Menkop UKM Minta UMKM di NTT Berkoperasi
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Agar Pemasaran Mudah

Menkop UKM Minta UMKM di NTT Berkoperasi

Jumat, 23 Oktober 2020 | 18:18 WIB
Oleh : Siprianus Edi Hardum / EHD

Kupang, Beritasatu.com – Menteri Koperasi (Menkop) dan UKM, Teten Masduki meminta semua pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Nusa Tenggara Timur (NTT) agar mendirikan dan bergabung dalam koperasi.

Sebab, dengan bergabung dalam koperasi maka kesulitan permodalan, pemasaran dan pengembangan sumber daya mansuai bisa diatasi lewat koperasi.

Hal itu ditegaskan Teten Masduki dalam pertemuan dengan 30 perwakilan UMKM yang tergabung di Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Daerah NTT di kantor Dekranas NTT di Kupang, Jumat (23/10/2020).

Pertemuan dengan Menkop dan UKM itu dipimpin oleh Ketua Dekranas NTT, Julie Sutrisno Laiskodat. Turut mendampingi Teten dalam pertemuan itu adalah Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB), Soepomo; dan Deputi Pengawasan Kemkop dan UKM, Achmad Zabadi dan staf ahli Kemkop dan UKM, Riza Damanik.

Teten mengatakan seperti di atas menjawab keluhan para pelaku UMKM dalam pertemuan tersebut, yakni, pertama, mereka kesulidan permodalan dalam berusaha; kedua, kesulitan dalam pemasaran serta, ketiga, masih kurangnya sumber daya manusia pelaku UMKM.

Para pelaku UKM yang hadir antara lain berusaha dalam penenun kain ikat NTT, pembuatan kopi, coklat, teh maringga atau teh daun kelor, jus azam, dan sejumlah kerajinan lainnya.

Teten mengatakan, pemerintah menyalurkan bantuan untuk UMKM lebih bagus melalui koperasi. Demikian juga produk UMKM bisa dipasarkan melalui koperasi.

Menurut Teten, hal seperti inilah yang dilakukan negara-negara maju, seperti Belanda, Jerman dan New Zealand. “New Zealand itu adalah negara UMKM. UMKM mereka berkembangan karena mereka berkoperasi. Demikian juga di Belanda dan Jerman,” kata Teten.

Menurut Teten, pihaknya akan menyalurkan bantuan dana untuk pelaku UMKM di NTT melalui LPDB. “LPDB menyalurkan bantuan melalui koperasi. Makanya ayo terus bergabung dalam koperasi. Ada juga dana Kredit Usaha Rakyat (KUR), dimana pinjaman dengan nilai di bawah Rp 10 juta bunya nol persen,” kata Teten.

Teten menambahkan, partisipasi masyarakat Indonesia untuk berkoperasi hanya 8,41%. Angka tesebut masih sangat rendah dibandingkan persentase negara lain dalam skala global sebesar 16,31%. “Dari 8,41% masyarakat Indonesia yang berkoperasi sebagian besarnya masyarakat NTT,” kata dia.

Mantan Koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW) itu mengatakan, koperasi terbaik di Indonesia sampai saat ini ada di NTT, seperti Koperasi Obor Mas dan Koperasi Pintu Air. “Pemerintah ingin NTT ini merupakan Provinsi Koperasi. Ayo terus semangat berkoperasi,” tegas Teten.

Teten mengatakan, selama ini banyak masyarakat enggan ke koperasi karena banyaknya koperasi gagal bayar uang anggotanya. Koperasi mengumpulkan uang dari anggota namun diinvestasikan di luar kegiatan usaha anggota.

"Koperasi harus menjadi bibit usaha yang menarik untuk investor. Harus ada pembenahan dalam sistem manajerial koperasi, sehingga orang bisa tertarik untuk menaruh simpanan, berinvestasi, atau bahkan menjadi anggota koperasi," tutur Teten.

Menurut Teten agar masyarakat berinvestasi di koperasi, perlu adanya lembaga penjaminan simpanan khusus koperasi atau seperti Lembaga Simpan Pinjam di perbankan. Dengan penjaminan ini para anggota koperasi merasa aman memiliki dana di koperasi.

Sementara Soepomo mengatakan, ia kagum dengan masyarakat NTT gemar berkoperasi. Oleh karena itu, Soepomo mengajak masyarakat yang belum bergabung dalam koperasi, sudah saatnya bergabung dalam koperasi. “Kita akan menyalurkan bantuan dana kalau pelaku UMKM bergabung di koperasi,” kata dia.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Libur Panjang, Kemhub Prediksi Penumpang Pesawat Naik 20%

Arus puncak keberangkatan diperkirakan terjadi pada 28 Oktober 2020 dengan volume mencapai 110.000 penumpang.

EKONOMI | 23 Oktober 2020

Asing Borong Saham Astra, Lepas Telkom

PT Astra International Tbk (ASII) mencatat beli bersih investor asing sebesar Rp 150,4 miliar. Saham ASII naik 2,86% ke Rp 5.400.

EKONOMI | 23 Oktober 2020

Jumlah Nasabah Ritel Mandiri Sekuritas Naik 50%

Nilai transaksi harian nasabah retail Mandiri Sekuritas juga meningkat sekitar 70% YoY dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

EKONOMI | 23 Oktober 2020

Tabungan Emas, Pilihan Investasi di Masa Pandemi

Ajak masyarakat menabung emas, Pegadaian beri diskon hingga 20 persen untuk nasabah yang baru memulai investasi.

EKONOMI | 23 Oktober 2020

Pemerintah Perkuat Literasi Keuangan di Kalangan Santri

Kelompok ini mempunyai potensi yang sangat besar, dengan santri atau santriwati yang tersebar di seluruh Indonesia sebanyak 18 juta orang.

EKONOMI | 23 Oktober 2020

Adaptif dan Inovatif, Kunci UMKM Indonesia Naik Kelas

Minimnya database, kemampuan bersinergi, dan keterkaitan atau linkage, menyulitkan UMKM untuk bangkit dan naik kelas.

EKONOMI | 23 Oktober 2020

Kurs Rupiah Relatif Stabil di Rp 14.650

Kurs rupiah berada di level Rp 14.650 per dolar AS atau melemah 10 poin dibandingkan perdagangan sebelumnya Rp 14.640.

EKONOMI | 23 Oktober 2020

Bursa Eropa Menguat di Tengah Kontraksi Sektor Manufaktur dan Jasa

Indeks Stoxx600 naik 0,8%, DAX Jerman naik 0,92%, FTSE Inggris naik 1,19%, CAC Prancis naik 1,29%, FTSE MIB Italia naik 1,17%.

EKONOMI | 23 Oktober 2020

Bursa Asia Ditutup Bervariasi, Investor Terus Pantau Covid-19

Indeks Nikkei 225 naik 0,18%, indeks komposit Shanghai turun 1,04%, Hang Seng Hong Kong naik 0,62%, S&P/ASX 200 Australia turun 0,11%.

EKONOMI | 23 Oktober 2020

IHSG Menguat Ditopang Sektor Properti dan Aneka Industri

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,4% ke kisaran 5.112,2 pada akhir perdagangan hari ini, Jumat (23/10/2020).

EKONOMI | 23 Oktober 2020


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS