Penyediaan Energi Listrik Dukung Pertumbuhan Industri
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 515.321 (0.13)   |   COMPOSITE 6289.65 (-10.34)   |   DBX 1346.19 (-0.83)   |   I-GRADE 181.205 (-0.24)   |   IDX30 507.3 (-1.52)   |   IDX80 137.13 (-0.74)   |   IDXBUMN20 404.453 (-2.76)   |   IDXESGL 139.923 (-0.24)   |   IDXG30 143.928 (-0.44)   |   IDXHIDIV20 446.912 (-0.73)   |   IDXQ30 145.336 (-0.08)   |   IDXSMC-COM 297.691 (-0.72)   |   IDXSMC-LIQ 363.216 (-3.38)   |   IDXV30 137.088 (-1.88)   |   INFOBANK15 1041.31 (6.61)   |   Investor33 435.377 (-0.06)   |   ISSI 184.679 (-0.96)   |   JII 634.506 (-5.6)   |   JII70 224.071 (-1.58)   |   KOMPAS100 1224.8 (-3.59)   |   LQ45 952.541 (-3.31)   |   MBX 1705.32 (-3.11)   |   MNC36 322.487 (-0.35)   |   PEFINDO25 325.966 (-1.13)   |   SMInfra18 310.375 (-2.65)   |   SRI-KEHATI 370.053 (-0.14)   |  

Penyediaan Energi Listrik Dukung Pertumbuhan Industri

Kamis, 5 November 2020 | 07:01 WIB
Oleh : Siprianus Edi Hardum / EHD

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Perindustrian (Kemperin) menaruh perhatian besar terhadap ketersediaan energi listrik bagi sektor industri. Pasalnya, listrik merupakan salah satu sumber energi utama bagi sektor industri dan termasuk faktor penentu daya saing industri dalam negeri.

“Sektor industri memerlukan listrik yang ketersediaanya terus berlanjut (sustainable), terjangkau (equity), dan cukup (security). Hal tersebut akan mendukung industri dalam negeri untuk menyediakan produk yang berkualitas dan berdaya saing,” ujar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam siaran persnya, Kamis (5/11/2020).

Secara keseluruhan, industri manufaktur merupakan sektor pengguna energi terbesar kedua, setelah sektor transportasi yang hampir keseluruhannya menggunakan BBM. Sedangkan sektor industri menggunakan batubara, listrik, gas, biomassa dan energi terbarukan lainya.

Konsumsi energi yang paling besar di sektor industri terdapat pada industri makanan, minuman dan tembakau dengan porsi 18,5%. Diikuti oleh industri pupuk, kimia, dan barang dari karet (18,1%), industri semen dan barang galian bukan logam (17,2%), industri tekstil, barang dari kulit, dan alas kaki (17%), serta industri logam dasar, besi, dan baja (9,7%).

“Dengan melihat kondisi ini, perencanaan penyediaan energi khususnya energi listrik harus selalu mengakomodasi perkembangan kebutuhan industri dan kawasan industri,” tegas Agus.

Ketersediaan listrik juga sangat berpengaruh pada keberhasilan penerapan peta jalan Making Indonesia 4.0. Dengan aspirasi mengembalikan ekspor naik 10% dari ekspor Ppoduk Domestik Bruto (PDB), meningkatkan produktivitas dua kali lipat terhadap peningkatan biaya produksi serta meningkatkan 2% pengeluaran research and development (R&D) untuk membangun kemampuan inovasi lokal, Making Indonesia 4.0 memetakan strategi pembangunan industri nasional melalui penerapan industri 4.0.

Untuk mempercepat implementasi industri 4.0, energi listrik sangat diperlukan dalam penyiapan infrastruktur dan platform digital, termasuk bagi kawasan industri.

“Pemenuhan kebutuhan energi listrik berkaitan erat dengan prioritas nasional dalam Making Indonesia 4.0, terutama pemenuhan target bauran energi baru dan terbarukan,” ujar Agus.

Di sisi lain, ketersediaan energi listrik juga berkaitan erat dengan penerapan kebijakan Peningkatan Penggunaan Produksi Dalam Negeri (P3DN). Program tersebut juga mendasari Kemenperin dalam mencanangkan program substitusi impor sebesar 35% pada tahun 2022.

Langkah yang ditempuh adalah menyasar penurunan impor pada beberapa sektor yang memiliki nilai impor tinggi sekaligus meningkatkan utilisasi industri secara bertahap hingga 85%.

Dalam peringatan Hari Listrik Nasional ke-75 tahun 2020, Menperin menyampaikan akan selalu mendukung setiap upaya peningkatan penggunaan produk dalam negeri dan daya saing industri dalam negeri.

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (Dirjen Ilmate) Kemperin, Taufiek Bawazier menambahkan, ketersediaan energi listrik yang memadai dan andal akan memberikan multiplier effect yang luar biasa.

”Tidak hanya mendukung daya saing industri dan menarik minat investasi, penyediaan energi listrik juga mendorong tumbuhnya industri komponen ketenagalistrikan di dalam negeri, hingga membuka lebih banyak lapangan kerja,” jelas Taufiek.

Dalam rangka peningkatan Tingkat Komponen dalam Negeri (TKDN) dalam proyek jaringan transmisi, Kemenperin telah menetapkan Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 24 Tahun 2020.

Peraturan tersebut menegaskan prioritas penggunaan barang/jasa produksi dalam negeri dalam pengadaan infrastruktur ketenagalistrikan.

”Salah satu yang diatur adalah persyaratan TKDN minimum sebesar 40% untuk pengadaan tower transmisi dan konduktor, sehingga bisa diikuti oleh penyedia dari dalam negeri,” kata dia.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Menkop dan UKM: Penerima UKM Award 2020 Merupakan Sosok Pahlawan Produk Lokal

10 unit UKM terpilih sebagai penerima penghargaan UKM Award 2020.

EKONOMI | 5 November 2020

Wall Street Meroket Meski Pemenang Pemilu AS Belum Jelas

Dow Jones Industrial Average melonjak 367,63 poin atau 1,3% menjadi 27.847,66.

EKONOMI | 5 November 2020

Bursa Eropa Menguat karena Investor Cermati Hasil Pemilu Amerika

Pan-European Stoxx 600 ditutup naik 1,9%.

EKONOMI | 5 November 2020

PT Pertamina Hulu Mahakam Terbitkan Kontrak Baru Jack-up Rig Hakuryu-14 Senilai US$ 96 Juta

Di tengah pandemi Covid-19, PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM), mengumumkan kelanjutan penggunaan jack-up rig Hakuryu-14 di WK Mahakam.

EKONOMI | 5 November 2020

Pandemi Covid-19 Munculkan Konsep Baru Hunian di Perkotaan

Pandemi Covid-19 mendorong pemikiran baru tentang adaptasi hunian di perkotaan.

EKONOMI | 4 November 2020

BI DKI Gelar Festival Kopi Nusantara

FKN 2020 diikuti lebih kurang 55 UMKM kopi binaan Bank Indonesia dari seluruh nusantara.

EKONOMI | 4 November 2020

Amerika Menghitung, Wall Street Menguat

Dow Jones Industrial Average futures naik 0,5%, S&P 500 naik 1,6% dan Nasdaq naik 3,5%.

EKONOMI | 4 November 2020

Bantu Pemulihan Ekonomi, Kadin Jatim Gelar Pameran Inapro Expo 2020

Sebanyak 121 perusahaan akan ikut meramaikan pameran yang digelar di Grand City Surabaya pada 19-22 November 2020.

EKONOMI | 4 November 2020

PEN Diharapkan Jadi Stimulus bagi Sektor Swasta

Dalam struktur ekonomi Indonesia, kontribusi sektor swasta mencapai lebih dari 70%.

EKONOMI | 4 November 2020

Arutmin Dapat Perpanjangan Izin Tambang

IUPK ini diberikan untuk jangka waktu selama 10 tahun sampai dengan tanggal 1 November 2030 dan dapat diperpanjang.

EKONOMI | 4 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS