Logo BeritaSatu

Pemerintah Dorong Substitusi Impor Bahan Baku Baterai Kendararaan Listrik

Rabu, 28 Oktober 2020 | 21:28 WIB
Oleh : Whisnu Bagus Prasetyo / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Pengembangan teknologi baterai dalam negeri untuk mendukung industri kendaraan listrik masih terkendala penyediaan bahan baku mineral lithium. Untuk mengatasi hal tersebut, Kementerian Perindustrian (Kemperin) mendorong proses recovery lithium dari recycle baterai bekas, sebagai upaya substitusi impor yang ditunjang hilirisasi industri.

Hal ini sejalan dengan arahan Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita, yang mendorong industri penghasil substitusi impor. Kemperin telah memetakan sektor-sektor yang perlu dipacu terkait substitusi impor di antaranya industri mesin, kimia, logam, elektronik, dan kendaraan bermotor.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemperin Doddy Rahadi mengatakan, dampak positif substitusi impor di sektor industri yakni penyerapan tenaga kerja, peningkatan kemampuan belanja dalam negeri dengan semakin bertambahnya tingkat komponen dalam negeri (TKDN) serta peningkatan ekspor dengan pendalaman struktur industri. "Dengan menghasilkan komponen subsitusi impor, kita tidak lagi bergantung pada negara lain," kata Doddy dalam webinar bertema "Peluang dan Tantangan Industri Recycling Limbah B3 (Baterai Kendaraan Listrik) yang diselenggarakan BPPI melalui unit satuan kerjanya Balai Besar Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri (BBTPPI) Semarang dalam keterangan yang diterima Rabu (28/10/2020).

Doddy menambahkan strategi pemerintah mendorong baterai kendaraan listrik dalam negeri dalam upaya mewujudkan Indonesia sebagai salah satu pemain utama komponen kendaraan listrik. Diperlukan upaya memanfaatkan sumber daya alam (SDA) untuk substitusi impor komponen baterai. "Hal ini merupakan tantangan bagi akademisi, pelaku industri, pemerintah, peneliti, perekayasa serta asosiasi," kata dia.

Pada kesempatan yang sama, Dirjen Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemperin, Gati Wibawaningsih menyampaikan dengan teknokogi yang tepat, industri recycle akan efisien. Selain itu, menjadi jawaban memperkuat ekosistem industri dan ekonomi sirkular, termasuk untuk baterai bekas kendaraan bermotor listrik.

Director dan External Affairs PT Hyundai Motor Manufacturing Indonesia, Tri Wahono Brotosanjoyo mengungkapkan guna mengatasi ketiadaan bahan baku mineral lithium, perlu ada proses recovery lithium dari recycle baterai bekas. Dengan inovasi tersebut, Indonesia dapat memiliki cadangan lithium meski tidak memiliki tambang lithium dari alam. "Upaya ini juga salah satu bentuk circular economy di bidang energi, khususnya pada kendaraan bermotor listrik,"" ungkapnya.

Saat ini sudah ada perusahaan recycle baterai yaitu PT Indonesia Puqing Recycling Technology. General Manager PT Indonesia Puqing Recycling Technology Li Liang, menyampaikan perusahaannya telah memiliki teknologi recycle baterai kendaraan listrik. PT Indonesia Puqing Recycling telah mendirikan pabrik di Morowali, Sulawesi Tengah, dan siap menerapkan teknologi untuk memproduksi baterai melalui proses recycle dari baterai bekas. Namun untuk menjalankan produksi masih terkendala dengan perizinan, mengingat baterai bekas tergolong ke dalam limbah Bahan Beracun dan Berbahaya (B3).

Recycling limbah baterai kendaraan motor listrik berkontribusi meningkatkan pendapatan ekonomi, penerapan standar pengolahan, pengembangan teknologi dalam bidang recycle, serta meningkatkan ketersediaan bahan baku bagi industri baterai kendaraan motor listrik. "Industri recycle baterai saat ini harus mengimpor bahan bakunya, karena baterai lithium bekas di dalam negeri tidak mencukupi. Untuk itu kami memerlukan izin impor karena baterai bekas tergolong jenis limbah B3," kata Li Liang.

Terkait permasalahan limbah B3 pada industri, Kepala BBTPPI, Ali Murtopo Simbolon, menyatakan kesiapannya untuk mendukung pengelolaan limbah baterai dalam rangka menyongsong era kendaraan listrik. "Kita dapat memetakan tata kelola baterai bekas di Indonesia dalam menciptakan ekosistem industri kendaraan bermotor listrik dengan memperhitungkan nilai keekonomian," kata dia.

Di samping itu, perlu melihat best practise internasional dalam pengelolaan baterai bekas untuk selanjutnya dipertimbangkan diterapkan di Indonesia. Selanjutnya menyusun kajian akademik sebagai masukan untuk regulasi yang dibutuhkan dalam pengelolaan baterai bekas tersebut. "Untuk itu diperlukan kolaborasi dengan para stakeholder industri," pungkasnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Hingga Agustus, Belanja Kompensasi dan Subsidi Rp 244,6 T

Kemenkeu mengungkapkan realisasi belanja kompensasi dan subsidi hingga akhir Agustus 2022 mencapai Rp 244,6 triliun.

EKONOMI | 27 September 2022

Harga Right Issue Garuda Indonesia Rp 50-Rp 150 Per Saham

Garuda Indonesia siap melepas sebanyak 225 miliar saham baru atau setara 871,44% dengan harga pelaksanaan antara Rp 50-Rp 150 per saham.

EKONOMI | 27 September 2022

Pemerintah Diminta Masifkan Uji Coba Kompor Listrik Induksi

Pengamat kebijakan publik Trubus Rahadiansyah meminta pemerintah memasifkan uji coba kompor listrik.

EKONOMI | 26 September 2022

Karabha Digdaya Komitmen Fasilitasi Kemajuan Pelaku UMKM

PT Karabha Digdaya bersama-sama stakeholders meresmikan gerai UMKM di wilayah Kelurahan Jatijajar, Kecamatan Tapos, Kota Depok.

EKONOMI | 26 September 2022

Green Pramuka City Optimistis Pemerintah Mampu Atasi Pandemi

Green Pramuka City turut merasakan pandemi Covid-19 telah membentuk suatu ketidakpastian dan mendorong turunnya indeks demand properti.

EKONOMI | 26 September 2022

Multifinance Bidik Peluang Pembiayaan Kendaraan Listrik

Inpres 7/2022 terkait Percepatan Penggunaan Kendaraan Listrik Berbasis Baterai, menjadi angin segar untuk industri multifinance.

EKONOMI | 26 September 2022

Anson Company dan Mayekawa Perkuat Bisnis Rantai Pendingin

Kerja sama strategis Anson Company dan Mayekawa selama 49 tahun pecahkan rekor pembelian produk dengan 29 unit kompresor rantai pendingin industri.

EKONOMI | 26 September 2022

Proshop Card, Strategi Daikin Perkuat Layanan Konsumen

Ketatnya persaingan bisnis AC di Indonesia memacu PT Daikin Airconditioning Indonesia untuk memperkenalkan Daikin Proshop Card.

EKONOMI | 26 September 2022

Konversi Kompor LPG ke Listrik Dinilai Bisa Sia-sia Jika...

Program konversi kompor LPG ke listrik dengan membagikan kompor induksi gratis tanpa melakukan penarikan tabung LPG 3 kg akan sia-sia.

EKONOMI | 26 September 2022

Sri Mulyani Catat Realisasi PC-PEN Capai Rp 214,9 Triliun

Sri Mulyani menyatakan, program PC-PEN telah terealisasi Rp 214,9 triliun hingga 16 September 2022 atau 47,2% dari pagu anggaran Rp 455,62 triliun.

EKONOMI | 26 September 2022


TAG POPULER

# Iran


# Kudeta Tiongkok


# Guru Besar UGM Tergulung Ombak


# Xi Jinping


# Lukas Enembe


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Hingga Agustus, Belanja Kompensasi dan Subsidi Rp 244,6 T

Hingga Agustus, Belanja Kompensasi dan Subsidi Rp 244,6 T

EKONOMI | 2 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings