APTI: CHT Naik, Serapan Tembakau ke Petani Rendah
INDEX

BISNIS-27 540.837 (-8.19)   |   COMPOSITE 6428.31 (-54.9)   |   DBX 1183.86 (16.52)   |   I-GRADE 188.148 (-2.58)   |   IDX30 539.476 (-8.89)   |   IDX80 144.979 (-1.68)   |   IDXBUMN20 440.639 (-3.89)   |   IDXESGL 147.926 (-1.09)   |   IDXG30 146.726 (-1.41)   |   IDXHIDIV20 473.385 (-7.91)   |   IDXQ30 152.644 (-1.92)   |   IDXSMC-COM 299.578 (-0.96)   |   IDXSMC-LIQ 376.282 (-1.41)   |   IDXV30 152.705 (-1.81)   |   INFOBANK15 1086.82 (-23.03)   |   Investor33 459.04 (-6.31)   |   ISSI 190.39 (-0.94)   |   JII 671.594 (-3.85)   |   JII70 236.079 (-1.46)   |   KOMPAS100 1294.89 (-15.54)   |   LQ45 1002.38 (-13.63)   |   MBX 1785.38 (-21.17)   |   MNC36 340.467 (-4.76)   |   PEFINDO25 342.936 (-2.7)   |   SMInfra18 325.457 (-0.02)   |   SRI-KEHATI 391.973 (-5.4)   |  

APTI: CHT Naik, Serapan Tembakau ke Petani Rendah

Senin, 26 Oktober 2020 | 15:30 WIB
Oleh : Rully Satriadi / RSAT

Jakarta, Beritasatu.com - Rencana pemerintah menaikkan cukai rokok atau Cukai Hasil Tembakau (CHT) untuk 2021 menjadi 17% dinilai sangat memberatkan petani tembakau di Pulau Jawa.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Jawa Tengah, Muh Rifai mengatakan, pada intinya para petani tembakau di Jawa Tengah sangat keberatan jika pemerintah menaikkan CHT sebesar 17%.

“Efek dari kenaikan CHT berimbas pada serapan tembakau petani oleh pabrikan rokok. Jika CHT naik, harga jual rokok ke konsumen pasti meningkat, saat ini daya beli konsumen rokok mengalami penurunan dan pabrikan rokok pasti menurunkan produksi,” kata Rifai dalam keterangannya, Senin (26/10/2020).

Menurut Rifai, petani tembakau jangan dibebani untuk memulihkan perekonomian negara dengan kenaikan CHT.

“Dengan kenaikan CHT tahun lalu, serapan tembakau petani oleh pabrikan semakin menurun. Ketika panen tembakau, harga jualnya sangat rendah,” paparnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI), Samukrah mengungkapkan, kenaikan CHT sebesar 17% pada tahun 2021 akan merugikan petani tembakau.

“Jika CHT naik, produksi rokok tidak akan berjalan karena bahan bakunya dibeli murah. Hal ini sangat memberatkan petani tembakau,” ujar Samukrah.

Lebih lanjut, pemerintah harus membuat regulasi yang jelas bagi petani tembakau di beberapa wilayah karena setiap tahun selalu mengalami masalah saat panen, sehingga selalu dirugikan terkait harga.

"Petani tembakau di Sumenep dan beberapa wilayah Madura selalu mempunyai masalah yang tidak pernah selesai, karena tidak adanya regulasi soal harga, sehingga selalu dirugikan, ditambah lagi kenaikan CHT,” tutur Samukrah.

Senada dengan Samukrah, Ketua DPC Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Lamongan, Mudi menambahkan, bagi petani tembakau, dampak kenaikan CHT pada tahun lalu menyebabkan tembakau di wilayah Jawa Timur tidak terserap 35% hingga 45%.

“Akibat kenaikan CHT, serapan ke pabrikan menurun dan harga tembakau juga anjlok. Kami menolak Kenaikan CHT karena memberatkan petani tembakau,” tegasnya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Nasabah Kecil Jadi Korban AJB Bumiputera

Setelah membayar rutin premi selama 14 tahun, uang pertanggungan tak bisa diproses. Bocor di payung Bumiputera sudah terlalu besar dan sulit ditambal.

EKONOMI | 26 Oktober 2020

Airlangga: Pemerintah Fokus Membuka Lapangan Pekerjaan Baru

Menurut Airlangga, pemerintah fokus memastikan ketersediaan lapangan kerja akibat dampak pandemi Covid-19.

EKONOMI | 26 Oktober 2020

Gandeng UI, Bapeten Kampanyakan Manfaat dan Pengawasan Tenaga Nuklir

Semua faktor yang berpotensi mempengaruhi pemanfaatan penggunaan tenaga nuklir, serta pengawasannya, perlu diantisipasi.

EKONOMI | 26 Oktober 2020

Tingkatkan Konsumsi Ayam Dalam Negeri Solusi Bantu Peternak

Memenuhi asupan gizi di masa pandemi sangat penting, salah satunya mengonsumsi daging ayam.

EKONOMI | 26 Oktober 2020

Konsumen Tetap Beli Properti Saat Pandemi, Proyek LPKR Laris Manis

Cendana Peak merupakan proyek kedua setelah peluncuran klaster Cendana Homes pada Juli lalu yang mengalami kelebihan permintaan hingga tiga kali lipat.

EKONOMI | 26 Oktober 2020

ExxonMobil Hadirkan Laboratorium Analisis Pelumas untuk Industri

EMLI menghadirkan laboratorium Mobil Servâ„  Lubricants Analysis (MSLA) di Indonesia.

EKONOMI | 26 Oktober 2020

Google dan Temasek Investasi US$ 350 Juta di Tokopedia

Google and Temasek Holdings setuju berinvestasi US$ 350 juta di Tokopedia.

EKONOMI | 26 Oktober 2020

Bank Mandiri Proyeksi 10% Debitur Restrukturisasi Tak Mampu Bangkit Lagi

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk telah merestrukturisasi kredit mencapai Rp 116,4 triliun dari 525.665 debitur.

EKONOMI | 26 Oktober 2020

Kurs Rupiah BI Dipatok Menguat 41 Poin

Kurs rupiah berada di level Rp 14.645 per dolar AS atau menguat 5 poin dibandingkan perdagangan sebelumnya Rp 14.650.

EKONOMI | 26 Oktober 2020

Penyaluran Kredit Bank Mandiri Tumbuh 3,79%

Hingga September 2020, Bank Mandiri telah menyalurkan Rp 14,74 triliun atau 83,28% dari target penyaluran tahun ini.

EKONOMI | 26 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS