Perusahaan dengan Netral Karbon Perlu Dapat Insentif Pajak
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 525.47 (1.05)   |   COMPOSITE 6359.21 (17.55)   |   DBX 1342.2 (24.26)   |   I-GRADE 184.288 (0.11)   |   IDX30 516.126 (0.48)   |   IDX80 138.807 (-0.08)   |   IDXBUMN20 408.536 (-3.29)   |   IDXESGL 142.044 (0.1)   |   IDXG30 145.076 (0.68)   |   IDXHIDIV20 455.222 (0.52)   |   IDXQ30 147.857 (0.41)   |   IDXSMC-COM 298.089 (2.63)   |   IDXSMC-LIQ 362.717 (0.35)   |   IDXV30 136.649 (-0.61)   |   INFOBANK15 1071.96 (2.67)   |   Investor33 444.599 (0.34)   |   ISSI 184.85 (-0.65)   |   JII 633.797 (-1.86)   |   JII70 223.435 (-0.82)   |   KOMPAS100 1241.07 (-1.22)   |   LQ45 967.658 (0.56)   |   MBX 1728.33 (0.25)   |   MNC36 329.04 (0.52)   |   PEFINDO25 326.697 (1.93)   |   SMInfra18 315.108 (-1.3)   |   SRI-KEHATI 378.138 (0.23)   |  

Perusahaan dengan Netral Karbon Perlu Dapat Insentif Pajak

Selasa, 17 November 2020 | 18:42 WIB
Oleh : Herman / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Pendiri Bumi Global Karbon Foundation (BGKF) Achmad Deni Daruri mendorong pemerintah memberikan insentif pajak kepada perusahaan atau industri yang sudah menjadi netral karbon. Begitu pula untuk perusahaan yang dapat menyeimbangkan emisi karbon yang dihasilkan dari proses produksinya.

Deni mengungkapkan, dalam implementasi keterbukaan pengungkapan environment, social, governance (ESG), Indonesia berada di peringkat 36 dunia dengan ESG disclosure sebesar 30%. Posisi Indonesia ada di bawah Thailand yang menempati peringkat sembilan, Malaysia 22, dan Filipina 30. ESG disclosure negara-negara tersebut di atas 40% hingga 60%.

“Kenapa ESG disclosure mereka bisa tinggi? Pertama memang karena sudah mandatori. Kedua, ada insentif dari negaranya,” kata Achmad Deni Daruri dalam acara ESG Awards 2020 yang digelar Majalah Investor-Berita Satu Media bekerja sama dengan Bumi Global Karbon Foundation, Selasa (17/11/2020).

Deni menyampaikan, sebenarnya sudah banyak aturan yang mengharuskan perusahaan membuat laporan emisi, mulai Perpres Nomor 61 tahun 2011 tentang Rancangan Aksi Nasional Gas Rumah Kaca, Undang-undang No 16 tahun 2016 pengesahan Paris Agreement, dan POJK 51/03 tahun 2017. Namun, sampai saat ini, sedikit sekali perusahaan yang patuh terhadap peraturan tersebut karena tidak adanya penghargaan dan hukuman yang jelas dari pemerintah.

Menurut Deni, saat ini perusahaan di dunia yang mengarah ke sertifikasi netral karbon terus bertambah. Mereka memahami bahwa periode 2020-2030 adalah transisi untuk climate risk, sehingga diperlukan road map yang jelas dalam penurunan emisi dari kegiatan usahanya, agar tidak terjadi risiko biaya yang tinggi dan kebangkrutan di masa mendatang.

Deni menambahkan, untuk mendukung komitmen perusahaan mengedepankan industri ramah lingkungan, di negara lain, pemerintahnya memberikan penghargaan kepada perusahaan yang sudah netral karbon berupa insentif penurunan pajak, bunga dan kemudahan lain. Selain itu, negara juga memberikan hukuman berupa pajak karbon kepada industri yang tidak mencapai target dalam penurunan emisi dari kegiatan usaha.

Direktur Eksekutif Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) Samsul Hidayat mengungkapkan, sejak tahun 2017, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah memberikan mandatori bagi perusahan untuk menyampaikan laporan ESG. Tetapi memang pelaksanaanya dilakukan secara bertahap. “Makanya perbankan yang Buku I dan II meningkat. Buku III dan IV mungkin tahun ini mulai menyampaikannya. Untuk emiten kelas menengah ke atas sebenarnya juga wajib menyampaikannya mulai tahun ini. Hanya saja kami dari asosiasi emiten dan beberapa anggota pada Juni lalu meminta relaksasi dari OJK untuk menyampaikan kewajiban pelaporan sustainability report ini mulai tahun depan, dan ini sudah disetujui OJK. Sebab krisis pandemi ini menyebabkan sebagian besar emiten kesulitan menyampaikan laporan sustainability report,” kata Samsul Hidayat.

Sementara itu menurut Guru Besar IPMI International Business School Roy Sembel, implementasi ESG bisa saja mendorong percepatan pemulihan ekonomi. Sebab di dalamnya ada faktor kesalahan masa lalu yang dikoreksi. Tetapi bila kesalahan tersebut tidak diperbaiki, maka pemulihannya akan menjadi semu. “Kalau pemulihannya semu, akibatnya suatu ketika dia akan jatuh lagi,” kata Roy.

Pandemi Covid-19 juga diharapkannya dapat membangkitkan kesadaran korporasi untuk shifting menjadi lebih memperhatikan aspek ESG. “Seperti halnya Covid-19 mendorong orang masuk ke digital, Covid-19 juga mendorong orang untuk refleksi, merenungkan kembali kita sebenarnya salahnya apa. Di sini salah satunya bahwa mindset kita salah dalam berbisnis yang terkait take, make dan waste-nya. Jadi caranya yang harus berubah, sehingga kita harus punya indikator yang tepat untuk mencapai tujuan yang tepat, supaya arahnya lebih tepat lagi,” kata Roy.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Targetkan 2 Juta Pengiriman Per Hari, SiCepat Gandeng Alfamart

Kolaborasi ini juga sebagai respons SiCepat kepada pengguna yang jumlahnya meningkat menjadi 3 juta sellers pada kuartal ketiga 2020.

EKONOMI | 17 November 2020

Lewat Food Camp, Kemperin Bantu Tingkatkan Daya Saing IKM Pangan

Kemperin gelar Food Camp untuk membantu meningkatkan daya saing dan pengembangan usaha rintisan industri kecil menengah sektor pangan.

EKONOMI | 17 November 2020

38 Perusahaan Raih ESG Awards 2020

Kepedulian pada ESG merupakan ciri perusahaan modern.

EKONOMI | 17 November 2020

Komitmen Dalam Penerapan ESG, PGN Raih 16 Penghargaan ESG Awards 2020

Dalam menjalankan seluruh bisnis pemanfaatan dan utilsiasi gas bumi, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) sebagai Sub Holding Gas dari PT Pertamina (Persero)

EKONOMI | 17 November 2020

Pengisian Deposit Indodax Bisa Pakai Fitur Virtual Account BRI

Kerja sama tersebut juga diharapkan masyarakat semakin melek dengan aset kripto.

EKONOMI | 17 November 2020

Suku Bunga Acuan Masih Berpotensi Turun 25-50 Bps

Pertumbuhan ekonomi 2021 diproyeksikan berada pada level 4%- 5,1%.

EKONOMI | 17 November 2020

Dorong Riset Badan Usaha, Pemerintah Beri Intensif Fiskal

Swasta diharapkan dapat mengambil peran dalam membangkitkan semangat penelitian.

EKONOMI | 17 November 2020

Serapan Anggaran Kemhub Capai 70%

Kemhub pada awal tahun memperoleh pagu anggaran Rp 43 triliun.

EKONOMI | 17 November 2020

Kadin Bersinergi Perkuat Ketahanan Pangan Pasca Pandemi Covid-19

Kadin Indonesia akan menggelar Jakarta Food Security Summit (JFSS) kelima pada 18-19 November 2020.

EKONOMI | 17 November 2020

Bulan Depan, Pelabuhan Patimban Layani Ekspor Impor Mobil

Saat ini tim pelaksana masih terus melakukan penyelesaian sejumlah pekerjaan agar bisa dioperasikan secara terbatas di Desember 2020.

EKONOMI | 17 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS