OJK Perpanjang Restrukturisasi Kredit Selama Setahun
INDEX

BISNIS-27 548.602 (-3.13)   |   COMPOSITE 6429.76 (-15.87)   |   DBX 1210.46 (11.26)   |   I-GRADE 190.638 (-1.65)   |   IDX30 545.485 (-2.49)   |   IDX80 146.318 (-0.39)   |   IDXBUMN20 442.834 (-4.13)   |   IDXESGL 150.48 (-0.37)   |   IDXG30 147.901 (0.18)   |   IDXHIDIV20 478.779 (-1.35)   |   IDXQ30 155.036 (-1.18)   |   IDXSMC-COM 294.681 (-0.93)   |   IDXSMC-LIQ 376.202 (-2.63)   |   IDXV30 149.629 (-0.27)   |   INFOBANK15 1097.88 (-13.34)   |   Investor33 466.613 (-2.11)   |   ISSI 189.631 (-0.56)   |   JII 670.82 (-2.11)   |   JII70 234.975 (-1.14)   |   KOMPAS100 1301.99 (-5.65)   |   LQ45 1014.85 (-3.65)   |   MBX 1779.94 (-7.55)   |   MNC36 344.694 (-1.75)   |   PEFINDO25 341.155 (-4.29)   |   SMInfra18 331.858 (0.18)   |   SRI-KEHATI 398.709 (-1.89)   |  

OJK Perpanjang Restrukturisasi Kredit Selama Setahun

Jumat, 23 Oktober 2020 | 08:48 WIB
Oleh : Lona Olavia / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperpanjang kebijakan relaksasi restrukturisasi kredit selama setahun. Hal ini setelah memperhatikan asesmen terakhir terkait debitur restrukturisasi sejak diputuskannya rencana memperpanjang relaksasi ini saat Rapat Dewan Komisioner OJK pada 23 September 2020.

“Perpanjangan restrukturisasi ini sebagai langkah antisipasi untuk menyangga penurunan kualitas debitur restrukturisasi. Namun kebijakan diberikan secara selektif berdasarkan asesmen bank untuk menghindari moral hazard agar debitur tetap mau dan mampu melakukan kegiatan ekonomi dengan beradaptasi ditengah masa pandemi ini,” kata Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dalam siaran pers, Jumat (23/10/2020).

OJK, kata Wimboh segera memfinalisasi kebijakan perpanjangan restrukturisasi ini dalam bentuk Peraturan OJK termasuk memperpanjang beberapa stimulus lanjutan terkait antara lain pengecualian perhitungan aset berkualitas rendah (loan at risk) dalam penilaian tingkat kesehatan bank, governance persetujuan kredit restrukturisasi, penyesuaian pemenuhan capital conservation buffer dan penilaian kualitas agunan yang diambil alih (Ayda) serta penundaan implementasi Basel III.

Realisasi restrukturisasi kredit sektor perbankan per tanggal 28 September 2020 sebesar Rp 904,3 triliun untuk 7,5 juta debitur. Sementara rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) di bulan September 2020 sebesar 3,15% menurun dari bulan sebelumnya sebesar 3,22%. Untuk menjaga prinsip kehati-hatian, bank juga telah membentuk Cadangan Kerugian Penurunan
Nilai (CKPN) yang dalam enam bulan terakhir menunjukkan kenaikan.

"OJK senantiasa mencermati dinamika dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga kestabilan di sektor jasa keuangan guna mendukung pemulihan ekonomi nasional," tutup Wimboh.

Sebelumnya pada 13 Maret lalu, OJK telah mengeluarkan POJK No.11/POJK.03/2020 tentang Stimulus Perekonomian Nasional Sebagai Kebijakan Countercyclical Dampak Penyebaran Coronavirus Disease yang berlaku sampai 31 Maret 2021.

POJK ini diharapkan menjadi countercyclical dampak penyebaran virus Corona sehingga bisa mendorong optimalisasi kinerja perbankan khususnya fungsi intermediasi, menjaga stabilitas sistem keuangan, dan mendukung pertumbuhan ekonomi.

Pemberian stimulus ditujukan kepada debitur pada sektor-sektor yang terdampak penyebaran virus Covid-19, termasuk dalam hal ini debitur UMKM dan diterapkan dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian yang disertai adanya mekanisme pemantauan untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan dalam penerapan ketentuan.

Kebijakan stimulus dimaksud terdiri dari penilaian kualitas kredit, pembiayaan untuk kredit hingga Rp 10 miliar dan restrukturisasi dengan peningkatan kualitas kredit atau pembiayaan menjadi lancar setelah direstrukturisasi



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Harga Minyak di Asia Turun karena Kekhawatiran Covid-19

Patokan internasional minyak mentah berjangka Brent turun 0,26% menjadi US$ 42,35 per barel.

EKONOMI | 23 Oktober 2020

Bursa Asia Bervariasi karena Investor Pantau Perkembangan Covid-19

Sementara saham di Australia S&P/ASX 200 menurun 0,21%.

EKONOMI | 23 Oktober 2020

Emas Ambles karena Data Pekerjaan AS

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember turun tajam US$ 24,9 atau 1,29% menjadi US$ 1.904,60 per ounce.

EKONOMI | 23 Oktober 2020

IHSG Berpotensi Menguat, Simak Rekomendasi Sahamnya

Secara teknikal IHSG perdagangan hari ini akan bergerak di rentang 5.045 - 5.129.

EKONOMI | 23 Oktober 2020

Wall Street Menguat Setelah Pelosi Beri Sinyal Kemajuan Stimulus

Dow Jones Industrial Average ditutup naik 152,84 poin atau 0,5% ke 28.363,66.

EKONOMI | 23 Oktober 2020

Bursa Eropa Melemah karena Data Konsumen dan Kinerja Pendapatan

Pan-European Stoxx 600 ditutup turun sekitar 0,2%.

EKONOMI | 23 Oktober 2020

Intiland Perkuat Posisi di Segmen Properti Residensial

Intiland meluncurkan klaster baru Sierra di perumahan Serenia Hills.

EKONOMI | 22 Oktober 2020

PTPP Tuntaskan Pembangunan Jembatan Teluk Kendari

PTPP merampungkan pembangunan proyek Jembatan Teluk Kendari di Sulawesi Tenggara dengan tepat waktu.

EKONOMI | 22 Oktober 2020

Wall Street Dibuka Positif Jelang Debat Capres AS

Dow Jones Industrial Average naik 0,15%, S&P 500 naik 0,2%, dan Nasdaq naik 0,37%.

EKONOMI | 22 Oktober 2020

Indef: Kenaikan CHT Saat Pandemi Tak Beralasan

Rencana kenaikan tarif cukai tahun ini akan berimplikasi besar pada kerugian banyak pihak, baik konsumen, petani, industri, dan negara.

EKONOMI | 22 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS