Komposisi Pemerintahan AS yang Seimbang Bagus untuk Mata Uang Asia
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Komposisi Pemerintahan AS yang Seimbang Bagus untuk Mata Uang Asia

Jumat, 13 November 2020 | 11:02 WIB
Oleh : Faisal Maliki Baskoro / FMB

Singapura, Beritasatu.com - Pemilu Amerika diperkirakan menciptakan pemerintahan yang terbelah dan hal ini bagus bagi mata uang Asia, demikian disampaikan ekonom Goldman Sachs Andrew Tilton kepada CNBC.com, Jumat (13/11/2020).

Kandidat Presiden dari Partai Demokrat Joe Biden diproyeksikan menang dalam Pemilu Amerika, meskipun penghitungan suara masih berjalan. Demokrat juga diproyeksikan menguasai DPR tetapi Republikan tampaknya akan menguasai Senat.

Tilton mengatakan komposisi ini berarti stimulus fiskal yang diharapkan Demokrat tidak akan sebesar keinginan mereka karena harus berkompromi dengan Republikan di Senat.

"Pertumbuhan di AS tidak akan setinggi perkiraan, dan suku bunga AS tidak akan naik terlalu banyak," kata Tilton.

Tilton mengatakan pertumbuhan ekonomi dan suku bunga AS masih berpotensi naik tahun depan tergantung perekmbangan vaksin Covid-19. "Tetapi suku bunga Asia, khususnya di Tiongkok dan India, masih akan lebih tinggi dari AS."

Oleh karena itu, pasar obligasi Asia masih akan menarik bagi investor. Dia menyontohkan, investor telah mengucurkan dana ke pasar obligasi Tiongkok hingga mencapai US$ 20 miliar dalam sebulan.

"Capital inflow itu akan mendorong mata uang negara bersangkutan menguat terhadap dolar. Kami masih optimistis terhadap mata uang Asia terapresiasi tahun depan, dipimpin oleh yuan," kata dia.

Risiko Kenaikan Tarif Lebih Rendah
Perekonomian Asia juga dapat diuntungkan kebijakan luar negeri dan perdagangan Biden.

Banyak perekonomian Asia yang tergantung ekspor, di mana mereka tertekan oleh perang dagang Presiden AS Donald Trump dengan Tiongkok. Perang dagang telah membuat tarif impor di kedua negara naik. Perang dagang ini jeda sementara sejak awal Januari 2020, ketika kedua negara memasuki perjanjian dagang tahap pertama.

Menurut Tilton, Pemerintahan Biden diharapkan mengurangi ketidakpastian dan kejutan di Asia, di mana hal ini membantu ekspor dan mata uang. Kenaikan tarif lebih lanjut, menurut Tilton, kemungkinan tidak akan terjadi di era Biden.

"Dalam beberapa tahun terakhir kita melihat kenaikan tarif. Hal ini akan segera berakhir, meskipun tidak terlalu besar tetapi risiko kenaikan tarif lebih kecil," kata Tilton.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: CNBC.com


BERITA LAINNYA

Berdikari Raih Pinjaman Rp 100 Miliar dari BJB untuk Transformasi Pangan

PT Berdikari (Persero) mendapat fasilitas pinjaman sebesar Rp 100 miliar dari BJB.

EKONOMI | 25 September 2021

Harga Emas Menguat karena Pelemahan Dolar

Harga emas di pasar spot naik 0,2% menjadi US$ 1.746,84 per ons.

EKONOMI | 25 September 2021

Pekan Ini IHSG Naik 39 Poin, Kapitalisasi Bursa Meningkat Rp 91 Triliun

IHSG pada pekan ini periode 13-17 September 2021 naik 39 poin (0,63%) menuju 6.133,246 dari posisi 6.094,873.

EKONOMI | 25 September 2021

Harga Minyak ke Level Tertinggi 3 Tahun karena Ketatnya Pasokan

Brent berjangka naik 84 sen, atau 1,1%, menjadi US$ 78,09 per barel.

EKONOMI | 25 September 2021


Tiongkok Larang Transaksi Cryptocurency, Wall Street Bervariasi

Dow Jones Industrial Average naik 33,18 poin, atau 0,10%, menjadi 34.798,00.

EKONOMI | 25 September 2021

Bursa Eropa Turun Jelang Pemilu Jerman, Investor Fokus Evergrande

Pan-European Stoxx 600 ditutup turun 0,9% dengan semua bursa utama dan sebagian besar sektor di wilayah negatif.

EKONOMI | 25 September 2021

Evergrande Lewati Tenggat Waktu Pembayaran Bunga Obligasi

Batas waktu Evergrande untuk membayar US$ 83,5 juta bunga obligasi dengan mata uang dolar berlalu tanpa komentar dari perusahaan.

EKONOMI | 25 September 2021

Generasi Z Jambi Bentuk Komunitas Greennation untuk Kampanye Turunkan Emisi

Sekelompok generasi Z dari Jambi sepakat membentuk komunitas yang dinamai Greennation.jbi sebagai upaya nyata keterlibatan mereka dalam kampanye penurunan emisi

EKONOMI | 24 September 2021

Indonesia Tidak Ikut Langkah Tiongkok Larang Perdagangan Kripto

Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Luthfi menegaskan, Indonesia tidak akan melarang perdaganan kripto, namun akan memperketat regulasinya.

EKONOMI | 24 September 2021


TAG POPULER

# Kivlan Zen


# Pilpres 2024


# Covid-19


# Azis Syamsuddin


# Kereta Jarak Jauh



TERKINI
Elnusa Petrofin Tuntaskan Rangkaian CSR Hibah Head Truck

Elnusa Petrofin Tuntaskan Rangkaian CSR Hibah Head Truck

NASIONAL | 17 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings