Pengembang Masih Luncurkan Produk Baru di Masa Pandemi
INDEX

BISNIS-27 541.037 (-2.19)   |   COMPOSITE 6389.83 (-67.98)   |   DBX 1207.48 (-6.95)   |   I-GRADE 186.044 (-1.8)   |   IDX30 536.499 (-4.06)   |   IDX80 144.214 (-1.63)   |   IDXBUMN20 435.358 (-10.84)   |   IDXESGL 149.259 (-0.62)   |   IDXG30 145.988 (-1.78)   |   IDXHIDIV20 471.745 (-3.45)   |   IDXQ30 152.642 (-1.01)   |   IDXSMC-COM 293.915 (-4.87)   |   IDXSMC-LIQ 367.505 (-7.32)   |   IDXV30 148.997 (-3.22)   |   INFOBANK15 1075.9 (-4.86)   |   Investor33 460.647 (-2.84)   |   ISSI 189.211 (-2.58)   |   JII 668.85 (-10.91)   |   JII70 234.095 (-3.95)   |   KOMPAS100 1287.09 (-14.11)   |   LQ45 998.257 (-9.21)   |   MBX 1767.88 (-20.12)   |   MNC36 340.661 (-2.42)   |   PEFINDO25 338.558 (0.19)   |   SMInfra18 329.085 (-4.86)   |   SRI-KEHATI 393.501 (-2.17)   |  

Pengembang Masih Luncurkan Produk Baru di Masa Pandemi

Rabu, 21 Oktober 2020 | 16:35 WIB
Oleh : Lona Olavia / JAI

Jakarta, Beritasatu.com - Hunian sebagai kebutuhan dasar individu menjadi hal yang tidak bisa dielakkan meski di tengah pandemi saat ini. Untuk itu, meski di masa pandemi Covid-19, pandempara pengembang masih mengeluarkan produk-produknya.

Presiden Direktur Paramount Land, Ervan Adi Nugroho, mengatakan pasar properti baik hunian maupun komersial hingga saat ini masih menjadi salah satu sektor yang dinilai mampu bertahan serta mendukung pertumbuhan ekonomi.

Properti pun menjadi pilihan paling aman untuk berinvestasi karena dampak sentimen pandemi tidak setajam sektor-sektor ekonomi lainnya.

Bahkan, dia menilai saat inilah momen yang tepat untuk berinvestasi di sektor properti yang bersifat long-term dan selalu mengalami peningkatan setiap tahunnya.

"Hal ini juga seiring dengan dukungan Pemerintah yang akan terus memberikan kemudahan regulasi, seperti diturunkannya suku bunga acuan oleh Bank Indonesia (BI) yang diharapkan bisa membuat sektor properti lebih bergairah," kata Ervan, dalam siaran pers, Rabu (21/10/2020).

Mennyikapi peluang tersebut, Paramount mengeluarkan produk Alma@Montana Village sejumlah 39 unit yang dipatok di kisaran Rp 1,9 miliar.

Berkaca dari pandemi, lanjut Ervan, produk ini dirancang dengan sirkulasi udara yang baik, pencahayaan sinar matahari maksimal yang dapat mereduksi kelembaban udara sehingga membuat ruangan di dalam rumah jauh dari berkembangnya virus atau bakteri.



Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Terdampak Covid-19, Premi Generali Indonesia Turun Tipis

Dengan kondisi pandemi sekarang, demand (polis asuransi) tinggi tetapi daya beli terbatas, rata-rata premi akan turun karena nasabah membeli polis yang kecil.

EKONOMI | 21 Oktober 2020

Pemerintah Kucurkan Dana Hibah Sektor Pariwisata Rp 3,3 Triliun

Dana hibah ditujukan untuk pemulihan sektor pariwisata yang terdampak pandemi Covid-19.

EKONOMI | 21 Oktober 2020

IHSG Merosot di Bawah Level 5.100

Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG) di Bursa Efek Indonesia, terkoreksi hingga merosot ke level di bawah 5.100 pada penutupan perdagangan Rabu (21/10/2020).

EKONOMI | 21 Oktober 2020

Paramount Land Kembangkan Konsep Hunian Modern

Hunian Alma@Montana Village diluncurkan dalam jumlah terbatas dengan harga Rp 1,9 miliaran per unit

EKONOMI | 21 Oktober 2020

Ini Strategi Pemerintah Tingkatkan Rasio Wirausaha yang Masih Rendah

Pemerintah fokus mendorong UMKM go online.

EKONOMI | 21 Oktober 2020

Amar Bank Pertahankan Budaya Kerja Ala Startup

Budaya kerja di Amar Bank merupakan gabungan startup dan perusahaan atau organisasi besar.

EKONOMI | 21 Oktober 2020

Anwa Residence Jadi Pilihan Investasi Kalangan Selebritas

Kalangan selebritas seperti Raffi Ahmad dan Rizky Billar membeli unit di Anwa Residence sebagai instrumen investasi.

EKONOMI | 21 Oktober 2020

Efisiensi Proyek Pipa Minyak Blok Rokan Jadi Standar Baru Proyek Infrastruktur PGN

PGN Grup berkomitmen mengupayakan dukungan terbaik untuk Holding Migas PT Pertamina agar proses transisi pengelolaan Blok Rokan berjalan lancar dan dapat

EKONOMI | 21 Oktober 2020

UU Cipta Kerja, Upaya Pemerintah Datangkan Investor Padat Karya

sinkronisasi aturan diperlukan dalam upaya mempermudah investasi di Indonesia. Sebab, dia menilai masih banyak aturan yang overlapping (tumpang tindih).

EKONOMI | 21 Oktober 2020

Ini Bocoran Susunan Direksi Bank Mandiri yang Baru

Darmawan Junaidi diangkat menjadi direktur utama menggantikan Royke Tumilaar. Jabatan wakil direktur utama akan dipegang Alexandra Askandar.

EKONOMI | 21 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS