Resesi, Indonesia Masih Berada di Periode Survival
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 515.321 (-4.16)   |   COMPOSITE 6289.65 (-83.65)   |   DBX 1346.19 (-24.1)   |   I-GRADE 181.205 (-2.01)   |   IDX30 507.3 (-6.33)   |   IDX80 137.13 (-2.24)   |   IDXBUMN20 404.453 (-7.79)   |   IDXESGL 139.923 (-1.71)   |   IDXG30 143.928 (-2.04)   |   IDXHIDIV20 446.912 (-4.93)   |   IDXQ30 145.336 (-1.29)   |   IDXSMC-COM 297.691 (-4.82)   |   IDXSMC-LIQ 363.216 (-8.7)   |   IDXV30 137.088 (-3.6)   |   INFOBANK15 1041.31 (-1.87)   |   Investor33 435.377 (-3.85)   |   ISSI 184.679 (-3.13)   |   JII 634.506 (-12.53)   |   JII70 224.071 (-4.19)   |   KOMPAS100 1224.8 (-16.44)   |   LQ45 952.541 (-12.58)   |   MBX 1705.32 (-21.32)   |   MNC36 322.487 (-3.05)   |   PEFINDO25 325.966 (-3.53)   |   SMInfra18 310.375 (-6.77)   |   SRI-KEHATI 370.053 (-3.26)   |  

Resesi, Indonesia Masih Berada di Periode Survival

Senin, 9 November 2020 | 15:57 WIB
Oleh : Iman Rahman Cahyadi / CAH

Jakarta, Beritasatu.com - Selama pandemi ekonomi belum diatasi, Indonesia belum akan merangkak ke fase pemulihan investasi. Prof Chatib Basri, Ekonom Universitas Indonesia mengatakan saat ini yang terjadi adalah yang penting selamat. Saat ini disebutnya sebagai periode survival. Setelah pandemi bisa diatasi, kegiatan ekonomi mengarah ke normal baru bisa masuk ke tahap pemulihan.

“Pemulihan hanya bisa dilakukan kalau pandeminya harus bisa di-address, kalau tidak bisa di-addressAnda akan berhadapan yang saya sebut skala ekonomi. Kalau kapasitas terpasangan masih banyak, saya nggak mungkin beroperasi 100 persen, ngapain saya berinvestasi kan?” ujarChatib Basri, dalam webinar"Peluang Mendorong Investasi Saat Pandemi” dalam Bicara Data Virtual Series, Senin (9/11/2020).

Menteri Keuangan Indonesia 2014 ini mengatakan investasi akan kembali masuk atau naik ketika ekonomi sudah mulai normal. “Hitungan sederhana ekonomi kita baru masuk kondisi normal itu di 2022, di situlah kita baru bisa bicara ekspansi, investasi swasta dan macam-macam,” tambahnya.

Pada saat itu penting memastikan adanya kemudahan dan kepastian investasi terutama di daerah.

Selain, perlu memasukan prinsip pembangunan berkelanjutan yaitu mengedepankan isu lingkungan dan perlindugan sosial. Tren sumber-sumber dana global saat ini menurut Chatib punya perhatian besar pada isu tersebut dalam keputusan investasinya.

“Mereka mulai menghindari pembiayaan sektor-sektor yang dinilai mengganggu environment, financing-nya sudah agak susah,” tambahnya.

Untuk itu, campur tangan pemerintah sangat penting, misalnya dengan menghapus subsidi bahan bakar fosil untuk mendorong penggunaan energi terbarukan dan ramah lingkungan.

Kepala Pusat Kebijakan Ekonomi Makro, Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Hidayat Amir sepakat dengan analisis Chatib Basri, bahwa saat ini ekonomi tanah air berada dalam fase survival. “Makanya yang dilakukan pemerintah dengan APBN 2020 dan akan diteruskan pada 2021, sepanjang Covid masih ada, prioritasnya ya menangani kesehatan,” katanya.

Di masa survival, kata Hidayat memang berat untuk mendorong investasi. Meski demikian Hidayat meyakini situasi survival sangat sementara, terlebih sebagai negara berkembang Indonesia sangat menjanjikan. “Pasti akan terjadi recovery, dan harapannya recovery itu tidak hanya cukup mengembalikan pada situasi awal, tetapi juga menjaga momentumnya,” tambahnya.

Artinya, pada saat pemulihan nanti seharusnya sisi investasi bisa bergerak lebih cepat dengan disokong bukan hanya kebijakan fiskal tetapi juga penyederhanaan regulasi.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

GrabFood Gelar Festival Kuliner Makanthon Berhadiah Rp 1 M

GrabFood menggelar festival kuliner "Makanthon" untuk memberikan apresiasi kepada pelanggan, mitra pengantaran, dan juga mitra merchant.

EKONOMI | 9 November 2020

LPKR Borong Penghargaan Bergengsi di Ajang Indonesia Property Awards

Award tersebut menjadi bukti bahwa inovasi yang dihadirkan perusahaan, mampu diterima masyarakat luas.

EKONOMI | 9 November 2020

Terbaik di Asia, Rupiah Ditutup Menguat ke Rp 14.065

Rupiah hari ini diperdagangkan dengan kisaran Rp 14.057- Rp 14.175 per dolar AS.

EKONOMI | 9 November 2020

IHSG Ditutup Naik 20 Poin ke 5.356

Sebanyak 238 saham menguat, 203 saham melemah, dan 169 saham stagnan.

EKONOMI | 9 November 2020

Kemperin Targetkan Substitusi Impor Bahan Baku 15% pada 2021

Kemperin menargetkan substitusi impor bahan baku atau bahan penolong serta barang modal untuk sektor industri minimal mencapai 15% pada tahun 2021.

EKONOMI | 9 November 2020

Bursa Eropa Dibuka Menguat Merespons Kemenangan Biden

FTSE London naik 79 poin ke 5.984.

EKONOMI | 9 November 2020

Gandeng Dufry, AG Switzerland dan Omega Mexico, Sarinah Jajaki Usaha Ritel Global

Sarinah yang akan masuk ke pasar retail dan duty-free internasional perlu meningkatkan kapasitas baik kelembagaan maupun SDM.

EKONOMI | 9 November 2020

Investor Asing Borong Saham BRI, Lepas Astra

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mencatat beli bersih investor asing sebesar Rp 176,8 miliar. Saham BBRI naik 1,12% ke Rp 3.600.

EKONOMI | 9 November 2020

Terus Menguat, Rupiah Makin Dekati Level Rp 13.900

Kurs rupiah berada di level Rp 14.070 per dolar AS atau menguat 120 poin dibandingkan perdagangan sebelumnya Rp 14.190.

EKONOMI | 9 November 2020

Sesi I, IHSG Berbalik Melemah ke 5.330

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik melemah 0,1% ke kisaran 5.330 pada akhir sesi pertama perdagangan hari ini, Senin (9/11/2020).

EKONOMI | 9 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS