Pemerintah Kebut Pembangunan Kawasan Industri Halal
INDEX

BISNIS-27 538.843 (6.61)   |   COMPOSITE 6321.86 (77.36)   |   DBX 1200.53 (6.46)   |   I-GRADE 184.241 (4.63)   |   IDX30 532.439 (8.78)   |   IDX80 142.581 (2.71)   |   IDXBUMN20 424.518 (12.83)   |   IDXESGL 148.639 (1.46)   |   IDXG30 144.207 (2.62)   |   IDXHIDIV20 468.297 (6.61)   |   IDXQ30 151.63 (2.32)   |   IDXSMC-COM 289.047 (4.32)   |   IDXSMC-LIQ 360.181 (12.25)   |   IDXV30 145.782 (3.16)   |   INFOBANK15 1071.04 (17.26)   |   Investor33 457.812 (5.96)   |   ISSI 186.628 (2.32)   |   JII 657.942 (10.36)   |   JII70 230.141 (3.83)   |   KOMPAS100 1272.98 (21.04)   |   LQ45 989.051 (17.91)   |   MBX 1747.76 (23.26)   |   MNC36 338.242 (4.49)   |   PEFINDO25 338.749 (1.82)   |   SMInfra18 324.227 (4.39)   |   SRI-KEHATI 391.331 (4.8)   |  

Pemerintah Kebut Pembangunan Kawasan Industri Halal

Minggu, 25 Oktober 2020 | 12:15 WIB
Oleh : Lona Olavia / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Minat investor untuk membangun kawasan industri halal terus alami peningkatan. Bahkan, saat ini sudah ada enam kawasan yang sudah mengajukan menjadi kawasan industri halal. Hal itu tak lepas dari permintaan produk halal oleh konsumen muslim global yang mengalami peningkatan setiap tahunnya.

Melansir data dari the State of Global Islamic Economy Report 2019-2020, besarnya pengeluaran konsumen muslim dunia untuk makanan dan minuman halal, pariwisata ramah muslim, halal lifestyle, serta farmasi halal mencapai US$ 2,2 triliun pada 2018 dan diproyeksikan mencapai US$ 3,2 triliun pada 2024.

Namun sayangnya, Indonesia, dikatakan Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin, masih berperan sebagai konsumen produk halal dunia, bahkan menjadi yang terbesar di antara negara-negara mayoritas muslim lainnya.

“Indonesia masih banyak mengimpor produk-produk halal dari luar negeri. Indonesia selama ini hanya menjadi konsumen dan 'tukang stempel' untuk produk halal yang diimpor. Semua sertifikat halal di dunia, lebih dari 50 lembaga sertifikat halal dunia memperoleh pengakuan dari Indonesia. Jadi, memang Indonesia itu 'tukang stempel' untuk mengesahkan produk halal di berbagai negara di dunia. Di sisi lain, pasar halal global punya potensi besar,” ujarnya pada webinar strategis nasional "Indonesia Menuju Pusat Produsen Halal Dunia" di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Sabtu (24/10/2020).

Untuk itu, Ma'ruf menegaskan, diperlukan langkah strategis yang kolaboratif dari seluruh pihak untuk mewujudkan Indonesia sebagai pusat produsen produk halal dunia. Apalagi, sebagai negara berpenduduk 267 juta jiwa dengan jumlah penduduk muslim yang mencapai 87% dari total populasinya, Indonesia merupakan pasar yang sangat menentukan dalam perdagangan produk halal dunia.

Di sisi lain, ketatnya persaingan di industri halal global tidak hanya diminati oleh negara berpenduduk mayoritas muslim, tetapi juga negara berpenduduk non muslim. Sebagai contoh, berdasarkan laporan Global Islamic Economic Report tahun 2019, Brazil merupakan eksportir produk makanan dan minuman halal nomor satu di dunia dengan nilai US$ 5,5 miliar, disusul Australia senilai US$ 2,4 miliar.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pengembangan kawasan industri halal di satu lokasi untuk menampung seluruh industri halal yang mencakup makanan, minuman, busana, keuangan, wisata, hiburan dan media, farmasi serta kosmetik. “Peluangnya dengan berada di satu kawasan, diharapkan bisa disertifikasi ketertelusuran halal, bisa dimonitor bahan baku dan hulu, antara dan hilir jadi bisa didistribusikan dan ekspor,” kata Airlangga.

Untuk makanan halal, dia menyayangkan, Indonesia belum masuk 10 besar padahal produk makanan minuman adalah andalan di Indonesia, seperti salah satu produk ekspor tertinggi melalui produk kelapa sawit yang dijamin kehalalannya. Sementara itu, untuk pariwisata halal Indonesia masih tertinggal dari UEA dan Turki. Begitupula dengan kategori media dan rekreasi, farmasi, serta kosmetik halal yang masih perlu dikembangkan oleh Indonesia. Kendati demikian, untuk kategori fashion dan farmasi Indonesia cukup unggul. Sehingga potensi dari kedua sektor ini harus terus dikembangkan untuk melakukan ekspor.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyebutkan saat ini sudah terdapat dua kawasan industri halal di Indonesia yakni di Serang, Banten dan Sidoarjo, Jawa Timur. "Sampai saat ini sudah terdapat dua kawasan industri halal yakni Kawasan Industri Modern Cikande dengan luas 500 hektare (ha) di Serang, Banten dan Kawasan Industri Safe n Lock seluas 9,9 ha di Sidoarjo, Jawa Timur," sebutnya.

Selain itu, ada empat kawasan industri lainnya yang sedang menyiapkan pengembangan kawasan industri halal, yaitu Kawasan Industri Bintan Inti dengan luas 6,5-100 ha di Bintan, Kepulauan Riau dan Kawasan Industri Batamindo seluas 17 ha di Batam, Kepulauan Riau. Kemudian, Kawasan Industri Jakarta Pulogadung dan dan Kawasan Industri Surya Borneo seluas 146.5 hektare di Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah.

Di mana, upaya pengembangan industri halal memiliki tiga fokus utama. Pertama, pengembangan infrastruktur dan klaster industri halal sebagai kontributor penting ekonomi nasional. Kedua, pengembangan halal standar yang komprehensif untuk percepatan industri halal nasional. Ketiga, peningkatan kontribusi industri halal terhadap neraca perdagangan nasional di sektor-sektor unggulan.

Berdasarkan data Global Islamic Economy (GIE) 2019-2020 yang mengukur kekuatan ekonomi syariah di 73 negara, Indonesia menempati peringkat ke-5. Tercatat ekspor produk halal Indonesia ke negara-negara muslim sebesar 10,7%, sedangkan secara global baru 3,6%. Peringkat tersebut masih kalah jauh dengan Malaysia, Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, dan Arab Saudi.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Sandiaga Uno Luncurkan Produk Kecantikan OK OCE Beauty

OK OCE Beauty merupakan program kerja sama antara OKE OCE Indonesia dengan PT Bluepin Indonesia Perkasa.

EKONOMI | 25 Oktober 2020

Wijaya Karya Bangun Terminal Kijing, Pelabuhan Internasional Terbesar di Kalbar

Terminal Kijing didesain mampu menampung kapal besar bermuatan hingga 100.000 DWT

EKONOMI | 25 Oktober 2020

IMA Ajak Pelaku Usaha Dukung Pemerintah Pulihkan Ekonomi

Indonesia Marketing Association (IMA) melahirkan 5 deklarasi dalam upaya Indonesia keluar dari krisis pandemi Covid-19.

EKONOMI | 24 Oktober 2020

Menkop dan UKM: Transformasi UMKM ke Ekonomi Digital Jadi Keniscayaan

Pelaku KUMKM harus masuk ekonomi digital.

EKONOMI | 24 Oktober 2020

PT Pelindo 1 Komitmen Dukung Kelancaran Ekspor-Impor

TPK Belawan yang dikelola oleh PT Pelindo 1 terus memastikan dan menjaga kelancaran layanan logistik selama 24 jam untuk mendukung kegiatan ekspor-impor.

EKONOMI | 24 Oktober 2020

AIA Indonesia Kembali Raih Predikat Tempat Kerja Terbaik di Asia

AIA juga menyabet predikat WeCare: HR Asia Most Caring Companies Award 2020.

EKONOMI | 24 Oktober 2020

Dibuka 26 Oktober, E-TV Mall Hadir dengan Promo Menarik dan Diskon Gila-gilaan

Masyarakat semakin dimudahkan dengan proses pembelanjaan, tidak perlu melakukan browsing yang menghabiskan banyak waktu.

EKONOMI | 24 Oktober 2020

Mendag: Industri Halal Topang Neraca Perdagangan Indonesia

Menurut Mendag, kinerja perdagangan Indonesia dengan negara-negara OKI menunjukkan performa yang cukup baik.

EKONOMI | 24 Oktober 2020

Visi 2021, PPI Jadi Perusahaan Perdagangan Unggulan Indonesia

PPI bervisi menjadi perusahaan perdagangan unggulan Indonesia. Hal itu terungkap dalam Visioning RKAP 2021 BUMN ini pada 20 Oktober 2020.

EKONOMI | 24 Oktober 2020

Libur Panjang, BCA Sesuaikan Jadwal Operasional

BCA mengumumkan dengan adanya cuti bersama pada 28 dan 30 Oktober 2020, maka seluruh kantor cabang BCA tidak beroperasi.

EKONOMI | 24 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS