Fintech Diharapkan Jawab Tantangan Pengangguran Terbuka
Logo BeritaSatu

Fintech Diharapkan Jawab Tantangan Pengangguran Terbuka

Rabu, 11 November 2020 | 20:01 WIB
Oleh : Lona Olavia / RSAT

Jakarta, Beritasatu.com - Dominasi perusahaan keuangan berbasis digital (financial technology/Fintech) akan memberikan banyak manfaat ke perekonomian suatu negara. Fintech yang mempunyai peran penting di era digital saat ini pun diharapkan pemerintah bisa menjawab potensi pengangguran terbuka di masa depan.

"Pemerintah berharap tantangan Fintech bisa menjawab terhadap potensi pengangguran terbuka. Fintech bisa mendorong UMKM dan kewirausahaan," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Indonesia Fintech Summit 2020, Rabu (11/10/2020).

Airlangga menuturkan, pandemi Covid-19 yang berlangsung sejak awal Maret 2020 memberikan dampak negatif terhadap angkatan kerja Indonesia. Sehingga, tingkat pengangguran terbuka (TPT) mencapai 7,07% di Agustus 2020 atau mengalami peningkatan dibandingkan Agustus tahun lalu yang hanya 5,23%.

Fintech, tambahnya juga memiliki andil besar dalam mendukung pemulihan ekonomi nasional (PEN). Selama masa pandemi Covid-19, perusahaan keuangan berbasis digital disebut mempercepat program pemerintah.

Oleh karena itu, Airlangga percaya Fintech akan terus memainkan peranan penting dalam inklusi keuangan yang sudah mencapai sekitar 76% dan menjadi 90% di tahun 2024 sesuai arahan Presiden Jokowi. Apalagi Fintech merupakan salah satu sektor yang paling dinamis, kompetitif, dan menjadi bagian penting dari ekonomi digital.

Pada 2019, laporan Google, Temasek, dan Bain & Co menunjukkan bahwa ekonomi digital Indonesia adalah yang terbesar dengan pertumbuhan tercepat di Asia Tenggara (ASEAN).

Fintech memiliki peranan besar dalam hal ini, dengan estimasi nilai sebesar US$ 40 miliar dan pertumbuhan tahunan sebesar hampir 50%. “Fintech bersama revolusi industri ke-4 eCommerce on demand service telah menjadi ikon atau showcase bagi ekonomi digital Indonesia,” ungkap Airlangga.

JD.ID Raup Peningkatan Penjualan 1.300%
Sementara menjelang perayaan Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) pada 12 Desember, sejumlah perusahaan e-commerce di Indonesia secara serentak menggelar festival belanja akhir tahun, termasuk JD.ID.

Pada pelaksanaan program kampanye “Harjoynas" 11.11, JD.ID berhasil memperoleh respons baik dari masyarakat. Hal ini terbukti dari keberhasilan JD.ID dalam mencatat peningkatan nilai penjualan hingga 1.300% dibandingkan kampanye 11.11 pada tahun 2019. "Pada program kampanye ini, JD.ID menawarkan delapan promo spesial kepada seluruh pelanggan, selama 3 hari penuh (9-11 November 2020) dan 24 jam non-stop," kata Marketing Chief JD.ID, Mia Fawzia dalam keterangannya.

Selama program kampanye “Harjoynas" 11.11, JD.ID juga berhasil mencatat peningkatan lain, seperti kenaikan jumlah barang terjual hampir 150% yang diiringi peningkatan nilai pembelanjaan rata-rata tiap pengguna hingga hampir 450% , dibandingkan dengan pelaksanaan program kampanye 11.11 pada tahun 2019.

Lebih lanjut, jika diurutkan berdasarkan jumlah barang yang paling banyak terjual, yakni kategori Groceries & Health Care, Offline Store, Mother, Baby & Kids, Home Living, Phones, serta Tablets & Accessories merupakan kategori yang paling banyak menghasilkan penjualan.

“Di tengah situasi pandemi, masyarakat memanfaatkan momentum festival belanja online dengan sebaik mungkin, seperti berbelanja kebutuhan sehari-hari dan pemenuhan kebutuhan gaya hidup. Masyarakat tidak lagi memanfaatkan pesta diskon besar-besaran hanya untuk berbelanja kebutuhan sekunder atau bahkan kebutuhan tersier," kata Mia.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kekayaan Budi Hartono di BCA Rp 225,7 Triliun

Budi Hartono adalah orang terkaya di Indonesia.

EKONOMI | 11 November 2020

Asensi dan Kadin Luncurkan Gerakan Beli Dari Kawan

Ini sebuah gerakan masif yang mempertemukan antara pembeli dan penjual, serta menciptakan lapangan kerja baru melalui penyedian fasilitas reseller.

EKONOMI | 11 November 2020

Gubernur BI: Digitalisasi Kunci Sumber Ekonomi ke Depan

Gubernur BI menilai bahwa digitalisasi merupakan kunci sumber perekonomian Indonesia di masa yang akan datang.

EKONOMI | 11 November 2020

Inuki Perluas Pasar Hingga ke Meksiko

Dalam upaya melakukan ekspansi pasar penjualan, Inuki melakukan penjajakan pada pasar Amerika Latin

EKONOMI | 11 November 2020

PTPP Sabet Tiga Penghargaan di Sektor Kelistrikan

Asian Power Awards 2020 sering dijuluki sebagai ajang Oscar industri tenaga listrik.

EKONOMI | 11 November 2020

Pemerintah Dorong Industri Baja Ringan untuk Infrastruktur dan Perumahan

Industri konstruksi nasional tidak hanya dituntut sigap dalam kuantitas, namun juga kualitas dengan memperhatikan jaminan terhadap standar keamanan.

EKONOMI | 11 November 2020

PGN Group Optimis Selesaikan Penugasan Pembangunan Jargas APBN 2020

PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) sebagai Subholding dan bagian dari Holding Pertamina berkomitmen mendukung pemerintah dalam rangka pemerataan energi untuk

EKONOMI | 11 November 2020

IHSG Tembus Level Psikologis 5.500

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), menembus level psikologis 5.500 pada penutupan perdagangan Rabu (11/11/2020).

EKONOMI | 11 November 2020

Fintech Diharapkan Jawab Tantangan Pengangguran Terbuka

Pemerintah berharap bisnis Fintech yang mempunyai peran penting di era digital saat ini, bisa menjawab potensi pengangguran terbuka di masa depan.

EKONOMI | 11 November 2020

Ini Strategi Menperin Cegah PHK Massal di Sektor Industri

Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita bertekad untuk terus menjaga aktivitas sektor industri dan mengawal investasi guna mencegah terjadinya PHK massal.

EKONOMI | 11 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS