Legislator Dukung Transformasi Energi yang Dilakukan Kementerian BUMN
INDEX

BISNIS-27 537.873 (-1.54)   |   COMPOSITE 6307.13 (-48.56)   |   DBX 1215.21 (-5.42)   |   I-GRADE 185.638 (-0.44)   |   IDX30 533.814 (-2.1)   |   IDX80 142.76 (-0.73)   |   IDXBUMN20 425.411 (-4.99)   |   IDXESGL 147.067 (-0.47)   |   IDXG30 144.927 (0.21)   |   IDXHIDIV20 469.552 (-2.43)   |   IDXQ30 151.508 (0.19)   |   IDXSMC-COM 286.952 (-2.83)   |   IDXSMC-LIQ 357.858 (-1.26)   |   IDXV30 144.532 (-2.19)   |   INFOBANK15 1076.36 (2.19)   |   Investor33 457.615 (-2.19)   |   ISSI 184.91 (-1.68)   |   JII 650.972 (-4.67)   |   JII70 227.363 (-1.7)   |   KOMPAS100 1270.4 (-8.29)   |   LQ45 991.58 (-3.63)   |   MBX 1739.82 (-14.27)   |   MNC36 337.819 (-1.76)   |   PEFINDO25 325.262 (6.76)   |   SMInfra18 322.474 (-5.58)   |   SRI-KEHATI 391.563 (-2.01)   |  

Legislator Dukung Transformasi Energi yang Dilakukan Kementerian BUMN

Selasa, 27 Oktober 2020 | 11:59 WIB
Oleh : Yudo Dahono / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mendorong transformasi energi dan pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) untuk perkuat ketahanan energi nasional. Hal itu berangkat dari kebutuhan bahwa dunia tengah menghadapi transformasi sistem energi. Dari energi fosil yang menghasilkan polusi udara menjadi energi terbarukan yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Maka dari itu, Kementerian BUMN terus melakukan transformasi di bidang ketahanan energi dengan mengembangkan electric vehicle (EV) battery bagi kendaraan listrik, sinergitas kilang dan pertrokimia, implementasi transisi yang jelas dan terpadu untuk peralihan dari sumber daya fosil dan energi terbarukan sesuai dengan potensi cadangan yang dimiliki dan kebutuhan energi ke depan.

Anggota komisi VI DPR RI, Andre Rosiade mendukung upaya Erick Thohir menjalankan transformasi energi dan mengembangkan program Energi Baru Terbarukan (EBT) yang ingin diwujudkan Kementerian BUMN guna ketahanan energi nasional.

“Kalau bisa BUMN-BUMN kita bisa bersatu keroyokan semuanya untuk membangun indsutri ini, apalagi sumber daya alamnya, sumber daya alam kita, tentu kami di komisi VI sangat mendukung langkah-langkah ini,” ujar Andre, Selasa (27/10/2020).

Andre juga menyambut baik, langkah Erick Thohir untuk mewujudkan kemandirian dan ketahanan energi nasional, dengan melibatkan berbagai sektor, terutama perusahaan-perusahaan BUMN yang berada dalam klaster energi dan minerba seperti PLN, Pertamina, MIND ID dan bukit asam.

“Saya rasa ini baik ya dan kita juga mendengar bahwa berbagai BUMN seperti Pertamina, MIND ID, PLN, serta Bukit Asam dilibatkan, saya rasa itu langkah yang tepat, semuanya terlibat dalam rencana besar ini, bagaimana kita bisa punya kemandirian energi, kita bisa mempunyai industri baterai,” ungkapnya.

Andre menambahkan, cadangan nikel di Indonesia merupakan yang terbesar di dunia, dengan kualitas yang terbaik, sehingga harus dapat dioptimalkan sebaik mungkin.

“Karena memang deposit nikel terbesar dunia ada dikita, lalu kualitas kita nikel luar biasa kenapa bukan perusahaan Indonesia yang mengembangkan, yang membesarkan industri battery ini, kenapa harus dari luar,” tuntasnya.

Sementara itu, Pengamat Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dari Universitas Indonesia (UI) Toto Pranoto menilai rencana Erick Thohir itu sejalan dengan peta industri dunia yang perduli terhadap lingkungan.

“Ini konsekuensi logis saja dari kecenderungan industri di dunia yang pro green. Karena dengan protokol tersebut, produk mereka relatif bisa diterima secara global.” Kata Toto, Selasa (27/10).

Menurut Toto, investasi di sektor Energi Baru Terbarukan (EBT) memerlukan biaya investasi yang besar dan menuntut penerapan teknologi tinggi, sehingga diperlukan perhitungan yang cermat terkait nilai investasi dan keuntungan yang akan diterima.

“Contoh energi panas bumi di Kamojang milik Pertamina memerlukan skala ekonomi yang cukup untuk bisa berproduksi optimal. Terdapat beberapa potensi panas bumi yang lain, tapi belum bisa dikembangkan karena pertimbangan biaya investasi dan return yang bisa diterima investor.” Bebernya.

Selain itu, lanjut Toto, PLN juga telah mencoba untuk mengembangkan EBT berupa energi angin seperti Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) di Sidrap Sulawesi Selatan, ia menilai investasi tersebut relatif mahal, namun produktivitas outputnya tergantung kondisi alam (angin).

“Jadi EBT ini memang perlu investasi besar dan target Pemerintah di 2025 kontribusi EBT harus mencapai 23% dari keseluruhan energi nasional. Realisasi sampai dengan saat ini masih dibawah 15%,” ulasnya.

Toto menyarankan, untuk mengejar target tersebut maka perlu sinergi pemerintah dan dunia usaha. Dengan memberikan Insentif fiskal yang menarik kepada para investor yang akan masuk di industri ini.

“Demikian pula komitmen dunia usaha patut ditingkatkan untuk penggunaan energi bersih. Ujungnya terdapat keseimbangan demand dan supply sehingga harga ekonomis EBT bisa terealisir,” tuntasnya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

BEI Targetkan Transaksi Harian Bursa Rp 8,5 Triliun

BEI menargetkan jumlah pencatatan efek baru pada 2021 menjadi 30 perusahaan.

EKONOMI | 27 Oktober 2020

Sesi Siang, IHSG Melemah 6 Poin ke 5.137

Volume perdagangan hingga sesi siang ini tercatat sebanyak 82.543 miliar saham senilai Rp 4,447 triliun.

EKONOMI | 27 Oktober 2020

Peringati Sumpah Pemuda, Pemerintah Dorong Pembangunan Industri di Seluruh Negeri

Pembangunan industri juga harus memperhatikan lingkungan hidup dan prinsip pembangunan berkelanjutan untuk kepentingan generasi mendatang.

EKONOMI | 27 Oktober 2020

Emas Antam Stagnan di Rp 1,007 Juta Per Gram

Untuk pecahan 500 gram sebesar Rp 473,820 juta.

EKONOMI | 27 Oktober 2020

Allianz Life Indonesia Luncurkan Sekoci Amana

Prinsip asuransi syariah yang diterapkan pada produk Sekoci Amana, mengajak nasabah untuk memiliki perlindungan sekaligus berbagi kebaikan.

EKONOMI | 27 Oktober 2020

Rupiah di Awal Sesi Menguat Sejalan Mata Uang Asia

Transaksi rupiah pagi ini diperdagangkan dalam kisaran Rp 14.650-Rp 14.680 per dolar AS.

EKONOMI | 27 Oktober 2020

Aksi Jual Saham Warnai Awal Perdagangan

Pukul 09.10 WIB, indeks harga saham gabungan turun 5,8 poin (0,10 persen) menjadi 5.139.

EKONOMI | 27 Oktober 2020

Meski Covid-19 Melonjak, Harga Minyak Naik di Perdagangan Asia

Patokan internasional minyak mentah berjangka Brent naik 0,17% menjadi US$ 40,53 per barel.

EKONOMI | 27 Oktober 2020

Bursa Asia Berguguran, Investor Tunggu Kinerja HSBC

Di Jepang, indeks Nikkei 225 merosot 0,88% pada awal perdagangan.

EKONOMI | 27 Oktober 2020

Harga Emas Naik Tipis Saat Kekhawatiran Covid-19 Imbangi Penguatan Dolar

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi COMEX New York Exchange, naik tipis US$ 0,5 atau 0,03% menjadi US$ 1.905,70 per ounce.

EKONOMI | 27 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS