Ini Strategi Pemerintah Tingkatkan Rasio Wirausaha yang Masih Rendah
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Ini Strategi Pemerintah Tingkatkan Rasio Wirausaha yang Masih Rendah

Rabu, 21 Oktober 2020 | 15:42 WIB
Oleh : Herman / WBP

Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM), Teten Masduki mengungkapkan, saat ini rasio wirausaha nasional baru sekitar 3,47% dari total penduduk Indonesia. Angka tersebut masih lebih rendah dibandingkan dengan beberapa negara tetangga di kawasan ASEAN, seperti Malaysia 4,74%, Thailand 4,26%, dan Singapura 8,76%.

“Persentase penduduk kita yang berwirausaha masih rendah, meskipun jumlah pelaku UMKM kita terbanyak di ASEAN. Ini karena mungkin yang lebih besar di kita adalah sektor mikro, sektor informal, dan juga ekonomi subsisten,” kata Teten Masduki dalam acara Festival Virtual Kewirausahaan Astra, Rabu (21/10/2020).

Karenanya, fokus pemerintah saat ini adalah menyiapkan UMKM dengan dukungan sumber daya manusia (SDM) yang unggul, serta ekosistem yang memungkinkan UMKM bisa lebih berkembang. Antara lain memberikan kemudahan akses kepada pembiayaan, akses ke pasar, akses pengembangan teknologi produksi, akses pengembangan kewirausahaan, dan juga didukung oleh rantai pasok yang memadai.

“Ini semua yang sekarang kita address melalui Undang-Undang Cipta Kerja. Melalui undang-undang ini, kita harapkan UMKM kita mengalami transformasi dari informal ke formal, dari usaha kecil perorangan menjadi per koperasi dalam skala ekonomi, dan juga bertransformasi dari offline ke digital,” kata Teten.

Mendorong UMKM go online saat ini juga menjadi fokus pemerintah. Apalagi di masa pandemi Covid-19 ini, terbukti bahwa UMKM yang memanfaatkan platform digital untuk berjualan bisa lebih kuat bertahan. Jumlah masyarakat yang belanja online juga terus meningkat.

Berdasarkan dara McKinsey, penjualan di marketplace online pada kuartal II-2020 mengalami peningkatan 26% dibandingkan kuartal II-2019, dengan rata-rata 3 juta transaksi per hari. “Digitalisasi menjadi sangat penting bagi UMKM. Dengan terhubung ke ekosistem digital, UMKM bisa menjangkau pasar yang lebih luas. Dari informasi yang disampaikan teman-teman marketplace online, saat ini 97% wilayah Indonesia juga sudah bisa dijangkau oleh perdagangan digital,” kata Teten.

Melalui berbagai program yang dijalankan, saat ini jumlah UMKM yang sudah memanfaatkan platform digital telah meningkat jadi 10,25 juta pelaku usaha. Namun menurut Teten, angka ini masih relatif rendah atau baru 16% dari total pelaku UMKM di Indonesia yang mencapai sekitar 64 juta.

Rantai Pasok Global
Dalam pengembangan UMKM dan juga perusahaan rintisan (startup), Teten menyampaikan pendekatannya berbasis pada kawasan, komunitas, dan juga berbasis supply chain. “Dari pengalaman Jepang, Korea dan Tiongkok, kenapa ekspor mereka sangat besar? Sebab di sana UMKM-nya diarahkan untuk jadi supplier, menjadi bagian dari rantai pasok global. Ini yang saya kira harus kita lakukan juga, supaya permintaan terhadap produk UMKM kita semakin meningkat,” kata Teten.

Selama masa pandemi Covid-19 ini, berbagai dukungan juga diberikan Pemerintah untuk UMKM, mulai dari restrukturisasi kredit, hingga bantuan permodalan. Presiden juga sudah memerintahkan agar belanja pemerintah, lembaga BUMN dan juga daerah memprioritaskan produk-produk UMKM. Kerja sama telah dilakukan dengan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) agar ada laman khusus e-katalog produk UMKM. “Dalam Undang-Undang Cipra Kerja, sekarang ditetapkan 40% belanja kementerian dan lembaga dialokasikan untuk UMKM. Ini cukup besar nilainya, bisa sampai antara Rp 350 triliun sampai Rp 400 triliun per tahun lewat LKPP,” kata Teten.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA LAINNYA

Ini Update Obligor BLBI yang Sudah Dipanggil Satgas

Pemanggilan Grup Bakrie pada Jumat diwakilkan utusannya.

EKONOMI | 19 September 2021

BabyBali Token Padukan Investasi Kripto dengan Pariwisata

Start up BabyBali Token dengan memadukan investasi cryptocurrency atau aset kripto dan sektor pariwisata sebagai underlying.

EKONOMI | 19 September 2021

Acset Indonusa Raih Kontrak Baru Rp 300 Miliar

PT Acset Indonusa Tbk (ACST), emiten konstruksi membukukan kontrak baru Rp 300 miliar hingga September 2021.

EKONOMI | 19 September 2021

Inovasi Bank Jatim Raih Dua Penghargaan IHC Award 2021

Bank Jatim terus mengoptimalkan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi digital untuk menunjang kinerja.

EKONOMI | 18 September 2021

Trakindo Rilis Ekskavator Cat 323 GC Kelas 23 Ton

PT Trakindo Utama (Trakindo), perusahaan penyedia solusi alat berat Cat di Indonesia merilis ekskavator hidrolik terbaru di kelas 23 ton, yaitu Cat 323 GC.

EKONOMI | 18 September 2021

Badai Emas Pegadaian Bagi-bagi Hadiah Rp 3 Miliar untuk Nasabah

Terdapat 5,6 juta nasabah Pegadaian yang mendapatkan kesempatan mengikuti undian Badai Emas pada periode ini.

EKONOMI | 18 September 2021

PPDPP: Validasi NIK Penerima FLPP Capai 96,65%

PPDPP melakukan berbagai persiapan pengalihan dana FLPP ke BP Tapera. Salah satunya, validasi NIK penerima FLPP.

EKONOMI | 18 September 2021

Rumah Subsidi di Manokwari Dapat Bantuan PSU Rp 311,2 Juta

Kempupera meminta pengembang rumah subsidi proaktif mengusulkan bantuan PSU melalui aplikasi sistem informasi bantuan perumahan (Sibaru).

EKONOMI | 18 September 2021

5 Langkah Ciptakan Ruang Multifungsi di Rumah

Pandemi covid-19 yang masih berlangsung sampai saat ini, mendorong sebagian orang menghabiskan uang untuk mendesain ulang interior rumahnya.

EKONOMI | 18 September 2021

OJK: DigiKu Ciptakan Kesempatan yang Sama Antara Bank dan Fintech

"Kita menyambut baik DigiKu ini, diharapkan bank Himbara akan menjadi contoh produk fintech lainnya,” kata Wimboh.

EKONOMI | 18 September 2021


TAG POPULER

# Napoleon Bonaparte


# Ali Kalora


# Ancaman Keamanan Bangsa


# Inter Milan


# Persib



TERKINI
Rachmat Gobel Minta Pemasok Barang Kecil dan Menengah Dilindungi Pemerintah

Rachmat Gobel Minta Pemasok Barang Kecil dan Menengah Dilindungi Pemerintah

EKONOMI | 13 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings