Setelah GSP, Dubes Lutfi Optimistis Arus Perdagangan RI-AS Meningkat
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Setelah GSP, Dubes Lutfi Optimistis Arus Perdagangan RI-AS Meningkat

Selasa, 3 November 2020 | 05:04 WIB
Oleh : Natasia Christy Wahyuni / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Keputusan Pemerintah Amerika Serikat (AS) untuk memperpanjang preferensi tarif Generalized System of Preferences (GSP) kepada Indonesia diyakini akan semakin mempererat kerja sama bisnis kedua negara. Duta Besar RI untuk AS, Muhammad Lutfi, optimistis bahwa fasilitas GSP akan meningkatkan arus perdagangan dua arah dan berdampak positif bagi nilai investasi RI dan AS.

“Di saat terjadinya disrupsi perdagangan dunia akibat pandemi Covid-19, adanya keringanan bea masuk hingga 0% di pasar AS, jelas membawa angin segar bagi eksportir di Tanah Air,” kata Lutfi dari Washington DC, AS, kepada wartawan secara virtual, Senin (2/11) malam.

GSP adalah fasilitas perdagangan berupa pembebasan tarif bea masuk yang diberikan secara unilateral oleh Pemerintah Amerika Serikat kepada negara-negara berkembang sejak 1974. Indonesia pertama kali mendapatkan fasilitas GSP dari AS pada tahun 1980. Namun AS melakukan evaluasi pemberian fasilitas itu sejak Maret 2018 sampai akhirnya memutuskan untuk memberi perpanjangan GSP kepada Indonesia pada 30 Oktober 2019 atau sehari setelah pertemuan Presiden RI Joko Widodo dan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo di Jakarta.

Lutfi mengatakan perpanjangan GSP ini tidak terlepas dari hubungan bilateral yang dijalin dengan sangat baik antara Indonesia dan AS, termasuk di tingkat pemimpin kedua negara. “Fasilitas GSP sangat penting dalam membantu agar produk-produk ekspor unggulan Indonesia dapat terus kompetitif di pasar AS yang memang dikenal memiliki tingkat persaingan yang tinggi,” kata Lutfi.

Lutfi mengatakan banyak usaha kecil menengah (UKM) masuk dalam pos-pos tarif yang mendapatkan fasilitas GSP seperti mebel, perhiasan perak, tas tangan, dan pintu kayu. Dari 3.572 pos tarif yang mendapatkan fasilitas GSP selama ini hanya 729 pos tarif (20,4%) yang menggunakan tarif 0% ke pasar AS. Sisanya, hampir 80% belum dimanfaatkan.

Terkait hal itu, Lutfi mengatakan Kedutaan Besar RI (KBRI) di Washington DC bersama kementerian terkait dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin), khususnya Kadin Indonesia Komite AS (KIKAS), segera melakukan program sosialisasi intensif kepada eksportir Indonesia agar mereka dapat mengoptimalkan preferensi tarif lewat GSP. “GSP menjadi insentif yang tepat bagi produk-produk primadona Indonesia, termasuk sektor UKM, untuk bersaing di pasar AS,” kata Lutfi.

Menurut Lutfi, setelah mendapatkan perpanjangan GSP, KBRI Washington langsung melakukan langkah untuk penyusunan road plan (rencana jalan) yang berfokus kepada skema 5+7+5, artinya lima produk utama (pakaian, karet, alas kaki, elektronik dan perabot rumah tangga), tujuh produk potensial (kayu, travel goods, produk kimia, perhiasan, mainan, rambut palsu dan produk kertas), dan lima produk strategis (mesin, plastik, suku cadang otomotif, alat optik dan medis, serta kimia organik.

Lutfi menambahkan pemerintah Indonesia juga memproyeksikan untuk menaikkan status GSP menjadi Limited Trade Deal (LTD) untuk meningkatkan sampai dua kali lipat perdagangan RI-AS mencapai US$ 60 miliar (Rp 878 triliun) pada 2024. “Sebagai dua perekonomian besar, kerja sama perdagangan dan investasi harus dilipatgandakan. LTD menjadi solusinya,” katanya.

LTD juga dapat mengoptimalkan potensi kerja sama di luar perdagangan barang, khususnya digital trade, energi dan infrastruktur, serta peningkatan arus investasi. Peningkatan arus perdagangan dua arah menjadi pintu masuk bagi perluasan kerjasama investasi.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Futures Dow Jones Menguat Jelang Pilpres AS

Futures Dow Jones Industrial Average naik 1,7%. S&P 500 Futures naik 1,48%, dan Nasdaq 100 Futures naik 1,31%.

EKONOMI | 2 November 2020

Garuda Raih Sertifikasi Kargo Farmasi

Sebagai national flag carrier, Garuda terus memperkuat kapabilitas layanan angkutan kargo dalam rangka mendukung percepatan penanganan pandemi.

EKONOMI | 2 November 2020

Menkeu: Anggaran Pendidikan Jangan Jadi Retorika Politik

Dalam konstitusi anggaran pendidikan diamanatkan 20% dari APBN dan Pemerintah berkomitmen menjaga amanat tersebut supaya tidak sekadar retorika politik.

EKONOMI | 2 November 2020

Industri Kekayaan Intelektual Nasional Berpotensi Maju ke Kancah Dunia

Indonesia adalah kunci strategis untuk memasuki pasar Asia oleh pelaku lisensi dunia.

EKONOMI | 2 November 2020

Oktober, Jumlah Penumpang di Bandara AP II Naik 19%

Lalu lintas penerbangan di bandara PT Angkasa Pura (AP) II (Persero) sepanjang Oktober 2020 cukup bergairah di tengah pandemi Covid-19.

EKONOMI | 2 November 2020

OJK Optimistis Rasio Kredit Macet Tak Akan Tembus 5%

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso meyakini, laju NPL masih akan tetap terjaga di level 3% dan tidak akan naik signifikan lagi.

EKONOMI | 2 November 2020

HUT Ke-25, Prudential Gulirkan Program Desa Maju

Dalam merayakan ulang tahun ke-25, Prudential Indonesia menggulirkan program Desa Maju Prudential yang berkolaborasi dengan Habitat for Humanity Indonesia.

EKONOMI | 2 November 2020

Jokowi Prediksi Investasi Kuartal III Terkontraksi 6%

Dalam rapat terbatas tingkat menteri, Jokowi meminta kinerja investasi di kuartal III tidak lebih buruk dari minus 5%.

EKONOMI | 2 November 2020

AS Perpanjang Bebas Tarif, Peluang Tingkatkan Ekspor

Sebagai satu-satunya yang memperoleh fasilitas GSP di Asia, Indonesia dapat memanfaatkan peluang untuk mendorong investasi dan ekspor.

EKONOMI | 2 November 2020

Kurs Rupiah Stabil di Kisaran Rp 14.625

Kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan sore hari ini, Senin (2/11/2020), terpantau stagnan di kisaran Rp 14.625.

EKONOMI | 2 November 2020


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS