Logo BeritaSatu

Pemerintah Kebut Pembangunan Kawasan Industri Halal

Minggu, 25 Oktober 2020 | 12:15 WIB
Oleh : Lona Olavia / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Minat investor untuk membangun kawasan industri halal terus alami peningkatan. Bahkan, saat ini sudah ada enam kawasan yang sudah mengajukan menjadi kawasan industri halal. Hal itu tak lepas dari permintaan produk halal oleh konsumen muslim global yang mengalami peningkatan setiap tahunnya.

Melansir data dari the State of Global Islamic Economy Report 2019-2020, besarnya pengeluaran konsumen muslim dunia untuk makanan dan minuman halal, pariwisata ramah muslim, halal lifestyle, serta farmasi halal mencapai US$ 2,2 triliun pada 2018 dan diproyeksikan mencapai US$ 3,2 triliun pada 2024.

Namun sayangnya, Indonesia, dikatakan Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin, masih berperan sebagai konsumen produk halal dunia, bahkan menjadi yang terbesar di antara negara-negara mayoritas muslim lainnya.

“Indonesia masih banyak mengimpor produk-produk halal dari luar negeri. Indonesia selama ini hanya menjadi konsumen dan 'tukang stempel' untuk produk halal yang diimpor. Semua sertifikat halal di dunia, lebih dari 50 lembaga sertifikat halal dunia memperoleh pengakuan dari Indonesia. Jadi, memang Indonesia itu 'tukang stempel' untuk mengesahkan produk halal di berbagai negara di dunia. Di sisi lain, pasar halal global punya potensi besar,” ujarnya pada webinar strategis nasional "Indonesia Menuju Pusat Produsen Halal Dunia" di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Sabtu (24/10/2020).

Untuk itu, Ma'ruf menegaskan, diperlukan langkah strategis yang kolaboratif dari seluruh pihak untuk mewujudkan Indonesia sebagai pusat produsen produk halal dunia. Apalagi, sebagai negara berpenduduk 267 juta jiwa dengan jumlah penduduk muslim yang mencapai 87% dari total populasinya, Indonesia merupakan pasar yang sangat menentukan dalam perdagangan produk halal dunia.

Di sisi lain, ketatnya persaingan di industri halal global tidak hanya diminati oleh negara berpenduduk mayoritas muslim, tetapi juga negara berpenduduk non muslim. Sebagai contoh, berdasarkan laporan Global Islamic Economic Report tahun 2019, Brazil merupakan eksportir produk makanan dan minuman halal nomor satu di dunia dengan nilai US$ 5,5 miliar, disusul Australia senilai US$ 2,4 miliar.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pengembangan kawasan industri halal di satu lokasi untuk menampung seluruh industri halal yang mencakup makanan, minuman, busana, keuangan, wisata, hiburan dan media, farmasi serta kosmetik. “Peluangnya dengan berada di satu kawasan, diharapkan bisa disertifikasi ketertelusuran halal, bisa dimonitor bahan baku dan hulu, antara dan hilir jadi bisa didistribusikan dan ekspor,” kata Airlangga.

Untuk makanan halal, dia menyayangkan, Indonesia belum masuk 10 besar padahal produk makanan minuman adalah andalan di Indonesia, seperti salah satu produk ekspor tertinggi melalui produk kelapa sawit yang dijamin kehalalannya. Sementara itu, untuk pariwisata halal Indonesia masih tertinggal dari UEA dan Turki. Begitupula dengan kategori media dan rekreasi, farmasi, serta kosmetik halal yang masih perlu dikembangkan oleh Indonesia. Kendati demikian, untuk kategori fashion dan farmasi Indonesia cukup unggul. Sehingga potensi dari kedua sektor ini harus terus dikembangkan untuk melakukan ekspor.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyebutkan saat ini sudah terdapat dua kawasan industri halal di Indonesia yakni di Serang, Banten dan Sidoarjo, Jawa Timur. "Sampai saat ini sudah terdapat dua kawasan industri halal yakni Kawasan Industri Modern Cikande dengan luas 500 hektare (ha) di Serang, Banten dan Kawasan Industri Safe n Lock seluas 9,9 ha di Sidoarjo, Jawa Timur," sebutnya.

Selain itu, ada empat kawasan industri lainnya yang sedang menyiapkan pengembangan kawasan industri halal, yaitu Kawasan Industri Bintan Inti dengan luas 6,5-100 ha di Bintan, Kepulauan Riau dan Kawasan Industri Batamindo seluas 17 ha di Batam, Kepulauan Riau. Kemudian, Kawasan Industri Jakarta Pulogadung dan dan Kawasan Industri Surya Borneo seluas 146.5 hektare di Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah.

Di mana, upaya pengembangan industri halal memiliki tiga fokus utama. Pertama, pengembangan infrastruktur dan klaster industri halal sebagai kontributor penting ekonomi nasional. Kedua, pengembangan halal standar yang komprehensif untuk percepatan industri halal nasional. Ketiga, peningkatan kontribusi industri halal terhadap neraca perdagangan nasional di sektor-sektor unggulan.

Berdasarkan data Global Islamic Economy (GIE) 2019-2020 yang mengukur kekuatan ekonomi syariah di 73 negara, Indonesia menempati peringkat ke-5. Tercatat ekspor produk halal Indonesia ke negara-negara muslim sebesar 10,7%, sedangkan secara global baru 3,6%. Peringkat tersebut masih kalah jauh dengan Malaysia, Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, dan Arab Saudi.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

IHSG Berpeluang Rebound, Intip Rekomendasi Saham Pilihannya

IHSG di Bursa Efek Indonesia (BEI) berpeluang rebound (menguat) pada perdagangan Kamis (29/9/2022).

EKONOMI | 29 September 2022

Tarif Penyeberangan Kelas Ekonomi Naik, Ini Perinciannya

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah menetapkan regulasi penyesuaian tarif penyeberangan pada 23 lintas penyeberangan dengan penyesuaian sebesar 11%.

EKONOMI | 29 September 2022

Grant Thornton Indonesia Beberkan 3 Tips Hadapi Inflasi Bagi Milenial

Selain tingginya pengeluaran rutin pokok bulan, milenial Indonesia juga harus berjuang untuk menyiasati inflasi gaya hidup.

EKONOMI | 29 September 2022

Harga Emas di Zona Positif Terbantu Pelemahan Dolar

Harga emas di pasar spot naik 2% menjadi US$1.660,62 per ons setelah turun ke level terendah sejak April 2020 pada hari sebelumnya.

EKONOMI | 29 September 2022

Harga Minyak Menguat karena Penurunan Persediaan AS

Harga minyak naik pada perdagangan Rabu (28/9/2022) menyusul penurunan tak terduga stok minyak mentah dan bahan bakar AS.

EKONOMI | 29 September 2022

Konservasi Energi, SBI Pabrik Cilacap Raih Award Global

PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI) pabrik Cilacap, unit usaha PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) meraih penghargaan ASEAN Energy Awards (AEA).

EKONOMI | 29 September 2022

Bursa AS Rebound, Dow Jones Hentikan Penurunan 6 Hari

Dow Jones Industrial Average naik 548,75 poin, atau 1,88%, menjadi 29.683,74 dari level terendahnya pada 2022.

EKONOMI | 29 September 2022

Begini Langkah BUMN untuk Waskita, WIKA, dan PP Properti

Injeksi modal itu ditujukan agar Waskita dapat menuntaskan sekitar 12-14 jalan tol yang sebagian besar sudah didivestasi.

EKONOMI | 29 September 2022

Bursa Eropa Naik, Bank of England Intervensi Pasar Obligasi

Pan-European Stoxx 600 di bursa Eropa naik 0,3%, setelah melemah hampir 2% pada hari sebelumnya.

EKONOMI | 29 September 2022

Kejar Literasi Keuangan Digital, Indodax Gelar Trading Fest

Indodax menggelar trading competition sebagai komitmen perusahaan menyebarkan edukasi dan literasi keuangan digital.

EKONOMI | 29 September 2022


TAG POPULER

# Kevin Sanjaya


# Es Teh Indonesia


# Anies Baswedan


# Pertalite Boros


# Ketiak Basah


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
IHSG Berpeluang <em>Rebound</em>, Intip Rekomendasi Saham Pilihannya

IHSG Berpeluang Rebound, Intip Rekomendasi Saham Pilihannya

EKONOMI | 20 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings