Suku Bunga Acuan Masih Berpotensi Turun 25-50 Bps
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Suku Bunga Acuan Masih Berpotensi Turun 25-50 Bps

Selasa, 17 November 2020 | 17:22 WIB
Oleh : Lona Olavia / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Memasuki tahun 2021, BNI Asset Management menilai kondisi dalam negeri mengalami inflasi lebih tinggi dibandingkan 2020 seiring meningkatnya penyaluran stimulus pemerintah. Sehingga, kebijakan suku bunga Bank Indonesia relatif bertahan di level 3,75%-4% sejalan level inflasi yang mulai meningkat.

"Namun masih ada potensi penurunan suku bunga sebesar 25-50 bps dari level saat ini," kata Presiden Direktur BNI Asset Management Putut Endro Andanawarih dalam siaran pers, Senin (17/11/2020).

Suku bunga diproyeksikan masih bertahan di level rendah, tetapi stimulus masih dibutuhkan untuk mendorong pemulihan ekonomi makro di 2020-2021. Hal ini mendorong risiko beban utang dari negara berkembang di masa mendatang. Tingkat pengangguran mengalami peningkatan di 2020 dan akan berlanjut di tahun 2021 bila risiko pandemi tidak segera berakhir, sehingga menjadi risiko global supply dalam jangka menengah.

Pertumbuhan ekonomi 2021 diproyeksikan berada pada level 4%- 5,1% dan upside risk di 6% didorong gradual recovery dari re-opening economy, khususnya bila vaksin sudah dapat terdistribusi. Selain itu diestimasi investasi dan ekspor meningkat, serta belanja dan program stimulus pemerintah masih cukup solid. "Yield SUN (Surat Utang Negara) 10 tahun diestimasi bergerak pada kisaran 6,27$ – 6,65% (risk 7,3%) ditopang likuiditas lokal dan kembali masuknya investor asing ke pasar obligasi di Indonesia," sebut Putut.

Lebih lanjut, kondisi perekonomian domestik dan global pada tahun 2021 diprediksi akan memasuki tahap pemulihan meskipun masih melambat karena ada potensi second wave. Hal itu tercermin dari situasi pandemi yang masih menyebar dan meningkat di beberapa negara. Banyak negara menunjukkan slowed reopening dan beberapa negara lainnya partial lockdown. Khusus Tiongkok yang berhasil menahan virus dan pemulihan, menuju level pre-Covid.

Sementara itu, sentimen positif terpilihnya Joe Biden sebagai Presiden AS ke 46 sambung Putut memicu ekspektasi trade policy yang lebih baik karena hubungan perdagangan internasional lebih dapat diprediksi. Hal ini memberikan manfaat pada Tiongkok dan negara dengan ketergantungan ekspor tinggi seperti Korea dan Singapura.

Di samping itu Pemerintahan Biden masih mendukung kenaikan stimulus fiskal dan suku bunga rendah untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi yang terpuruk akibat pandemi Covid-19 sehingga berdampak positif pada negara berkembang karena akan mendorong investor memburu yield yang lebih tinggi ke sana.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Harga Minyak Turun karena Stok Bahan Bakar AS Bertambah

Minyak berjangka Brent turun 1,42%, atau US$ 1,28, jadi US$ 85,12 per barel.

EKONOMI | 28 Oktober 2021

Peritel Alat Rumah Tangga MR.DIY Hadirkan Toko Ke-300 di Medan

MR.DIY Indonesia, perusahaan ritel perlengkapan rumah tangga ekspansi dengan menghadirkan toko ke-300 di Ruko A.H. Nasution, Medan.

EKONOMI | 28 Oktober 2021




OJK Gali Potensi Pembiayaan Ekonomi Hijau

Perubahan iklim telah mendorong Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menggali potensi pembiayaan ekonomi hijau (green economy).

EKONOMI | 28 Oktober 2021


Kasad Minta Dekopin Sejahterakan Prajurit Lewat Koperasi

Kasad minta Ketua Dekopin membimbing proses digitalisasi Koperasi Kartika sehingga bisa menghadirkan kesejahteraan untuk prajurit AD di seluruh Indonesia.

EKONOMI | 27 Oktober 2021

APG Minta Karyawan Solid Dukung Penyelamatan Garuda Indonesia

Pilot Garuda sudah menjalankan pengurangan penghasilan sebesar 50% demi mendukung proses penyelamatan Garuda Indonesia.

EKONOMI | 27 Oktober 2021

Prudential Dorong Literasi Asuransi Jiwa Syariah bagi Perempuan

Pemahaman masyarakat Indonesia mengenai keuangan maupun asuransi masih rendah.

EKONOMI | 27 Oktober 2021


TAG POPULER

# Cuti Bersama


# Tabrakan Bus Transjakarta


# Elon Musk


# Putri Mako


# Kapolres Nunukan



TERKINI
Tanpa Performa Terbaik, The Daddies Melaju ke Babak Kedua Prancis Terbuka

Tanpa Performa Terbaik, The Daddies Melaju ke Babak Kedua Prancis Terbuka

OLAHRAGA | 6 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings