Air Minum Dalam Kemasan Wajib Pakai SNI
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Air Minum Dalam Kemasan Wajib Pakai SNI

Kamis, 22 Oktober 2020 | 14:11 WIB
Oleh : Siprianus Edi Hardum / EHD

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Air Minum Dalam Kemasan (AMDK), Rachmat Hidayat, mengatakan, industri AMDK adalah industri yang tidak main-main, yang mewajibkan anggotanya untuk memiliki standar nasional Indonesia (SNI).

“SNI wajib, itu tidak optional. Setiap orang yang mau jual AMDK wajib memenuhi SNI. Klau tidak, Konsekuensinya ada ancaman hukuman penjara 5 tahun,” katanya.

Rachmat mengatakan itu dalam acara webinar “Perlunya Sanksi Tegas Terhadap Pelanggaran Etika Iklan Produk Pangan” yang digelar Forum Jurnalis Online, baru-baru ini.

Rachmat sangat menyayangkan iklan galon sekali pakai itu. Menurutnya, pelaku industri AMDK yang sadar dan paham, tidak akan berani main-main dalam periklanannya.

“Paling tidak kami dari asosiasi, ada undang-undang yang memonitor dia dan semuanya mengandung ancaman hukuman pidana. Kita ada Undang-undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan, bahwa setiap orang dilarang memuat pernyataan atau keterangan yang tidak benar atau menyesatkan dalam iklan pangan yang dia perdagangkan. Kalau dia berani melanggar apa ancaman hukumannya Ada di Pasal 145 bahwa dia akan kena ancaman penjara paling lama 3 tahun atau denda paling banyak Rp 6 miliar,” ucapnya.

Sekjen Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (P3I) Herry Margono, mengatakan, ada dua gejala umum dari bentuk pelanggaran kode etik periklanan yang paling sering terjadi.

Di antaranya yaitu yang merendahkan produk pesaing, dan penggunaan atribut profesi atau setting tertentu yang menyesatkan atau mengelabui khalayak. Beberapa iklan mengolah temuan-temuan riset tanpa menyinggung sumber, metode dan waktunya, sehingga seolah-olah mengesankan suatu kebenaran.

Dalam hal kategori produk, pelanggaran paling banyak ditemui pada iklan-iklan obat-obatan dan makanan. Salah satunya seperti apa yang ditayangkan sebuah TV Swasta Nasional dalam program liputan khusus selama berminggu-minggu tentang sampah plastik dan jenis-jenis plastik, di mana di dalamnya terselip slide berjudul “Keunggulan Polyethylene Terephthalate (PET)”.

Sayangnya, dalam slide itu tersembunyi sebuah pesan yang jika disimak tengah menyudutkan produk lain dengan menyebutkan bahwa galon berbahan PET tidak mengandung bahan BPA yang berbahaya. Seperti diketahui, Le Mineral baru-baru ini mengeluarkan produk galon sekali pakai berbahan PET.

Sementara industri AMDK lainnya seperti AQUA, Club, Prim A, Prius, Vit, dan Oasis, sudah puluhan tahun memproduksi produk galon guna ulang berbahan BPA.

Herry mengatakan, iklan-iklan seperti yang dibuat galon isi ulang itu sekarang lagi berkembang pesat. Itu namanya disebut dengan native ad, dan itu lagi berkembang. Menurutnya, seringkali iklan-iklan seperti galon sekali pakai itu dibuat seperti berita biasa dengan menyembunyikan statusnya bahwa itu sebenarnya adalah iklan. Padahal, itu harus tegas disebutkan adalah iklan dan harus dibedakan dengan program acara.

“Nah, iklan galon sekali pakai yang ditayangkan salah satu TV swasta itu kan terlihat seolah-olah langsung masuk dalam program acara. Itu tidak boleh dan jelas melanggar etika periklanan,” ujar Herry.

Karena, menurut Herry, iklan galon sekali pakai itu bukan hanya memberikan informasi yang salah kepada masyarakat tetapi juga bagaimana membangun public mind.

“Nah, itu yang bahaya. Iklan itu telah membangun image negatif di masyarakat khususnya terhadap konsumen pengguna galon guna ulang berbahan PC yang disebutkan memiliki Zat Biosphenol-A atau BPA yang berbahaya bagi kesehatan dan pemicu gangguan hormon dan kanker. Itu kan telah membangun persepsi dari fakta-fakta yang salah, itu akan sangat berbahaya,” tukasnya.

Soal iklan ini, Herry juga mengakui bahwa dalam pembahasannya dengan tim ahli Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), mereka mengatakan bahwa iklan galon sekali pakai itu melanggar etika periklanan produk pangan.

“Kebetulan saya di BPOM juga masuk dalam tim ahli, dan waktu itu kita bahas itu (soal iklan galon sekali pakai), dan itu dinyatakan melanggar karena dinilai sudah mendiskreditkan produk lain. Itu keputusan Badan Pengawas Badan BPOM. Tapi setelah diputuskan melanggar, mau diapain saya nggak ngerti. Tapi dari tim ahli waktu itu kita putuskan itu melanggar,” ucapnya.

Koordinator Pengendalian Konten Internet Kemkominfo, Anthonius Malau, mengatakan, Kemkominfo siap bertindak sebagai eksekutor terhadap permintaan BPOM untuk melakukan pemblokiran terhadap konten-konten yang dinilai telah melanggar peraturan perundang-undangan, mulai dari Undang-undang, Peraturan Pemerintah (PP), Peraturan Menteri atau bahkan Peraturan BPOM).

“Berdasarkan statistik yang kami miliki, khusus untuk produk iklan obat atau bahan pangan, dari tahun 2018 hingga saat ini, ada sebanyak 916 kasus yang kami tangani karena melanggar peraturan perundang-undangan,” tuturnya.
Dari iklan-ilkan itu, Kemkominfo telah melakukan pemblokiran atau take down di platform facebook dan sejenisnya.

“Kami tentunya berada di paling hilir dalam rangka memberikan perlindungan kepada konsumen dan tentunya tetap yang menjadi wasit adalah Kementerian Kesehatan dan Badan POM selaku regulator di pengawasan produk obat dan makanan,” katanya.

Terkait iklan galon sekali pakai yang dinilai banyak kalangan telah melanggar etika periklanan, dia mengakui masih belum mendapat laporan dari BPOM hingga saat ini.

“Tapi kalau nanti BPOM meminta kami untuk menindaklanjuti sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Kami tunggu dulu laporan dari BPOM-nya. Nanti kalau dia berbasis website, tentu kami lebih mudah untuk melakukan sinkronisasi dengan penyedia internet dan diupayakan langsung dalam waktu 3x24 jam itu bisa diblokir. Kalau ada di media sosial nanti kami mintakan take down,” ujarnya.

Direktur Pengembangan Standar Agro, Kimia, Kesehatan dan Halal Badan Standardisasi Nasional (BSN) Wahyu Purbowasito, menegaskan, klaim yang disampaikan galon sekali pakai yang mengatakan galon berbahan PC mengeluarkan bahan yang berbahaya buat kesehatan itu harus disertai scientific base dan tidak bisa sepihak. “Scientific base itu ada rule-nya sendiri, ada bukti apa itu dikatakan berbahaya atau tidak,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) Rolas Sitinjak mengatakan, banyak iklan-iklan sekarang ini yang sangat menyesatkan masyarakat. Oleh karena itu, ia mengajak para pelaku usaha untuk melakukan edukasi melalui iklan. “Jadi kalau bahasa anak-anak muda sekarang ini, beriklan janganlah lebay,” kata Rolas.

Rolas mengatakan itu dalam acara webinar “Perlunya Sanksi Tegas Terhadap Pelanggaran Etika Iklan Produk Pangan” yang digelar Forum Jurnalis Online, baru-baru ini.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Bank BTN Fasilitasi Kredit Rumah Pekerja

Bank BTN menggelar akad massal kredit rumah pekerja Manfaat Layanan Tambahan (MLT) Progam Jaminan Hari Tua (JHT).

EKONOMI | 30 November 2021

Mandiri Sekuritas Jagokan Sektor Ini pada 2022

PT Mandiri Sekuritas memproyeksikan sejumlah sektor ekonomi akan menguat dan turut mendorong pertumbuhan pada tahun 2022

EKONOMI | 30 November 2021

Inovasi Digital Percepat Pembangunan Bendungan Gongseng

Hutama Karya sebagai kontraktor pelaksana menerapkan inovasi digital untuk mempercepat pembangunan Bendungan Gongseng.

EKONOMI | 30 November 2021

Pendiri Twitter Jack Dorsey Mundur sebagai CEO

Salah satu pendiri Twitter, Jack Dorsey mengundurkan diri sebagai kepala eksekutif perusahaan (CEO).

EKONOMI | 30 November 2021

IHSG Turun, TLKM Paling Aktif Secara Value

Saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) teraktif saat IHSG melemah.

EKONOMI | 30 November 2021

Dorong Transaksi Digital, OVO Terus Perluas Layanan Keuangan

Mendorong transaksi digital di Indonesia, OVO terus mengembangkan bisnis dari sekedar perusahaan fintech payment, dengan masuk ke financial services.

EKONOMI | 30 November 2021

LNSW Dukung Indonesia sebagai Produsen Ekspor Halal Dunia

Lembaga National Single Window (LNSW) berkomitmen mendukung Indonesia sebagai pusat produsen ekspor halal terkemuka di dunia.

EKONOMI | 30 November 2021

Link Net Dukung Percepatan Digitalisasi di Jawa Barat

PT Link Net Tbk memperluas cakupan fasilitas WiFi gratis lewat program CSR #BerbagiTanpaBatas kepada Pemkot Bandung.

EKONOMI | 30 November 2021

IHSG Melemah, Asing Buru BANK dan Lepas BMRI

Saham PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK) paling diburu asing saat IHSG ditutup turun 74,35 poin.

EKONOMI | 30 November 2021

BRI Insurance Raih 3 Penghargaan Bergengsi

Tiga penghargaan diraih BRI Insurance di "Top 20 Financial Institution Awards 2021" yang digelar di Jakarta, Senin, (29/11/2021).

EKONOMI | 30 November 2021


TAG POPULER

# Ameer Azzikra


# Omicron


# Bens Leo


# Cristiano Ronaldo


# Infeksi Lever



TERKINI
Bank BTN Fasilitasi Kredit Rumah Pekerja

Bank BTN Fasilitasi Kredit Rumah Pekerja

EKONOMI | 5 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings