Suku Bunga Acuan Masih Berpotensi Turun 25-50 Bps
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 525.47 (-0.33)   |   COMPOSITE 6359.21 (7.39)   |   DBX 1342.2 (19.78)   |   I-GRADE 184.288 (-0.11)   |   IDX30 516.126 (-0.99)   |   IDX80 138.807 (-0.29)   |   IDXBUMN20 408.536 (-1.13)   |   IDXESGL 142.044 (-0.14)   |   IDXG30 145.076 (-0.22)   |   IDXHIDIV20 455.222 (-1.21)   |   IDXQ30 147.857 (-0.16)   |   IDXSMC-COM 298.089 (1.62)   |   IDXSMC-LIQ 362.717 (-0.87)   |   IDXV30 136.649 (-0.69)   |   INFOBANK15 1071.96 (2.25)   |   Investor33 444.599 (-0.56)   |   ISSI 184.85 (-0.38)   |   JII 633.797 (-2.23)   |   JII70 223.435 (-0.43)   |   KOMPAS100 1241.07 (-1.73)   |   LQ45 967.658 (-1.65)   |   MBX 1728.33 (-1.77)   |   MNC36 329.04 (-0.3)   |   PEFINDO25 326.697 (-0.49)   |   SMInfra18 315.108 (-2.17)   |   SRI-KEHATI 378.138 (-0.1)   |  

Suku Bunga Acuan Masih Berpotensi Turun 25-50 Bps

Selasa, 17 November 2020 | 17:22 WIB
Oleh : Lona Olavia / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Memasuki tahun 2021, BNI Asset Management menilai kondisi dalam negeri mengalami inflasi lebih tinggi dibandingkan 2020 seiring meningkatnya penyaluran stimulus pemerintah. Sehingga, kebijakan suku bunga Bank Indonesia relatif bertahan di level 3,75%-4% sejalan level inflasi yang mulai meningkat.

"Namun masih ada potensi penurunan suku bunga sebesar 25-50 bps dari level saat ini," kata Presiden Direktur BNI Asset Management Putut Endro Andanawarih dalam siaran pers, Senin (17/11/2020).

Suku bunga diproyeksikan masih bertahan di level rendah, tetapi stimulus masih dibutuhkan untuk mendorong pemulihan ekonomi makro di 2020-2021. Hal ini mendorong risiko beban utang dari negara berkembang di masa mendatang. Tingkat pengangguran mengalami peningkatan di 2020 dan akan berlanjut di tahun 2021 bila risiko pandemi tidak segera berakhir, sehingga menjadi risiko global supply dalam jangka menengah.

Pertumbuhan ekonomi 2021 diproyeksikan berada pada level 4%- 5,1% dan upside risk di 6% didorong gradual recovery dari re-opening economy, khususnya bila vaksin sudah dapat terdistribusi. Selain itu diestimasi investasi dan ekspor meningkat, serta belanja dan program stimulus pemerintah masih cukup solid. "Yield SUN (Surat Utang Negara) 10 tahun diestimasi bergerak pada kisaran 6,27$ – 6,65% (risk 7,3%) ditopang likuiditas lokal dan kembali masuknya investor asing ke pasar obligasi di Indonesia," sebut Putut.

Lebih lanjut, kondisi perekonomian domestik dan global pada tahun 2021 diprediksi akan memasuki tahap pemulihan meskipun masih melambat karena ada potensi second wave. Hal itu tercermin dari situasi pandemi yang masih menyebar dan meningkat di beberapa negara. Banyak negara menunjukkan slowed reopening dan beberapa negara lainnya partial lockdown. Khusus Tiongkok yang berhasil menahan virus dan pemulihan, menuju level pre-Covid.

Sementara itu, sentimen positif terpilihnya Joe Biden sebagai Presiden AS ke 46 sambung Putut memicu ekspektasi trade policy yang lebih baik karena hubungan perdagangan internasional lebih dapat diprediksi. Hal ini memberikan manfaat pada Tiongkok dan negara dengan ketergantungan ekspor tinggi seperti Korea dan Singapura.

Di samping itu Pemerintahan Biden masih mendukung kenaikan stimulus fiskal dan suku bunga rendah untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi yang terpuruk akibat pandemi Covid-19 sehingga berdampak positif pada negara berkembang karena akan mendorong investor memburu yield yang lebih tinggi ke sana.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Dorong Riset Badan Usaha, Pemerintah Beri Intensif Fiskal

Swasta diharapkan dapat mengambil peran dalam membangkitkan semangat penelitian.

EKONOMI | 17 November 2020

Serapan Anggaran Kemhub Capai 70%

Kemhub pada awal tahun memperoleh pagu anggaran Rp 43 triliun.

EKONOMI | 17 November 2020

Kadin Bersinergi Perkuat Ketahanan Pangan Pasca Pandemi Covid-19

Kadin Indonesia akan menggelar Jakarta Food Security Summit (JFSS) kelima pada 18-19 November 2020.

EKONOMI | 17 November 2020

Bulan Depan, Pelabuhan Patimban Layani Ekspor Impor Mobil

Saat ini tim pelaksana masih terus melakukan penyelesaian sejumlah pekerjaan agar bisa dioperasikan secara terbatas di Desember 2020.

EKONOMI | 17 November 2020

Lumbung Dana dan PT Jasa Sarana Teken Kontrak Rp 10 T untuk Permodalan UMKM

Fintech P2P Lending Lumbung Dana Indonesia menandatangani kontrak dengan PT Jasa Sarana senilai Rp 10 triliun.

EKONOMI | 17 November 2020

PasarPolis Demokratisasi Asuransi

Kehadiran Insuretech PasarPolis memiliki peran penting dalam mengikis anggapan tersebut melalui produk asuransi yang sederhana.

EKONOMI | 17 November 2020

TLKM dan ADHI Jadi Jawara Daftar Saham Teraktif

PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) dengan frekuensi 53.915 kali.

EKONOMI | 17 November 2020

Sejalan Uang Asia, Rupiah Ditutup Menguat di Rp 14.055 Per Dolar AS

Rupiah hari ini diperdagangkan dengan kisaran Rp 14.040- Rp 14.065 per dolar AS.

EKONOMI | 17 November 2020

IHSG Ditutup Bertambah 35 Poin Tembus 5.529

Indeks LQ-45 naik 8,3 poin (0,95%) ke level 881,8.

EKONOMI | 17 November 2020

BCI Asia Dukung Industri Konstruksi Secara Digital

Aplikasi FuturArc dan Construction+ menghadirkan pengalaman membaca bagi pelaku industri melalui akses mudah mencakup konten, teknologi, dan topik terbaru.

EKONOMI | 17 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS