Dorong Riset Badan Usaha, Pemerintah Beri Intensif Fiskal
INDEX

BISNIS-27 540.837 (-8.19)   |   COMPOSITE 6428.31 (-54.9)   |   DBX 1183.86 (16.52)   |   I-GRADE 188.148 (-2.58)   |   IDX30 539.476 (-8.89)   |   IDX80 144.979 (-1.68)   |   IDXBUMN20 440.639 (-3.89)   |   IDXESGL 147.926 (-1.09)   |   IDXG30 146.726 (-1.41)   |   IDXHIDIV20 473.385 (-7.91)   |   IDXQ30 152.644 (-1.92)   |   IDXSMC-COM 299.578 (-0.96)   |   IDXSMC-LIQ 376.282 (-1.41)   |   IDXV30 152.705 (-1.81)   |   INFOBANK15 1086.82 (-23.03)   |   Investor33 459.04 (-6.31)   |   ISSI 190.39 (-0.94)   |   JII 671.594 (-3.85)   |   JII70 236.079 (-1.46)   |   KOMPAS100 1294.89 (-15.54)   |   LQ45 1002.38 (-13.63)   |   MBX 1785.38 (-21.17)   |   MNC36 340.467 (-4.76)   |   PEFINDO25 342.936 (-2.7)   |   SMInfra18 325.457 (-0.02)   |   SRI-KEHATI 391.973 (-5.4)   |  

Dorong Riset Badan Usaha, Pemerintah Beri Intensif Fiskal

Selasa, 17 November 2020 | 17:10 WIB
Oleh : Novy Lumanauw / WBP

Jakarta, Beritasatu.com- Pemerintah mendorong partisipasi sektor badan usaha dalam melakukan kegiatan penelitian dan pengembangan atau riset melalui pemberian insentif fiskal. Hal itu disampaikan Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN) Bambang PS Brodjonegoro dalam Sosialisasi Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 153 Tahun 2020 secara daring, beberapa waktu lalu.

“Saat ini pemerintah terus mendorong tumbuhnya partisipasi sektor badan usaha dalam melakukan kegiatan penelitian dan pengembangan agar dapat meningkatkan daya saingnya. Bukti keseriusan pemerintah dalam mendorong kegiatan litbang adalah dengan menyiapkan insentif fiskal bagi industri,” ujar Bambang seperti diberitakan pada laman Sekretariat Kabinet (Setkab), Selasa (17/11/2020).

Disebutkan bahwa pada 9 Oktober 2020, telah dikeluarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 153 Tahun 2020 tentang Pemberian Pengurangan Penghasilan Bruto atas Kegiatan Penelitian dan Pengembangan Tertentu di Indonesia. “Salah satu tujuannya meningkatkan kontribusi badan usaha agar melakukan kegiatan penelitian dan pengembangan dalam rangka menghasilkan produk-produk inovasi yang dikerjasamakan dengan beberapa pihak, seperti lembaga penelitian dan perguruan tinggi,” ujarnya.

Bambang menambahkan, swasta diharapkan dapat mengambil peran dalam membangkitkan semangat penelitian dan pengembangan serta mampu meningkatkan kolaborasi antara para pelaku industri dengan peneliti. “Agar kemanfaatan hasil kegiatan penelitian dan pengembangan menjadi penghela produksi industri serta dapat dirasakan masyarakat,” tambahnya.

Diungkapkan Bambang, hambatan dalam pelaksanaan kegiatan riset badan usaha di Indonesia salah satunya keterbatasan anggaran, di mana sampai saat ini porsi alokasi anggaran penelitian dan pengembangan masih bertumpu pada pemerintah. Permasalahan anggaran yang dinilai terlalu kecil harus diselesaikan bersama.

“Saat ini di Indonesia, sekitar 80% dana penelitian dan pengembangannya berasal dari APBN, sedangkan 20% dari Industri. Berbanding terbalik dengan Singapura dan Korea Selatan di mana 80%-84% berasal dari industri. Perlu dorongan dari pihak swasta untuk dapat berkontribusi lebih besar dalam kegiatan riset dan pengembangan,” ungkapnya.

Berdasarkan PMK Nomor 153 tahun 2020, wajib pajak yang melakukan kegiatan penelitian dan pengembangan tertentu di Indonesia dapat diberikan pengurangan penghasilan bruto sebesar 100% dari jumlah biaya yang dikeluarkan untuk kegiatan tersebut. Dari hasil kegiatan yang dilakukan melalui kerja sama dengan lembaga penelitian dan pengembangan pemerintah dan/atau Lembaga Pendidikan Tinggi di Indonesia yang menghasilkan paten atau hak Perlindungan Varietas Tanaman (PVT) dan komersialisasi, wajib pajak juga memperoleh tambahan pengurangan penghasilan bruto paling tinggi 200% dari akumulasi biaya yang dikeluarkan untuk kegiatan penelitian dan pengembangan dalam jangka waktu tertentu.

“Dengan insentif fiskal ini, pemerintah mendorong industri agar melakukan penemuan, inovasi, penguasaan teknologi baru, dan/atau alih teknologi bagi pengembangan industri dan mampu meningkatkan daya saing industri nasional. Selain itu, kebijakan pemberian insentif pajak kepada industri yang mengeluarkan anggarannya dalam rangka kegiatan penelitian dan pengembangan yang dilakukan di Indonesia diharapkan mampu meningkatkan invensi dan inovasi dalam negeri,” katanya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Serapan Anggaran Kemhub Capai 70%

Kemhub pada awal tahun memperoleh pagu anggaran Rp 43 triliun.

EKONOMI | 17 November 2020

Kadin Bersinergi Perkuat Ketahanan Pangan Pasca Pandemi Covid-19

Kadin Indonesia akan menggelar Jakarta Food Security Summit (JFSS) kelima pada 18-19 November 2020.

EKONOMI | 17 November 2020

Bulan Depan, Pelabuhan Patimban Layani Ekspor Impor Mobil

Saat ini tim pelaksana masih terus melakukan penyelesaian sejumlah pekerjaan agar bisa dioperasikan secara terbatas di Desember 2020.

EKONOMI | 17 November 2020

Lumbung Dana dan PT Jasa Sarana Teken Kontrak Rp 10 T untuk Permodalan UMKM

Fintech P2P Lending Lumbung Dana Indonesia menandatangani kontrak dengan PT Jasa Sarana senilai Rp 10 triliun.

EKONOMI | 17 November 2020

PasarPolis Demokratisasi Asuransi

Kehadiran Insuretech PasarPolis memiliki peran penting dalam mengikis anggapan tersebut melalui produk asuransi yang sederhana.

EKONOMI | 17 November 2020

TLKM dan ADHI Jadi Jawara Daftar Saham Teraktif

PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) dengan frekuensi 53.915 kali.

EKONOMI | 17 November 2020

Sejalan Uang Asia, Rupah Ditutup Menguat di Rp 14.055 Per Dolar AS

Rupiah hari ini diperdagangkan dengan kisaran Rp 14.040- Rp 14.065 per dolar AS.

EKONOMI | 17 November 2020

IHSG Ditutup Bertambah 35 Poin Tembus 5.529

Indeks LQ-45 naik 8,3 poin (0,95%) ke level 881,8.

EKONOMI | 17 November 2020

BCI Asia Dukung Industri Konstruksi Secara Digital

Aplikasi FuturArc dan Construction+ menghadirkan pengalaman membaca bagi pelaku industri melalui akses mudah mencakup konten, teknologi, dan topik terbaru.

EKONOMI | 17 November 2020

Bursa Eropa Dibuka Melemah Meski Berita Vaksin Positif

FTSE London dibuka 24 poin lebih rendah ke 6.406.

EKONOMI | 17 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS