Kemkop dan UKM Terus Perkuat Transformasi Perkoperasian
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 515.204 (-2.06)   |   COMPOSITE 6290.8 (-32.05)   |   DBX 1362.34 (-1)   |   I-GRADE 180.342 (-1.16)   |   IDX30 506.102 (-3.59)   |   IDX80 136.192 (-1.32)   |   IDXBUMN20 397.025 (-3.48)   |   IDXESGL 139.555 (-0.83)   |   IDXG30 142.425 (-1.56)   |   IDXHIDIV20 448.193 (-3.29)   |   IDXQ30 145.469 (-0.81)   |   IDXSMC-COM 298.549 (-2.25)   |   IDXSMC-LIQ 357.569 (-6.36)   |   IDXV30 134.488 (-2.08)   |   INFOBANK15 1048.13 (3.23)   |   Investor33 435.467 (-1.63)   |   ISSI 181.572 (-2.16)   |   JII 618.362 (-9.56)   |   JII70 218.204 (-3.25)   |   KOMPAS100 1215.76 (-9.91)   |   LQ45 948.468 (-7.11)   |   MBX 1702.13 (-9.99)   |   MNC36 323.237 (-1.37)   |   PEFINDO25 323.55 (-1.68)   |   SMInfra18 308.555 (-4.24)   |   SRI-KEHATI 369.754 (-1.01)   |  

Kemkop dan UKM Terus Perkuat Transformasi Perkoperasian

Kamis, 29 Oktober 2020 | 21:41 WIB
Oleh : Siprianus Edi Hardum / EHD

Jakarta, Beritasatu.com - Tantangan baru yang dihadapi dunia perkoperasian nasional tidak hanya sekadar mengubah cara berbisnis dengan memanfaatkan perkembangan teknologi digital dan inovasi produk. Tetapi juga, menjadi momentum untuk menghadirkan visi baru di tengah perubahan sosial ekonomi yang sangat dinamis

Hal itu dikatakan Asisten Deputi (Asdep) Penelitian dan Pengkajian Koperasi dan UMKM KemenkopUKM Mangatas Pasaribu, pada acara FGD Pengembangan Peran Koperasi Dalam Pemulihan Ekonomi Nasional (Membangun Ketahanan Sistem Finansial Koperasi, Pasca Pandemi Covid-19 Terhadap Koperasi), di Jakarta, Rabu (28/10/20020).

"Menteri Koperasi dan UKM terus mendorong koperasi harus bisa berinovasi dalam digitalisasi. Termasuk meningkatkan kreatifitas koperasi dalam pengembangan usahanya," kata Mangatas.

Mangatas menekankan koperasi dapat memanfaatkan momentum ini untuk membangun transformasi perkoperasian Indonesia, khususnya di bidang finansial.

Pihaknya juga telah melaksanakan beberapa penelitian dan pengkajian, diantaranya model factory sharing, dampak Covid-19 terhadap KUMKM, hingga Indeks Pembangunan Koperasi (IPK) Indonesia.

"Saya berharap FGD ini bisa menjadi bahan masukan dalam merumuskan kebijakan transformasi koperasi di bidang finansial," tukas Mangatas.

Dalam kesempatan yang sama, Peneliti Ahli Utama KemenkopUKM Johny W Situmorang mengungkapkan bahwa kelemahan struktural koperasi justru terlihat saat pandemi Covid-19, terutama sistem finansialnya.

"Oleh karena itu, ke depan, koperasi memerlukan sistem ketahanan finansial," tandas Johny.

Menurut Jonny, beberapa dampak dari pandemi terhadap koperasi adalah guncangan bisnis koperasi (supply chain), terganggu finansial, terganggu implementasi fungsi sosial, dan pemutusan hubungan kerja karyawan.

"Berdasarkan kajian ilmiah, koperasi akan pulih pada Kuartal II 2022. Namun, kita bisa percepat dengan akselerasi tinggi, sehingga bisa pulih pada 2021," ucap Johny.

Untuk itu, Johny berharap pelaku koperasi melakukan transformasi koperasi, hingga penguatan sistem finansial perkoperasian.

Di mata Johny, hal lain yang musti diperbaiki adalah banyak aset koperasi tidak produktif. Koperasi juga banyak bergantung dari modal luar. "Padahal, prinsip koperasi itu harus kuat karena modal dari dalam," ujar Johny.

Johny berharap, koperasi primer harus terintegrasi secara vertikal dengan koperasi sekunder, untuk memperkuat sistem finansial koperasi. "Kemitraan antar koperasi harus terus ditingkatkan," tegas Johny.

Nara sumber lainnya, Stefanus Saragih dari Induk Koperasi Kredit (Inkopdit) menyebutkan bahwa kekhawatiran akan adanya dampak pandemi bagi koperasi sudah ada sejak awal Covid-19.

"Apalagi, kita Kopdit berbeda dengan KSP. Kita menerima dana simpanan dan tabungan hanya dari anggota. Begitu juga penyaluran kredit hanya untuk anggota," kata Stefanus.

Selain itu, lanjut Stefanus, Kopdit juga memiliki risiko likuiditas, dimana simpanan dan tabungan bisa ditarik anggota. Begitu juga dengan risiko kredit adalah gagal bayar.

Untuk itu, banyak Kopdit melakukan langkah untuk memperkuat layanan untuk anggota. "Kopdit juga melakukan pengembangan usaha para anggota, hingga terhubung dengan pasar. Salah satunya, membangun marketplace sendiri untuk penjualan produk yang dihasilkan anggota," pungkas Stefanus.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Ada Peluang Bisnis bagi UMKM di Tengah Covid-19

Pelaku UMK harus mampu merespon perubahan-perubahan perilaku dan pola konsumen.

EKONOMI | 29 Oktober 2020

IYKRA dan Techbros GmbH Dorong Pengembangan Talenta Indonesia

IYKRA telah mewujudkan visinya untuk menciptakan ekosistem data dan AI di Indonesia untuk menjadi kekuatan Indonesia di masa depan.

EKONOMI | 29 Oktober 2020

Kemperin Akselerasi Pengembangan Perwilayahan Industri

Pembangunan WPPI berbasis pada pengembangan industri dengan pendayagunaan potensi sumber daya wilayah, penguatan infrastruktur industri, dan konektivitas.

EKONOMI | 29 Oktober 2020

Dua Inisiatif BI Dorong Digitalisasi Ekonomi dan Keuangan Syariah

Ekonomi dan keuangan syariah memiliki potensi besar untuk diintegrasikan dengan digitalisasi.

EKONOMI | 29 Oktober 2020

Jumlah Penumpang Pesawat di Bandara Soetta Cetak Rekor

AP II mencatat jumlah pergerakan penumpang di Bandara Soetta mencapai 61.000 penumpang pada 28 Oktober 2020.

EKONOMI | 29 Oktober 2020

BRI Komitmen Dorong UMKM Naik Kelas

Metode inkubasi dan pembentukan ekosistem harus dikedepankan dalam mendorong UMKM di Indonesia dapat naik kelas.

EKONOMI | 29 Oktober 2020

Erick Perbesar Porsi Perempuan, KPPI: Momentum Tranformasi Karier Wanita di BUMN

Erick Thohir menargetkan setidaknya 15 persen dari total direksi yang ada diisi oleh perempuan.

EKONOMI | 29 Oktober 2020

Upah Tak Dinaikkan, Pemerintah Tidak Ingin Banyak Buruh Di-PHK

Di tengah tekanan pandemi, perusahaan diminta tidak melakukan PHK.

EKONOMI | 29 Oktober 2020

Investree dan eFishery Distribusikan Rp 30 M untuk Pembudidaya Ikan di RI

Hingga saat ini, sudah ada 500 pembudidaya di eFishery yang didukung eFisheryFund.

EKONOMI | 29 Oktober 2020

Melalui Voting, Koperasi Sejahtera Bersama dan Kreditur Setuju Berdamai

Koperasi Simpan Pinjam Sejahtera Bersama merupakan salah satu dari 100 koperasi besar Indonesia dengan anggota lebih dari 70.000 orang.

EKONOMI | 29 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS