Jokowi Minta Komitmen Kadin Dampingi 2 Juta Petani dalam Program Pangan
INDEX

BISNIS-27 545.471 (-7.6)   |   COMPOSITE 6413.89 (-106.77)   |   DBX 1221.71 (-6.51)   |   I-GRADE 188.988 (-3.35)   |   IDX30 542.994 (-9.18)   |   IDX80 145.925 (-3.17)   |   IDXBUMN20 438.706 (-13.3)   |   IDXESGL 150.111 (-3.04)   |   IDXG30 148.081 (-3.15)   |   IDXHIDIV20 477.43 (-7.88)   |   IDXQ30 153.853 (-2.35)   |   IDXSMC-COM 293.749 (-6.8)   |   IDXSMC-LIQ 373.577 (-15.72)   |   IDXV30 149.364 (-4.83)   |   INFOBANK15 1084.54 (-8.19)   |   Investor33 464.502 (-6.89)   |   ISSI 189.074 (-4.16)   |   JII 668.709 (-17.74)   |   JII70 233.837 (-6.47)   |   KOMPAS100 1296.34 (-25.94)   |   LQ45 1011.21 (-19.63)   |   MBX 1772.39 (-32.57)   |   MNC36 342.942 (-5.12)   |   PEFINDO25 336.865 (-11.6)   |   SMInfra18 332.042 (-9.57)   |   SRI-KEHATI 396.816 (-5.25)   |  

Jokowi Minta Komitmen Kadin Dampingi 2 Juta Petani dalam Program Pangan

Rabu, 18 November 2020 | 13:31 WIB
Oleh : Lenny Tristia Tambun / CAH

Jakarta, Beritasatu.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan komitmen Kamar Dagang dan Industri (Kadin) untuk mendampingi 2 juta petani dalam program pangan.

"Untuk memperkuat inisitaif kolaborasi produktif di sektor pangan ini saya minta Kadin untuk memberikan pendampingan kepada 1 juta petani swadaya. Saya mendengar di awal tahun 2020 sudah dilakukan. Saya menunggu komitmen pendampingan 2 juta petani swadaya pada tahun 2023. Saya yakin kadin mampu mencapai target ini," kata Jokowi saat membuka acara Jakarta Food Security Summit ke-5 2020 secara virtual, Rabu (18/11/2020).

Jokowi mengharapkan model bisnis yang kolaboratif inklusif ini bisa mendongkrak sektor pangan sebagai kekuatan ekonomi baru, yang akan membuka lebih banyak lapangan kerja dan menjadi sumber kesejahteraan seluruh masyarakat Indonesia.

Menurutnya, saat ini banyak negara di dunia melihat pentingnya pengembangan sektor pangan. Bukan hanya untuk merespons kemungkinan terjadinya krisis pangan akibat pandemi, tetapi juga karena kebutuhan pangan sejalan dengan melonjaknya populasi penduduk di dunia.

Karena, hampir setengah jumlah penduduk dunia ada di kawasan asia. Termasuk di tiga negara terbesar di Tiongkok, India, dan di Indonesia. kata Jokowi, situasi ini membuka peluang yang menjanjikan bagi sektor pangan. Kebutuhannya sangat besar, pasarnya sangat besar dan akan terus tumbuh.

Namun, sambung Jokowi, pengembangan sektor pangan membutuhkan cara-cara baru yang inovatif, dan yang meningkatkan efisiensi proses produksi. Serta yang meningkatkan pangan berkualitas dengan harga terjangkau, juga yang memperbaiki daya dukung lingkungan dan yang mensejahterakan petani.

"Kita harus melompat dengan cara baru, dengan skala produksi yang lebih besar, dengan peran sentral korporasi petani, dengan mengedepankan nilai tambah ditahap on farm mau pun off farm dan inovasi teknologi modern yang lebih efisien dan produktif. Dan memberikan kesejahteraan yang lebih baik pada para petani dan sektor pendukungnya," jelas Jokowi.

Kepala Negara mengharapkan para pengusaha yang tergabung di Kadin menjadi bagian dalam cara-cara baru. Inisiatif KADIN dalam skema inclusive closed loop perlu untuk dikembangkan. Terutama dalam mengembangkan kemitraan antar pemangku kepentingan yang saling menguntungkan di hulu dan di hilir.

"Saya mendukung berbagai inisiatif kolaboratif yg melibatkan petani, koperasi, perbankan, dan juga offtaker. Beberapa inisiatif kolaborasi seperti hortikultura di garut, industri minyak sawit di berbagai daerah perlu diperbaharui agar produktivitas dan nilai tambah bagi petani semakin meningkat. Dan perlu untuk direplikasi, dicopy ke daerah lain," tutur Jokowi.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Triwulan III 2020, Tugu Insurance Catat Kinerja Positif

Tugu Insurance meraih laba tahun berjalan konsolidasian sebesar Rp 235,08 milar, meningkat dibandingkan dengan triwulan II-2020 yang sebesar Rp 98,42 miliar.

EKONOMI | 18 November 2020

Chatib Basri: Perekonomian RI Baru Pulih 2022

Pertumbuhan 2021 diperkirakan hanya mencapai 3,5%-4%, lebih rendah dari target APBN 2021 5%.

EKONOMI | 18 November 2020

Jokowi: Pandemi Jadi Momentum Percepatan Pengembangan Ekonomi Digital

Indonesia membutuhkan 9 juta talenta digital nasional hingga tahun 2035.

EKONOMI | 18 November 2020

Kurs Rupiah Stabil di Rp 14.060

Kurs rupiah berada di level Rp 14.060 per dolar AS atau melemah 30 poin dibandingkan perdagangan sebelumnya Rp 14.030.

EKONOMI | 18 November 2020

Sesi I, IHSG Bertahan di Zona Hijau

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,38% ke kisaran 5.551,2 pada akhir sesi pertama perdagangan hari ini, Rabu (18/11/2020).

EKONOMI | 18 November 2020

Pacu Layanan Syariah, Bank Sinarmas Gandeng Jamkrindo Syariah dan Takaful

Bank Sinarmas bersama Jamkrindo Syariah dan Takaful berharap dapat saling melengkapi dan menciptakan solusi kreatif bagi nasabah.

EKONOMI | 18 November 2020

Rupiah Melemah Tipis ke Rp 14.060

Kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pagi hari ini, Rabu (18/11/2020), terpantau melemah ke kisaran Rp 14.060.

EKONOMI | 18 November 2020

Pemerintah Dorong Penguasaan Teknologi Tanggulangi Pencemaran Industri

BPPI mengantisipasi perkembangan kebutuhan industri dalam mendukung kebijakan industri berkelanjutan.

EKONOMI | 18 November 2020

IHSG Dibuka Positif

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,36% ke kisaran 5.549,7 pada awal perdagangan hari ini, Rabu (18/11/2020).

EKONOMI | 18 November 2020

Ekspor Jepang Membaik, Bursa Asia Mixed

Indeks Nikkei 225 Tokyo turun 0,79%, S&P/ASX 200 Australia naik 0,6%, Kospi Korea Selatan naik 0,37%.

EKONOMI | 18 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS