wirausaha nasional baru sekitar 3,47% dari total penduduk Indonesia. Angka tersebut masih lebih rendah dibandingkan dengan beberapa negara tetangga di kawasan ASEAN, seperti Malaysia 4,74%, Thailand 4,26%, dan Singapura 8,76%.

“Persentase penduduk kita yang berwirausaha masih rendah, meskipun jumlah pelaku UMKM kita terbanyak di ASEAN. Ini karena mungkin yang lebih besar di kita adalah sektor mikro, sektor informal, dan juga ekonomi subsisten,” kata Teten Masduki dalam acara Festival Virtual Kewirausahaan Astra, Rabu (21/10/2020).

Karenanya, fokus pemerintah saat ini adalah menyiapkan UMKM dengan dukungan sumber daya manusia (SDM) yang unggul, serta ekosistem yang memungkinkan UMKM bisa lebih berkembang. Antara lain memberikan kemudahan akses kepada pembiayaan, akses ke pasar, akses pengembangan teknologi produksi, akses pengembangan kewirausahaan, dan juga didukung oleh rantai pasok yang memadai.

“Ini semua yang sekarang kita address melalui Undang-Undang Cipta Kerja. Melalui undang-undang ini, kita harapkan UMKM kita mengalami transformasi dari informal ke formal, dari usaha kecil perorangan menjadi per koperasi dalam skala ekonomi, dan juga bertransformasi dari offline ke digital,” kata Teten.

Mendorong UMKM go online saat ini juga menjadi fokus pemerintah. Apalagi di masa pandemi Covid-19 ini, terbukti bahwa UMKM yang memanfaatkan platform digital untuk berjualan bisa lebih kuat bertahan. Jumlah masyarakat yang belanja online juga terus meningkat.

Berdasarkan dara McKinsey, penjualan di marketplace online pada kuartal II-2020 mengalami peningkatan 26% dibandingkan kuartal II-2019, dengan rata-rata 3 juta transaksi per hari. “Digitalisasi menjadi sangat penting bagi UMKM. Dengan terhubung ke ekosistem digital, UMKM bisa menjangkau pasar yang lebih luas. Dari informasi yang disampaikan teman-teman marketplace online, saat ini 97% wilayah Indonesia juga sudah bisa dijangkau oleh perdagangan digital,” kata Teten.

Melalui berbagai program yang dijalankan, saat ini jumlah UMKM yang sudah memanfaatkan platform digital telah meningkat jadi 10,25 juta pelaku usaha. Namun menurut Teten, angka ini masih relatif rendah atau baru 16% dari total pelaku UMKM di Indonesia yang mencapai sekitar 64 juta.

Rantai Pasok Global
Dalam pengembangan UMKM dan juga perusahaan rintisan (startup), Teten menyampaikan pendekatannya berbasis pada kawasan, komunitas, dan juga berbasis supply chain. “Dari pengalaman Jepang, Korea dan Tiongkok, kenapa ekspor mereka sangat besar? Sebab di sana UMKM-nya diarahkan untuk jadi supplier, menjadi bagian dari rantai pasok global. Ini yang saya kira harus kita lakukan juga, supaya permintaan terhadap produk UMKM kita semakin meningkat,” kata Teten.

Selama masa pandemi Covid-19 ini, berbagai dukungan juga diberikan Pemerintah untuk UMKM, mulai dari restrukturisasi kredit, hingga bantuan permodalan. Presiden juga sudah memerintahkan agar belanja pemerintah, lembaga BUMN dan juga daerah memprioritaskan produk-produk UMKM. Kerja sama telah dilakukan dengan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) agar ada laman khusus e-katalog produk UMKM. “Dalam Undang-Undang Cipra Kerja, sekarang ditetapkan 40% belanja kementerian dan lembaga dialokasikan untuk UMKM. Ini cukup besar nilainya, bisa sampai antara Rp 350 triliun sampai Rp 400 triliun per tahun lewat LKPP,” kata Teten.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Amar Bank Pertahankan Budaya Kerja Ala Startup

Budaya kerja di Amar Bank merupakan gabungan startup dan perusahaan atau organisasi besar.

EKONOMI | 21 Oktober 2020

Anwa Residence Jadi Pilihan Investasi Kalangan Selebritas

Kalangan selebritas seperti Raffi Ahmad dan Rizky Billar membeli unit di Anwa Residence sebagai instrumen investasi.

EKONOMI | 21 Oktober 2020

Efisiensi Proyek Pipa Minyak Blok Rokan Jadi Standar Baru Proyek Infrastruktur PGN

PGN Grup berkomitmen mengupayakan dukungan terbaik untuk Holding Migas PT Pertamina agar proses transisi pengelolaan Blok Rokan berjalan lancar dan dapat

EKONOMI | 21 Oktober 2020

UU Cipta Kerja, Upaya Pemerintah Datangkan Investor Padat Karya

sinkronisasi aturan diperlukan dalam upaya mempermudah investasi di Indonesia. Sebab, dia menilai masih banyak aturan yang overlapping (tumpang tindih).

EKONOMI | 21 Oktober 2020

Ini Bocoran Susunan Direksi Bank Mandiri yang Baru

Darmawan Junaidi diangkat menjadi direktur utama menggantikan Royke Tumilaar. Jabatan wakil direktur utama akan dipegang Alexandra Askandar.

EKONOMI | 21 Oktober 2020

Len Industri Bangun Jaringan Jalur Kereta Api Pertama Trans Sulawesi

Jalur kereta api Mandalle-Palanro dan Mandai-Mandalle merupakan bagian dari Lintas Makassar-Parepare dengan panjang lintasan kurang lebih 145 km.

EKONOMI | 21 Oktober 2020

Jepang Bersedia Beri Pinjaman Baru Rp 6,9 Triliun untuk Indonesia

Indonesia telah menghentikan ekspor barang medis karena kebutuhan pandemi, namun bersedia membuka lagi ekspor baju pelindung untuk tenaga medis Jepang.

EKONOMI | 21 Oktober 2020

Siang Ini, Kurs Rupiah Menguat ke Rp 14.625

Berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia (BI), hari ini berada di posisi Rp 14.658 per dolar AS atau menguat 71 poin dari posisi Rp 14.729.

EKONOMI | 21 Oktober 2020

Bank Danamon Raih Penghargaan Asia Trailblazer Award

Bank Danamon meraih penghargaan Asia Trailblazer Award untuk kategori “Best Digital Banking Initiative”.

EKONOMI | 21 Oktober 2020

Sesi I, IHSG Terkoreksi Tipis

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 0,06% ke kisaran 5.096,8 pada akhir sesi pertama perdagangan hari ini, Rabu (21/10/2020).

EKONOMI | 21 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS