Menkop dan UKM: Financial Technology Sangat Dibutuhkan Pelaku UMKM
INDEX

BISNIS-27 537.873 (32.57)   |   COMPOSITE 6307.13 (291.73)   |   DBX 1215.21 (11.58)   |   I-GRADE 185.638 (11.22)   |   IDX30 533.814 (38.68)   |   IDX80 142.76 (9.56)   |   IDXBUMN20 425.411 (37)   |   IDXESGL 147.067 (9.38)   |   IDXG30 144.927 (8.16)   |   IDXHIDIV20 469.552 (33.76)   |   IDXQ30 151.508 (9.33)   |   IDXSMC-COM 286.952 (10.3)   |   IDXSMC-LIQ 357.858 (20.43)   |   IDXV30 144.532 (5.87)   |   INFOBANK15 1076.36 (62.08)   |   Investor33 457.615 (30.51)   |   ISSI 184.91 (7.51)   |   JII 650.972 (35.41)   |   JII70 227.363 (11.86)   |   KOMPAS100 1270.4 (71.57)   |   LQ45 991.58 (67.44)   |   MBX 1739.82 (90.37)   |   MNC36 337.819 (21.64)   |   PEFINDO25 325.262 (6.14)   |   SMInfra18 322.474 (21.28)   |   SRI-KEHATI 391.563 (26.26)   |  

Menkop dan UKM: Financial Technology Sangat Dibutuhkan Pelaku UMKM

Kamis, 12 November 2020 | 20:04 WIB
Oleh : Siprianus Edi Hardum / EHD

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menegaskan, financial technology (fintech) sangat dibutuhkan bagi pelaku usaha mikro kecil dan menegah (UMKM).

Menurutnya, fintech dibutuhkan untuk membantu perkembangan baru di bidang start-up teknologi, mengoptimalkan efektivitas dan efisiensi operasional usaha (pencatatan transaksi, mengatur persediaan barang) serta memudahkan UMKM (tidak memiliki persyaratan cukup untuk mengakses pembiayaan Perbankan) dalam mengakses pembiayaan modal kerja.

Teten berharap perusahaan fintech dapat bekerja sama dengan masyarakat agar dapat mengakses pembiayaan dari pemerintah.

“Kami harapkan fintech dapat bekerjasama dengan kelompok masyarakat agar bisa membantu pembiayaan. Saat ini usaha mikro separuhnya bankable dan dampaknya bisnis fintech akan berkembang pesat,” tegas Teten Masduki, di acara Indonesia Fintech Summit secara virtual, Kamis (12/11/2020).

Teten menjelaskan, berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), terjadi peningkatan di semua unsur terkait mulai dari perusahaan fintech hingga penyaluran pinjaman.

Menurutnya, peningkatan semua unsur dalam fintech menunjukkan peningkatan literasi keuangan masyarakat, khususnya UMKM dalam mengakses pembiayaan serta transaksi keuangan. “Fintech sangat dibutuhkan UMKM. Tingkat literasi keuangan digital Indonesia baru mencapai 35,5 %,” katanya.

Ia juga mengakui, sekitar 16 persen UMKM terhubung dengan platform digital atau sekitar 10,2 juta UMKM. Namun masalah utama yang dihadapi adalah terkait laporan keuangan UMKM,

“Memang digitalisasi UMKM 16% terhubung ke platform digital, terjadi peningkatan tinggi 13 persen awal tahun atau 10.2 juta. Masalah utama UMKM laporan keuangan. Dengan terhubung digital maka diharapkan akan teratasi,” tambahnya.

Teten menyatakan, berbagai program dan akses pembiayaan digelontorkan pemerintah untuk membantu UMKM yang terdampak akibat pandemi Covid-19.

Program tersebut kata Teten, diantaranya relaksasi pembiayaan selama 6 bulan bagi UMKM, kredit usaha rakyat (KUR) usaha mikro di bawah Rp10 juta bunga 0 persen ditanggung pemerintah hingga pemberian dana hibah Rp 2,4 juta untuk pelaku usaha melalui bantuan Presiden usaha mikro.

“Relaksasi pembiayaan UMKM akibat Covid-19. Relaksasi 6 bulan, yang KUR mikro dibawah 10 jt bunga di 0 persenkan disubsidi pemerintah. Hibah modal kerja Rp2.4 juta untuk pelaku usaha,” tambahnya.

Teten Masduki menegaskan, pembiayaan perbankan bagi usaha mikro, sangat penting. Sehingga dibutuhkan akses pembiayaan yang mudah dan murah. Menurutnya, dengan disahkannya undang-undang cipta kerja, maka akan terjadi trasnformasi digital dan terciptanya data tunggal terintgrasi UMKM.

“Pembiayaan perbankan untuk menyasar usaha mikro dan usaha kecil terhubung perbankan sangat penting. Akses pembiayaan yang mudah dan murah. Dengan UU cipta kerja terjadi transformasi digital. Dorong tranformasi informal ke formal. Data tunggal terintragasi UMKM,” ujarnya.

Berdasarkan survey dari World Bank menunjukan 42% UMKM Indonesia menggunakan social media/ digital platform, dalam merespon pandemic covid-19. MenkopUKM mengatakan, berdasar survey McKinsey (Juni 2020), menunjukan kenaikan penjualan ecommerce sebesar 26% dan terdapat 3,1 juta transaksi/hari selama pandemi Covid-19.

“Adaptasi lain yang dilakukan oleh UMKM adalah merubah kategori produknya. Sebanyak 40% UMKM merubah kategori produk menjadi homecare, makanan, dan kesehatan. Dalam market place, pelaku usaha juga menjual lebih dari 1 kategori produk,” kilahnya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

CIMB Niaga Rilis Mesin Penjual Alat Kesehatan

Octo Vending berisi sejumlah produk pendukung kesehatan seperti masker, hand sanitizer, vitamin, hingga alat rapid test.

EKONOMI | 12 November 2020

Alam Sutera Home Festival Tawarkan Hunian Berkualitas

A‚Äčlam Sutera Home Festival menawarkan hunian berkualitas seperti apartemen, rumah dan kavling dengan keringanan harga hingga 25%.

EKONOMI | 12 November 2020

Kemkop dan UKM Pastikan Banpres Produktif untuk Usaha Mikro di Sultra Tepat Sasaran

Kemkop UKM yakin Banpres Produktif di Sulawesi Tenggara tepat sasaran.

EKONOMI | 12 November 2020

Anwa Residence Targetkan Topping Off di Januari 2021

Hocky Anwa Lestari terus memacu pembangunan proyek apartemen Anwa Residence di kawasan Bintaro.

EKONOMI | 12 November 2020

Program Wombastis Dorong Pembiayaan WOM Finance

Wom Finance mencatat kenaikan penjualan sebanyak 178.495 unit kendaraan.

EKONOMI | 12 November 2020

Pasokan Apartemen Naik 114% di Kuartal III 2020

Meikarta menyumbang 25 persen total unit yang terselesaikan di kuartal III 2020.

EKONOMI | 12 November 2020

Pajak Nol Persen Mobil Ditolak, Kemperin Tetap Dorong Daya Beli Otomotif

Industri otomotif memiliki kontribusi sekitar 10% terhadap perekonomian Indonesia.

EKONOMI | 12 November 2020

Daya Saing Industri Naik, Indonesia-UNIDO Perkuat Kerja Sama

Salah satu proyek kerja sama Indonesia-UNIDO yang dinilai cukup berhasil adalah program SMART Fish yang saat ini sedang dilanjutkan kepada tahap kedua.

EKONOMI | 12 November 2020

Bermula dari UMKM, Sinar Mas Tidak Lupa dari mana Berasal

Sinar Mas di usia lebih dari delapan dasawarsa tak lupa menggandeng UMKM, melalui beragam inisiatif pilar bisnisnya.

EKONOMI | 12 November 2020

Citibank Indonesia Luncurkan Sejumlah Inisiatif untuk Nasabah di Masa Pandemi

Pada periode April hingga September 2020, Citibank juga telah mengeluarkan Rp 359 Miliar dalam bentuk pinjaman untuk berbagai program keringanan.

EKONOMI | 12 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS