BBM RON Rendah Sebabkan Ketidakadilan Sosial
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

BBM RON Rendah Sebabkan Ketidakadilan Sosial

Senin, 26 Oktober 2020 | 08:16 WIB
Oleh : Asni Ovier / AO

Jakarta, Beritasatu.com - Masyarakat harus menanggung beban dari dampak buruk penggunaan bahan bakar minyak (BBM) RON rendah. Tidak hanya dampak lingkungan, tetapi juga kesehatan dan ekonomi. Untuk itu, jalan terbaik adalah dengan komitmen bersama antara pemerintah dan masyarakat, untuk beralih kepada BBM RON tinggi yang lebih ramah lingkungan.

Hal itu dikatakan Direktur Keadilan Perkotaan, Institut Hijau Indonesia, Selamet Daroyni di Jakarta, Senin (26/10/2020). “Ini ketidakadilan sosial. Masyarakat yang menerima beban dan dampak penggunaan BBM RON rendah,” kata Selamet.

Dijelaskan, ketidakadilan sosial itu baru dirasakan jangka panjang dan yang sangat terdampak memang masyarakat itu sendiri. “Jika mengabaikan lingkungan, yang antara lain tetap memakai BBM RON rendah, itu sama saja dengan bencana. Masyarakat yang menerima beban,” kata aktivis lingkungan ini.

BBM RON rendah, lanjut Selamet, memang memiliki dampak sangat negatif. Paling dirasakan adalah kualitas udara yang buruk dan akan berdampak terhadap kesehatan masyarakat. Jika hal ini berlanjut, ke depan dampak buruk tersebut akan terakumulasi.

"Di Jakarta, misalnya, lima hingga sepuluh tahun ke depan sangat mengkhawatirkan, apalagi dengan jumlah kendaraan bermotor yang hampir sama dengan jumlah penduduk,” urainya.

Lebih lanjut, imbuh Selamet, BBM RON rendah juga berkontribusi terhadap emisi gas rumah kaca (GRK). Meski kontribusi energi tersebut masih di bawah sektor kehutanan, namun tetap harus menjadi perhatian. Secara global, dampak perubahan iklim sudah sangat kelihatan.

Hal itu terlihat mulai naiknya permukaan air laut, perubahan musim yang tidak bisa diprediksi, banjir, tanah longsor, dan sebagainya. “Saat ini sudah terjadi krisis iklim. Kalau kita semua tidak peduli dengan kondisi seperti ini, tentu ke depan akan semakin masif. Semua pihak harus berkontribusi, antara lain dengan meninggalkan BBM RON rendah,” kata dia.

Terkait berbagai kondisi itu, menurut Selamet, peningkatan kualitas BBM menjadi kebutuhan mendesak dan krusial. Karena, kata dia, penggunaan BBM berangka oktan tinggi akan memastikan lingkungan yang lebih sehat, termasuk udara yang lebih bersih.

“Kalau udara sudah sehat, tentu manusianya juga menjadi lebih sehat,” ujarnya.

Karena persoalan kualitas BBM sudah menjadi tanggung jawab bersama, Selamet juga menekankan pentingnya komitmen bersama antara Pemerintah dan masyarakat. Agar tercipta keadilan sosiologis, misalnya, Pemerintah perlu memberikan semacam insentif bagi orang-orang yang melakukan hal positif terkait gerakan lingkungan dan pengendalian perubahan iklim, termasuk melalui gerakan penggunaan BBM RON tinggi.

Selain itu, lanjut Selamet, Pemerintah juga perlu memberikan dukungan, misalnya melalui kebijakan bahwa kendaraan harus lulus uji emisi.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Raih 4 Penghargaan, Astra Land Akan Terus Berinovasi

Komitmen itu ditegaskan Astra Land Indonesia setelah meraih empat penghargaan dalam ajang Indonesia Property Awards 2021.

EKONOMI | 6 Desember 2021

PTPN XII Salurkan Bantuan untuk Korban Erupsi Semeru

Bantuan yang diberikan PTPN XII merupakan wujud kepedulian sosial terhadap lingkungan sekitar terutama masyarakat yang terdampak erupsi Gunung Semeru.

EKONOMI | 6 Desember 2021

Airlangga: Serapan Anggaran PC-PEN Capai 68,6%

"Sampai dengan 3 Desember 2021, realisasi anggaran PC-PEN sudah mencapai Rp 513,17 triliun atau 68,6% dari pagu Rp 744,77 triliun," kata Airlangga.

EKONOMI | 6 Desember 2021

BKF: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Konsisten di Atas Global

Hanya dua negara lain di luar Indonesia yang pertumbuhan ekonominya di atas pertumbuhan ekonomi global, yaitu Tiongkok dan India.

EKONOMI | 6 Desember 2021

Erupsi Semeru, Kemenkominfo: 19 BTS Masih Belum Beroperasi

Beberapa operator telekomunikasi mengalami kendala jaringan akibat tidak beroperasinya beberapa site BTS karena aliran listrik padam.

EKONOMI | 6 Desember 2021

PLN UIP Jawa Bagian Barat Rampungkan 3 Proyek 

Ketiga proyek ini telah rampung dan mulai dialiri listrik secara bertahap sejak 25 November hingga Minggu (5/12/2021) pukul 12.22 WIB.

EKONOMI | 6 Desember 2021

Startup Didorong Kembangkan Power User

Pengembangan basis power user atau pengguna setia, menjadi salah satu kunci penting bagi startup dalam membangun produk-produk baru sesuai kebutuhan.

EKONOMI | 6 Desember 2021

Asaki Belum Siap Terapkan Zero ODOL Tahun 2023

Asaki menyatakan masih belum siap untuk menjalankan Zero ODOL (Over Dimension Over Load) pada awal tahun 2023.

EKONOMI | 6 Desember 2021

Apersi: 6.000 Rumah Subsidi Terancam Gagal KPR

Apersi meminta pemerintah menambah dana subsidi, karena masih ada 6.000 unit rumah subsidi yang terancam gagal melakukan akad kredit.

EKONOMI | 6 Desember 2021

Massindo Group Ekspansi Bisnis ke Kalimantan Barat

Massindo Group melakukan ekspansi bisnis ke wilayah Kalimantan Barat dengan membuka cabang ke-20 di kota Pontianak.

EKONOMI | 6 Desember 2021


TAG POPULER

# Mahasiswi Bunuh Diri


# Kasus Anak Ahok


# Kereta Api Tabrak Angkot


# Marcus/Kevin


# Jokowi 3 Periode



TERKINI
Baleg Harap Paripurna DPR Tetapkan Prolegnas Prioritas 2022

Baleg Harap Paripurna DPR Tetapkan Prolegnas Prioritas 2022

POLITIK | 10 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings