Sinergisitas BUMN Konstruksi Kembangkan KIT Batang
INDEX

BISNIS-27 541.037 (-2.19)   |   COMPOSITE 6389.83 (-67.98)   |   DBX 1207.48 (-6.95)   |   I-GRADE 186.044 (-1.8)   |   IDX30 536.499 (-4.06)   |   IDX80 144.214 (-1.63)   |   IDXBUMN20 435.358 (-10.84)   |   IDXESGL 149.259 (-0.62)   |   IDXG30 145.988 (-1.78)   |   IDXHIDIV20 471.745 (-3.45)   |   IDXQ30 152.642 (-1.01)   |   IDXSMC-COM 293.915 (-4.87)   |   IDXSMC-LIQ 367.505 (-7.32)   |   IDXV30 148.997 (-3.22)   |   INFOBANK15 1075.9 (-4.86)   |   Investor33 460.647 (-2.84)   |   ISSI 189.211 (-2.58)   |   JII 668.85 (-10.91)   |   JII70 234.095 (-3.95)   |   KOMPAS100 1287.09 (-14.11)   |   LQ45 998.257 (-9.21)   |   MBX 1767.88 (-20.12)   |   MNC36 340.661 (-2.42)   |   PEFINDO25 338.558 (0.19)   |   SMInfra18 329.085 (-4.86)   |   SRI-KEHATI 393.501 (-2.17)   |  

Sinergisitas BUMN Konstruksi Kembangkan KIT Batang

Jumat, 30 Oktober 2020 | 19:23 WIB
Oleh : Feriawan Hidayat / FER

Jakarta, Beritasatu.com - PT PP (Persero) Tbk atau PTPP, bersama beberapa badan usaha milik negara (BUMN) konstruksi melakukan sinergisitas guna mendukung program pemerintah dalam pengembangan Kawasan Industri Terpadu (KIT) di Indonesia.

Sebelumnya, PTPP bersama dengan PT Kawasan Industri Wijayakusuma (Persero) atau KIW, dan PT Perkebunan Nusantara IX (Persero) atau PTPN IX, terus mempercepat proses pembangunan KIT Batang Fase 1 seluas 450 hektare (Ha).

Direktur Utama PTPP, Novel Arsyad mengatakan, PTPP bersinergi bersama KIW, PTPN IX, Perumda Batang, BKPM, Kementerian BUMN dan Pemangku Kepentingan lainnya terus mempercepat penyelesaian administrasi dan pekerjaan lapangan pembangunan KIT Batang Fase 1 seluas 450 hektare.

"KIT Batang merupakan bagian dari program Pemerintah untuk mendorong penguatan sektor Industri di Indonesia. Oleh sebab itu, PTPP selalu mendukung setiap program yang dicanangkan oleh Pemerintah dalam rangka meningkatkan geliat perekonomian di Indonesia. PTPP optimistis pembangunan Fase 1 ini dapat selesai sesuai dengan yang ditargetkan oleh Pemerintah,” ujar Novel Arsyad dalam keterangan persnya, Jumat (30/10/2020).

KIT Batang

Dalam pengembangan KIT Batang Fase 1 ini akan dibangun beberapa fasilitas pendukung dan konektivitas kawasan, antara lain akses sementara kawasan, simpang susun tol KM 371+800, jalan sekunder sepanjang 11,4 kilometer (km), jalan utama sepanjang 5,2 km, marketing gallery, perluasan stasiun dan dryport, jaringan listrik, suplai air baku, rumah susun sederhana sewa (Rusunawa), dan IPAL sampah.

Saat ini, PTPP bersama dengan KIW dan PTPN IX tengah mempercepat progres pekerjaan pembangunan jalan akses sementara, perizinan, dan pembangunan marketing gallery. Adapun progres pekerjaan lapangan yang tengah dilakukan oleh PTPP, antara lain pembangunan jalan akses sementara telah mencapai progres sebesar 90 persen, clearing and grubbing Zona 1 dengan progres sebesar 44,8 persen, cut and fill Zona 1 dengan progres sebesar 1,32 persen, dan marketing gallery dengan progres sebesar 65 persen.

KIT Batang terletak di Kabupaten Batang Provinsi Jawa Tengah yang memiliki total luas lahan untuk dikembangkan seluas 4.300 hektar. Pengembangan kawasan yang terletak di koridor industri utara pulau Jawa ini didasarkan pada konsep The Smart & Sustainable Industrial Estate untuk merespon revolusi industry 4.0 di Indonesia maupun global.

KIT Batang ini dilayani oleh 5 jaringan infrastruktur utama yang memiliki konektivitas langsung dengan jalur kereta api yang menghubungkan pusat-pusat industri di sepanjang Pulau Jawa, terjangkau oleh 4 pelabuhan besar, 3 pelabuhan barang, 1 bandara internasional, akses Jalan Tol Trans Jawa, dan akses Jalan Nasional Rute 1 Pantura. Lokasinya yang strategis membuat KIT Batang menjadi pilihan yang optimal untuk investasi kawasan industri maupun tempat tinggal di masa depan.

KIT Batang memiliki luas keseluruhan 4.300 hektare dan dibagi menjadi 3 Klaster dimana Klaster 1 merupakan klaster yang akan dikembangkan pada Fase 1, khususnya pada lahan seluas 450 hektare. Dari total luasan lahan sebesar 4.300 hektare tersebut akan digunakan untuk rencana guna lahan sebesar 38,20 persen sebagai area industri dimana 37,45 persen sebagai gross non-saleable area dan 62,55 persen akan digunakan sebagai gross saleable area.

Adapun pembagian 3 klaster tersebut, yaitu: Klaster 1 seluas 3.100 hektare akan dilakukan pengembangan Industrial Estate & Industrial Township (Distrik Kreasi), Klaster 2 seluas 800 hektare akan digunakan untuk pengembangan Pusat Inovasi & Township (Distrik Inovasi), dan Klaster 3 seluas 400 hektare akan digunakan untuk pengembangan Pusat Rekreasi & Township (Distrik Rekreasi).



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Benyamin Davnie Sesalkan Terjadi Kekerasan Terkait Pilkada di Tangsel

Jangan ada kekerasan dalam Pilkada.

EKONOMI | 30 Oktober 2020

AP I Siap Bergabung dalam Holding BUMN Pariwisata

Saat ini masing-masing pihak membentuk gugus tugas yang akan mempersiapkan wadah, struktur hingga perencanaan.

EKONOMI | 30 Oktober 2020

Menteri BUMN Dorong Inovasi Bisnis BUMN untuk Menangkan Persaingan

Dengan latar belakang entrepreneur kelas dunia, penunjukkan Erick Thohir sebagai Menteri BUMN oleh Presiden RI Joko Widodo di Kabinet Indonesia Maju membawa

EKONOMI | 30 Oktober 2020

59% Anggota OKI Berpenghasilan Rendah dan Menengah ke Bawah

Negara-negara Islam harus saling membantu, salah satunya melalui wakaf.

EKONOMI | 30 Oktober 2020

Armada Pelni Dukung Penuh Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Pelni siap membantu menghubungkan konektivitas wilayah Morotai dengan daerah lain.

EKONOMI | 30 Oktober 2020

Perluas Distribusi, Mustika Ratu Gandeng Ralali

Kolaborasi ini membuat pelanggan lebih mudah memperoleh produk Mustika Ratu melalui saluran daring.

EKONOMI | 30 Oktober 2020

ASPAKRINDO Ikuti Simulasi Pelaporan Transaksi Perdagangan Aset Kripto

Mengikuti simulasi pelaporan transaksi jadi bukti nyata keseriusan ASPAKRINDO untuk mengembangkan perdagangan aset kripto di Indonesia.

EKONOMI | 30 Oktober 2020

Kemdag Terapkan Tiga Strategi Tingkatkan Kinerja Ekspor Produk Halal

Untuk meningkatkan kinerja ekspor produk halal dari Indonesia, Kemdag memiliki beberapa strategi yang digabungkan dengan berbagai instrumen yang tersedia.

EKONOMI | 30 Oktober 2020

Kempupera Aspal 793 Km Jalan Nasional

Jalan sepanjang 793 Km yang tersebar di 25 provinsi di Indonesia tercatat menggunakan Asbuton dengan volume kebutuhan sekitar 42.000 ton.

EKONOMI | 30 Oktober 2020

Xi Ji Siasati Pandemi dengan Menu Terjangkau

Xi Ji merupakan gerai kuliner kemitraan dengan produk makanan ringan ayam goreng siap saji dengan harga yang kompetitif.

EKONOMI | 30 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS