Kuartal III 2020, Laba Citibank Tergerus 17,23%
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 502.788 (4.65)   |   COMPOSITE 6122.88 (45.91)   |   DBX 1370.08 (6.4)   |   I-GRADE 175.932 (2.01)   |   IDX30 492.65 (5.36)   |   IDX80 132.743 (1.46)   |   IDXBUMN20 383.43 (5.77)   |   IDXESGL 136.189 (1.17)   |   IDXG30 136.661 (1.31)   |   IDXHIDIV20 439.142 (4.16)   |   IDXQ30 142.658 (1.28)   |   IDXSMC-COM 284.07 (1.29)   |   IDXSMC-LIQ 340.315 (4.03)   |   IDXV30 130.843 (1.67)   |   INFOBANK15 1002.8 (10.83)   |   Investor33 425.077 (4.4)   |   ISSI 180.015 (1.37)   |   JII 610.57 (6.12)   |   JII70 214.597 (2.04)   |   KOMPAS100 1179.92 (12.31)   |   LQ45 924.668 (10.2)   |   MBX 1646.91 (13.21)   |   MNC36 314.484 (3.35)   |   PEFINDO25 314.75 (0.73)   |   SMInfra18 301.265 (1.98)   |   SRI-KEHATI 359.316 (3.43)   |  

Kuartal III 2020, Laba Citibank Tergerus 17,23%

Kamis, 12 November 2020 | 15:59 WIB
Oleh : Lona Olavia / JAI

Jakarta, Beritasatu.com - Citibank Indonesia membukukan laba bersih senilai Rp 1,97 triliun pada kuartal III 2020, turun 17,23% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 2,38 triliun. Perolehan laba ditopang oleh pendapatan bunga bersih yang senilai Rp 3,02 triliun dengan beban operasional sebesar Rp 403,33 miliar.

Dari sisi kredit, penyaluran kredit Citibank meningkat 6% secara tahunan menjadi Rp 47,4 triliun, dengan rasio kredit macet (NPL) gross dan net masing-masing 2,8% dan 0,3%.

Kontribusi utama pertumbuhan kredit berasal dari bisnis institutional banking, terutama pada sektor industri manufaktur, pertanian, kehutanan, dan perantara keuangan.

Sementara, dana pihak ketiga (DPK) tumbuh sebesar 10%, sehingga rasio loan to deposit ratio (LDR) sebesar 76,6%. Dari sisi permodalan, Citibank memiliki rasio kecukupan modal (CAR) sebesar 26,54%.

CEO Citibank Indonesia, Batara Sianturi, mengatakan selama periode tersebut, perseroan meningkatkan Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) seiring dengan dampak pandemi yang masih berlangsung.

"Pencadangan sejalan dengan adanya program restrukturisasi. Hingga September 2020, Citibank telah mengeluarkan Rp 359 miliar dalam bentuk penjaminan untuk berbagai program keringanan," kata Batara, dalam Paparan Kinerja Citibank Kuartal III 2020, Kamis (12/11/2020).

Dia menjelaskan, Citibank juga menurunkan pembayaran minimum bulanan kartu kredit dari 10% menjadi 5%, suku bunga bulanan menjadi 2%, dan biaya keterlambatan pembayaran menjadi 1% atau maksimum Rp 100.000.

Terkait prospek ekonomi ke depan, Batara menambahkan, pemulihan perekonomian Indonesia akan terus berlanjut di beberapa kuartal mendatang.

Menurut dia, reformasi melalui Omnibus Law, telah memberikan sinyal positif bagi para investor global. Sementara itu, pemulihan ekspor yang cukup pesat dan minat investor global terhadap investasi ke aset Indonesia mulai pulih, di saat impor relatif masih lemah. Kombinasi tersebut telah membantu meningkatkan keseimbangan antara penawaran dan permintaan valuta asing di pasar valuta asing, yang berujung pada penguatan rupiah.

“Di tengah inflasi yang masih rendah, bank memperkirakan bahwa stabilitas mata uang dapat membuka ruang untuk penurunan suku bunga yang lebih banyak, yang selanjutnya dapat mendukung pemulihan ekonomi,” ujar Batara.

Terkait Omnibus Law, Chief Economist Citi Indonesia, Helmi Arman mengatakan, klien Citibank hampir seluruhnya bereaksi positif terhadap undang-undang ini. Bahkan, kebijakan ini tepat waktu mengingat banyaknya perusahaan multinasional yang sedang mendiversifikasikan usahanya dari Tiongkok ke negara lain.

“Migrasi selama ini lari ke Vietnam, tapi kan Vietnam sudah over supply. Nah, dengan adanya Omnibus Law ini, bisa memberikan sinyal yang kuat untuk outlook reformasi bisnis karena banyak perusahaan multinasional yang lagi cari alternatif dari Vietnam. Kita rasa ini bisa bantu Indonesia keluar dari middle income trap,” kata Helmi.

Sementara soal terpilihnya Joe Biden sebagai Presiden Amerika Serikat, menurutnya itu membuat investor global kembali melirik investasinya ke negara berkembang, seperti Indonesia. Sebab kebijakan Biden dinilainya lebih bisa diprediksi sehingga ini bisa menstimulasi kegiatan investasinya seperti di Tiongkok. Hal ini penting karena langkah tersebut bisa membuat negara rekan dagang Tiongkok menjadi ikut terbawa sentimen positifnya.

“Ketika Tiongkok butuh banyak baha baku, Indonesia bisa meningkatkan suplainya, sehingga itu bisa positif buat ekspor kita,” ujar Helmi.

Lebih lanjut, soal proyeksi pertumbuhan ekonomi di akhir tahun ini, Helmi mengaku lebih sulit karena deviasi yang dihasilkan akan besar mengingat pandemi yang masih berlangsung. Adapun, pada tahun ini dia memproyeksi pertumbuhan ekonomi lebih rendah 1,9% dan sudah mulai positif di angka 4% pada tahun depan.



Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

BerandaMas, Layanan Hunian Pintar, Terintegrasi, & Hemat Energi dari PGN Group

Sejalan dengan Tema HUT PT Pertamina (Persero) sebagai Holding Migas PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) dalam memperluas pemerataan dan pemanfaatan energi

EKONOMI | 12 November 2020

GfSA Bantu Startup Lebih Siap Solusikan Tantangan Selama Pandemi

Covid-19 membuat kebutuhan akan pemenuhan kehidupan semakin tertantang, termasuk untuk pengembangan perusahaan rintisan atau Startup.

EKONOMI | 12 November 2020

Apindo Sambut Hadirnya Indeks UMKM Pertama di Indonesia

Asosiasi Pengusaha Indonesia menyambut hadirnya indeks usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) untuk mengukur aktivitas bisnis dan ekspektasi pelaku usaha.

EKONOMI | 12 November 2020

Kempupera Bangun Rusun ASN Rp 64 Miliar di Kalsel

Kempupera akan membangun perkantoran yang terpusat di kota Banjarbaru.

EKONOMI | 12 November 2020

Kreasi Arduo Kuasai Pasar Chest Freezer di Surabaya

Potensi pasar produk pembeku di Surabaya dan sekitarnya cukup besar selama pandemi Covid-19.

EKONOMI | 12 November 2020

CSAP Jajaki Pasar Bahan Bangunan di Kalimantan

CSAP memutuskan untuk melakukan ekspansi Mitra10 ke Balikpapan, seiring dengan tren pertumbuhan dan penetapan Kalimantan Timur sebagai calon ibukota baru

EKONOMI | 12 November 2020

Bantu Atasi Pandemi, Australia Beri Pinjaman Rp 15,339 T ke Indonesia

Australia memberikan pinjaman kepada Indonesia sebesar 1,5 miliar dolar Australia atau sekitar Rp 15,339 triliun untuk penanganan pandemi Covid-19.

EKONOMI | 12 November 2020

Gozco Land Kembangkan Hunian Tapak The Juanda

The Juanda sebagai hunian tapak berkonsep modern minimalis, membidik segmen milenial.

EKONOMI | 12 November 2020

Rupiah Masuk ke Zona Negatif Siang Ini

Transaksi rupiah pagi ini diperdagangkan dalam kisaran Rp 14.080-Rp 14.170 per dolar AS.

EKONOMI | 12 November 2020

Mayoritas Bursa Asia Siang Ini di Zona Merah

Shanghai SE composite di Tiongkok turun 6,7 poin (0,2%) mencapai 3.335.

EKONOMI | 12 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS