BNI Asset Management Catat Hasil Positif di Masa Pandemi Covid-19
INDEX

BISNIS-27 545.471 (-7.6)   |   COMPOSITE 6413.89 (-106.77)   |   DBX 1221.71 (-6.51)   |   I-GRADE 188.988 (-3.35)   |   IDX30 542.994 (-9.18)   |   IDX80 145.925 (-3.17)   |   IDXBUMN20 438.706 (-13.3)   |   IDXESGL 150.111 (-3.04)   |   IDXG30 148.081 (-3.15)   |   IDXHIDIV20 477.43 (-7.88)   |   IDXQ30 153.853 (-2.35)   |   IDXSMC-COM 293.749 (-6.8)   |   IDXSMC-LIQ 373.577 (-15.72)   |   IDXV30 149.364 (-4.83)   |   INFOBANK15 1084.54 (-8.19)   |   Investor33 464.502 (-6.89)   |   ISSI 189.074 (-4.16)   |   JII 668.709 (-17.74)   |   JII70 233.837 (-6.47)   |   KOMPAS100 1296.34 (-25.94)   |   LQ45 1011.21 (-19.63)   |   MBX 1772.39 (-32.57)   |   MNC36 342.942 (-5.12)   |   PEFINDO25 336.865 (-11.6)   |   SMInfra18 332.042 (-9.57)   |   SRI-KEHATI 396.816 (-5.25)   |  

BNI Asset Management Catat Hasil Positif di Masa Pandemi Covid-19

Rabu, 18 November 2020 | 20:05 WIB
Oleh : Chairul Fikri / CAH

Jakarta, Beritasatu.com - PT BNI Asset Management mampu mempertahankan posisinya di urutan 10 besar perusahaan asset management di Indonesia dengan asset under management per Oktober 2020 sebesar Rp 24,64 triliun atau mencatat pertumbuhan 15% meski saat ini tengah berada dalam pandemi Covid-19. Wakil Direktur Utama BNI, Adi Sulistyowati mengatakan PT BNI Asset Management yang merupakan bagian dari pada grup BNI, dan telah spin offdari BNI sekuritas sejak tahun 2011 terus tumbuh berkembang hingga saat ini.

"Kami masih tetap dapat mencatatkan pertumbuhan sebesar 15 % sejak awal tahun 2020. Tentunya pertumbuhan ini tidak terlepas dari dukungan para investor serta sinergi BNI sebagai induk dari seluruh anak perusahaan yang tergabung dalam grup BNI," ungkap Adi Sulistyowati dalam webinar Market Outlook 2021 "Resilience to Counter Economic Turbulence - Day 1, Rabu (18/11/2020).

Sementara itu, Presiden Direktur BNI Asset Management Putut Endro Andanawarih menilai mayoritas investor saat ini mulai masuk ke instrumen investasi karena banyak orang yang melakukan hal tersebut. Kebanyakan dari mereka juga saat ini masih menyimpan uangnya ke instrumen rendah risiko seperti deposito.

"Meskipun Indonesia mengalami negatif growth namun angka tersebut masih lebih baik dibandingkan dengan negara maju seperti Jepang dan Amerika Serikat yang berkontraksi masing-masing sebesar 5,27% dan juga minus 4, 27%. Tentunya hal ini tidak terlepas dari upaya dan presiden, pemerintah bersama instansi terkait untuk melakukan langkah-langkah strategis yang tepat dan cepat dalam menanggulangi dampak daripada covid-19 serta pemulihan ekonomi nasional," lanjutnya.

Memasuki tahun 2021, suku bunga diproyeksikan masih bertahan di level rendah (low rate environment), namun stimulus masih dibutuhkan untuk mendorong pemulihan ekonomi menjadi background makro di tahun 2020-2021. Hal ini mendorong risiko beban hutang dari negara di emerging market di masa mendatang. Tingkat unemployment rate mengalami peningkatan di 2020 dan akan berlanjut di tahun 2021 bila risiko pandemi tidak segera berakhir, sehingga menjadi risiko global supply dalam jangka menengah.

"Tahun 2021, kami melihat kondisi dalam negeri akan sedikit mengalami inflasi yang sedikit lebih tinggi dibandingkan tahun 2020 seiring meningkatnya penyaluran stimulus pemerintah. Kebijakan suku bunga Bank Indonesia relatif bertahan di level 3,75-4% seiring level inflasi yang mulai meningkat namun masih ada potensi penurunan suku bunga sebesar 25-50 bps dari level saat ini. Dan proyeksi pertumbuhan ekonomi pada level 4-5,1% (upside risk di 6%) pada tahun 2021, didorong oleh gradual recovery dari re-opening economy, khususnya bila vaksin sudah dapat terdistribusi," tegasnya.

Terkait masalah UMKM, Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga menilai para pelaku UMKM di Indonesia punya potensi besar melakukan ekspor terhadap produk barang yang dihasilkannya meskipun tengah dalam masa pandemi Covid-19. Sehingga dirinya berharap BNI segera bisa bersinergi untuk menyelesaikan masalah itu.

"Jadi dari perjalanan fasilitasi ekspor kami di beberapa daerah kami menemukan banyak sekali potensi ekspor oleh UMKM maupun pelaku ekonomi rakyat baik di bidang pertanian, perkebunan, kemaritiman dan lain-lain. Selama ini mereka terhambat karena kurangnya pengetahuan mengenai mekanisme dan dalam hal pembiayaan. Nah, pertemuan dengan Pak Dirut tadi itu kita sampaikan, bahwa pelaku UMKM di Indonesia pastinya akan perlu bantuan Perbankan khususnya BNI untuk membantu mereka mengembangkan ekspor," tutur Jerry.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Surplus Neraca Perdagangan di 2021 Diproyeksikan Menyempit

Direktur Eksekutif Core Indonesia, Mohammad Faisal, memproyeksikan surplus neraca perdagangan pada 2021 akan menyempit.

EKONOMI | 18 November 2020

Jelang Natal dan Tahun Baru, Kemhub Uji Kelaikan Kapal Penumpang

Uji kelaikan kapal penumpang bertujuan menjamin dan meningkatkan kelancaran, keselamatan, keamanan dan kenyamanan transportasi laut.

EKONOMI | 18 November 2020

Pemerintah Jadikan Pekerja Migran Sebagai Duta Pariwisata

Kemenparekraf berkolaborasi dengan Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) untuk menjadikan pekerja migran Indonesia (PMI) sebagai duta pariwisata.

EKONOMI | 18 November 2020

AP II Incar Posisi Pemimpin Pasar Operator Bandara di Asean

Menurut Awaluddin, saat ini Angkasa Pura II memiliki pondasi kokoh untuk menjadi airport enterprise leader in the region.

EKONOMI | 18 November 2020

Indef: Ekonomi Indonesia di 2021 Masih Berjalan Separuh Kapasitas

Indef memproyeksikan ekonomi Indonesia pada 2021 hanya akan tumbuh separuh dari proyeksi pemerintah.

EKONOMI | 18 November 2020

Core: Peluang Pemulihan Ekonomi RI Lebih Besar dari Negara Lain

Ekonomi Indonesia memiliki peluang untuk tidak terkoreksi mendalam dengan porsi private consumption yang besar.

EKONOMI | 18 November 2020

DJP dan Pegadaian Lanjutkan Integrasi Data Perpajakan

Integrasi data perpajakan membantu dalam efisiensi dan mengurangi cost of compliance dengan meminimalisasi kesalahan administrasi perpajakan.

EKONOMI | 18 November 2020

Inovasi dan Konsistensi UMKM Jadi Kunci Pemulihan Ekonomi

Sejak September 2020 mulai terjadi peningkatan penjualan pada sektor UMKM dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.

EKONOMI | 18 November 2020

Ginsi Jatim Jembatani Importir Soal Aturan Post Border

Kesulitan pengusaha untuk mengimpor barang tertentu terutama bahan baku mengakibatkan turunnya volume ekspor.

EKONOMI | 18 November 2020

Raiz dan Manulife Jalin Kerja Sama Pemasaran Reksa Dana Syariah

Melalui kerja sama dengan MAMI, perusahaan yakin Raiz dapat memperluas penetrasi pasar.

EKONOMI | 18 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS