Bank Mandiri Proyeksi 10% Debitur Restrukturisasi Tak Mampu Bangkit Lagi
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Bank Mandiri Proyeksi 10% Debitur Restrukturisasi Tak Mampu Bangkit Lagi

Senin, 26 Oktober 2020 | 12:18 WIB
Oleh : Lona Olavia / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk telah merestrukturisasi kredit mencapai Rp 116,4 triliun dari 525.665 debitur. Dari jumlah tersebut, sebanyak 10%-11% di antaranya berpotensi tidak bisa bangkit lagi. Meski demikian, Bank Mandiri memastikan likuiditas perseroan tetap aman.

Dari jumlah restrukturisasi kredit, sebanyak 406.434 debitur berasal dari usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang terdampak Covid-19 dengan nilai outstanding Rp 47,7 triliun per 30 September 2020. Sedangkan sisanya berasal dari non-UMKM sebanyak 119.231 debitur dengan nilai Rp 68,6 triliun.

Sementara terkait potensi adanya penambahan jumlah nasabah yang direstrukturisasi terkait dengan perpanjangan restrukturisasi oleh OJK hingga Maret 2022, Direktur Manajemen Risiko Ahmad Siddik Badruddin menilai, hal itu tidak akan terlalu signifikan pengaruhnya.

"Jumlah debitur yang belum direstrukturisasi karena adanya perpanjangan Peraturan OJK tidak akan signifikan, dengan asumsi penanganan Covid tidak lebih buruk daripada yang ada sekarang. Dengan adanya PSBB juga dampak ke UMKM tidak akan terlalu besar. Sehingga, kita asumsikan jumlah restrukturisasi tidak akan tambah banyak," kata Siddik dalam paparan kinerja perseroan kuartal III, Senin (26/10/2020).

Di mana, dari angka restrukturisasi tersebut, Bank Mandiri memprediksi akan ada 10%-11% dari jumlah debitur yang tidak bisa bangkit kembali usahanya. "Berdasarkan analisa mikro sampai segmen corporate banking, porsi yang menurut kami tidak bisa bangkit lagi ada di kisaran 10%-11%. Ini akan meningkatkan NPL di tahun depan," tambah Siddik.

Tahun ini, dia pun memprediksi rasio kredit macet alias non performing loan (NPL) akan berada di kisaran 3%-4%. Sementara, rasio Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) di akhir tahun ini diproyeksikan Rp 18-21 triliun. Adapun, hingga kuartal III NPL secara gross masih terjaga di level 3,33% secara konsolidasi. Lalu, pada periode tersebut, rasio coverage CKPN konsolidasi di kisaran 205,15% sebagai antisipasi penurunan kualitas kredit akibat pandemi Covid-19.

Meski meningkatkan pencadangan, Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi memastikan bahwa likuiditas perseroan berada pada level yang aman. Hal ini didukung oleh pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) konsolidasi yang mencapai 14,92% secara tahunan, menjadi Rp 1.024,2 triliun, di mana komposisi dana murah mencapai 61,9%. Sedangkan aset konsolidasi sebesar Rp 1.407 triliun atau meningkat 10,27% yoy.

Namun, laba bersih konsolidasi hingga September 2020 anjlok 30,73% menjadi hanya Rp 14,03 triliun. Diprediksi, laba bersih hingga akhir tahun ada di Rp 16 triliun.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

September, Dana Pemda Mengendap di Perbankan Rp 194,12 Triliun

Total dana simpanan pemerintah daerah (Pemda) di perbankan hingga akhir September mencapai Rp 194,12 triliun.

EKONOMI | 25 Oktober 2021

Menaker: Bonus Demografi Peluang Besar untuk Maju bagi Indonesia

Indonesia memiliki jumlah penduduk yang cukup banyak dan didominasi usia produktif, yaitu usia antara 14-64 tahun.

EKONOMI | 25 Oktober 2021

Harga Batu Bara Naik, Laba Bersih Bukit Asam Melonjak 175,89%

Laba bersih PT Bukit Asam Tbk (PTBA) hingga kuartal III-2021 mengalami peningkatan 175,89% menjadi Rp 4,76 triliun

EKONOMI | 25 Oktober 2021

Sri Mulyani Sebut Realisasi Belanja APBD Masih Rendah

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mencatat realisasi belanja APBD masih rendah. Ia mengatakan, realisasi hingga September baru mencapai 49,56%.

EKONOMI | 25 Oktober 2021

Summarecon Luncurkan Scarlet Commercial di Bekasi

Bangunan properti komersial dapat menjadi pilihan investasi properti yang sangat menguntungkan.

EKONOMI | 25 Oktober 2021

PTPP Kantongi Kontrak Baru Rp 13,48 Triliun per September 2021

Sampai dengan September 2021, kontrak baru dari BUMN mendominasi perolehan kontrak baru PTPP dengan kontribusi sebesar 59%.

EKONOMI | 25 Oktober 2021

Menteri ESDM: ASEAN Power Grid Mampu Tingkatkan Pemanfaatan Energi Baru dan Terbarukan

ASEAN Power Grid akan mendorong pencapaian komponen EBT dengan target peningkatan kapasitas daya terpasang EBT di ASEAN hingga 35% pada 2025.

EKONOMI | 25 Oktober 2021

Naik, Pendapatan Negara Sudah 77,7% dari Target APBN

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, sampai dengan 30 September 2021, pendapatan negara terealisasi sebesar Rp 1.354,8 triliun.

EKONOMI | 25 Oktober 2021

Penjualan Triwulan III 2021 Meningkat, Kalbe Farma Naikkan Target Penjualan

PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) menaikkan target pertumbuhan penjualan dan laba bersih pada akhir tahun 2021 menjadi sebesar 11% hingga 13%.

EKONOMI | 25 Oktober 2021

Menkeu Naikkan Batas Bawah Proyeksi Pertumbuhan PDB Kuartal III 2021

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) meningkatkan proyeksi batas bawah pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal III menjadi 4,3% dari 4%.

EKONOMI | 25 Oktober 2021


TAG POPULER

# Tes PCR


# Greysia Polii/Apriyani Rahayu


# Cristiano Ronaldo


# PSIS


# Sekjen Kemendagri



TERKINI
Tiga Jalur Capres 2024: Kepala Daerah, Menteri, dan Politikus

Tiga Jalur Capres 2024: Kepala Daerah, Menteri, dan Politikus

POLITIK | 7 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings