Presiden Jokowi Resmikan Pabrik Gula Prima Alam Gemilang
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 526.593 (-2.59)   |   COMPOSITE 6140.17 (-48.37)   |   DBX 1202.23 (-10.77)   |   I-GRADE 182.055 (-0.95)   |   IDX30 520.23 (-3.6)   |   IDX80 139.249 (-1.07)   |   IDXBUMN20 408.872 (-4.55)   |   IDXESGL 143.85 (-1)   |   IDXG30 142.18 (-0.5)   |   IDXHIDIV20 459.051 (-3.52)   |   IDXQ30 148.957 (-0.86)   |   IDXSMC-COM 277.162 (-2.75)   |   IDXSMC-LIQ 347.622 (-3.3)   |   IDXV30 138.219 (-1.34)   |   INFOBANK15 1055.23 (-4.55)   |   Investor33 446.478 (-2.48)   |   ISSI 180.128 (-1.57)   |   JII 636.549 (-6.2)   |   JII70 222.134 (-2.3)   |   KOMPAS100 1238.45 (-9.65)   |   LQ45 966.883 (-6.12)   |   MBX 1689.51 (-13.02)   |   MNC36 329.297 (-2.04)   |   PEFINDO25 325.3 (-6.1)   |   SMInfra18 310.992 (-0.94)   |   SRI-KEHATI 381.519 (-2.22)   |  

Presiden Jokowi Resmikan Pabrik Gula Prima Alam Gemilang

Kamis, 22 Oktober 2020 | 17:04 WIB
Oleh : Novy Lumanauw/Lenny Tristia Tambun / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan pabrik gula PT Prima Alam Gemilang (PAG) yang berlokasi di Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara. Pabrik berkapasitas giling hingga 12.000 ton cane per day (TCD) itu merupakan salah satu pabrik yang dimiliki pengusaha nasional dengan kapasitas besar dan mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.

Kepala negara secara terbuka memberikan apresiasi mendalam atas ‘keberanian’ investor mengoperasikan pabrik gula di tengah pandemi.

"Ini adalah sebuah keberanian. Keberanian membuka sebuah investasi dan usaha di tempat ini. Ini yang harus kita apresiasi dan hargai. Dimulai tiga tahun lalu dan sekarang selesai dan sudah berproduksi," kata Presiden Jokowi.

Pada kesempatan itu, Presiden Jokowi didampingi Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo, Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Gubernur Sulawesi Tenggara Ali Mazi.

Presiden Jokowi menyebut bahwa investasi untuk membuka kebun tebu dan pabrik gula terintegrasi merupakan sebuah keberanian yang patut diapresiasi. Pabrik dengan kapasitas produksi yang tergolong besar di Indonesia tersebut dioperasikan oleh PT Prima Alam Gemilang dengan teknologi modern yang didukung otomatisasi.

Presiden Jokowi mengungkapkan, satu hal yang perlu digarisbawahi adalah investasi tersebut nyatanya mampu menyerap 15.000 ribuan tenaga kerja lokal.

"Membuka industri, membuka pabrik gula, dan yang paling penting membuka lapangan kerja bagi masyarakat. Ini poin yang paling penting yang ingin saya garis bawahi," ujar Presiden Jokowi.

Ia mengatakan, di kala situasi ekonomi seperti ini semua pengusaha pasti wait and see, berpikir untuk berinvestasi dan membuka usaha baru. Keputusan ini patut kita hargai.

Disebutkan, saat ini kebutuhan komoditas gula di Indonesia mencapai 5,8 juta ton per tahun, namun baru sebanyak 2,1 juta ton yang mampu diproduksi di dalam negeri. Sedangkan sisanya, masih impor.

"Sehingga pendirian pabrik gula di Bombana ini sekali lagi patut kita hargai karena nanti mengurangi impor. Artinya, bisa memperbanyak devisa negara dan memperkuat neraca transaksi berjalan kita," kata Presiden Jokowi.

Sebelum meresmikan pengoperasian pabrik gula, Presiden Jokowi terlebih dulu meninjau lokasi panen tebu yang berada di areal pabrik terintegrasi. Selanjutnya, meninjau pabrik gula dan gudang penyimpanannya.

Pengerjaan konstruksi pabrik gula yang diresmikan Presiden Jokowi dimulai pada awal 2017 dan mulai berproduksi pada Agustus 2020 dengan kapasitas pengolahan tebu 8.000 TCD dan mampu ditingkatkan hingga 12.000 TCD. Dengan kapasitas tersebut, pabrik mampu memproduksi gula kristal putih sebanyak 800-1.200 ton per hari.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Jokowi Tegaskan Inflasi Harus Dijaga Agar Tidak Terlalu Rendah

Menurut Jokowi, kebijakan pengendalian inflasi tidak hanya fokus pada upaya-upaya pengendalian harga.

EKONOMI | 22 Oktober 2020

Inventor Asing Borong Saham BRI, Astra, dan Indocement

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mencatat beli bersih investor asing sebesar Rp 94,8 miliar. Saham BBRI naik 1,85% ke Rp 3.300.

EKONOMI | 22 Oktober 2020

Bursa Eropa Melemah, Pasar Masih Tunggu Stimulus AS

Stoxx600 Eropa turun 0,62%, DAX Jerman turun 0,72%, FTSE Inggris turun 0,38%, CAC Prancis turun 0,64%, FTSE MIB Italia turun 0,56%.

EKONOMI | 22 Oktober 2020

Sistem Logistik Nasional Belum Efisien

Biaya logistik Indonesia masih tinggi, oleh karena itu perbanyak pusat logistik berikat.

EKONOMI | 22 Oktober 2020

Bursa Asia Ditutup Melemah, Saham ANA dan JAL Anjlok

Nikkei 225 melemah 0,7%, Indeks Komposit Shanghai turun 0,38%, Hang Seng Hong Kong naik 0,13%, ASX 200 Australia turun 0,29%, dan Kospi turun 0,67%.

EKONOMI | 22 Oktober 2020

Kurs Rupiah Terdepresiasi Tipis ke Rp 14.640

Kurs rupiah berada di level Rp 14.640 per dolar AS atau melemah 30 poin dibandingkan perdagangan sebelumnya Rp 14.610.

EKONOMI | 22 Oktober 2020

IHSG Ditutup Melemah Tipis Sore Ini

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 0,09% ke kisaran 5.091,8 pada akhir perdagangan hari ini, Kamis (22/10/2020).

EKONOMI | 22 Oktober 2020

Menyambut Penghujung 2020, IndiHome Tebarkan Semangat “Semua Bisa Berubah Maju”

Pandemi Covid-19 hingga saat ini belum juga berakhir. Tak dapat dipungkiri bahwa adanya pandemi membawa dampak yang besar kepada perekonomian

EKONOMI | 22 Oktober 2020

Kookmin Dorong Transformasi Bisnis Bukopin

Kolaborasi ini membuat Bukopin bertransformasi menjadi bank yang tetap menjunjung tinggi kearifan lokal dengan profesionalisme bankir berskala internasional.

EKONOMI | 22 Oktober 2020

Dorong UMKM Naik Kelas, Wajib Selesaikan Tiga Masalah Utama Ini

Minimnya database, kemampuan bersinergi, dan keterkaitan (linkage) menyulitkan UMKM untuk bangkit dan naik kelas di tengah krisis akibat pandemi.

EKONOMI | 22 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS