BNI Asset Management Catat Hasil Positif di Masa Pandemi Covid-19
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

BNI Asset Management Catat Hasil Positif di Masa Pandemi Covid-19

Rabu, 18 November 2020 | 20:05 WIB
Oleh : Chairul Fikri / CAH

Jakarta, Beritasatu.com - PT BNI Asset Management mampu mempertahankan posisinya di urutan 10 besar perusahaan asset management di Indonesia dengan asset under management per Oktober 2020 sebesar Rp 24,64 triliun atau mencatat pertumbuhan 15% meski saat ini tengah berada dalam pandemi Covid-19. Wakil Direktur Utama BNI, Adi Sulistyowati mengatakan PT BNI Asset Management yang merupakan bagian dari pada grup BNI, dan telah spin offdari BNI sekuritas sejak tahun 2011 terus tumbuh berkembang hingga saat ini.

"Kami masih tetap dapat mencatatkan pertumbuhan sebesar 15 % sejak awal tahun 2020. Tentunya pertumbuhan ini tidak terlepas dari dukungan para investor serta sinergi BNI sebagai induk dari seluruh anak perusahaan yang tergabung dalam grup BNI," ungkap Adi Sulistyowati dalam webinar Market Outlook 2021 "Resilience to Counter Economic Turbulence - Day 1, Rabu (18/11/2020).

Sementara itu, Presiden Direktur BNI Asset Management Putut Endro Andanawarih menilai mayoritas investor saat ini mulai masuk ke instrumen investasi karena banyak orang yang melakukan hal tersebut. Kebanyakan dari mereka juga saat ini masih menyimpan uangnya ke instrumen rendah risiko seperti deposito.

"Meskipun Indonesia mengalami negatif growth namun angka tersebut masih lebih baik dibandingkan dengan negara maju seperti Jepang dan Amerika Serikat yang berkontraksi masing-masing sebesar 5,27% dan juga minus 4, 27%. Tentunya hal ini tidak terlepas dari upaya dan presiden, pemerintah bersama instansi terkait untuk melakukan langkah-langkah strategis yang tepat dan cepat dalam menanggulangi dampak daripada covid-19 serta pemulihan ekonomi nasional," lanjutnya.

Memasuki tahun 2021, suku bunga diproyeksikan masih bertahan di level rendah (low rate environment), namun stimulus masih dibutuhkan untuk mendorong pemulihan ekonomi menjadi background makro di tahun 2020-2021. Hal ini mendorong risiko beban hutang dari negara di emerging market di masa mendatang. Tingkat unemployment rate mengalami peningkatan di 2020 dan akan berlanjut di tahun 2021 bila risiko pandemi tidak segera berakhir, sehingga menjadi risiko global supply dalam jangka menengah.

"Tahun 2021, kami melihat kondisi dalam negeri akan sedikit mengalami inflasi yang sedikit lebih tinggi dibandingkan tahun 2020 seiring meningkatnya penyaluran stimulus pemerintah. Kebijakan suku bunga Bank Indonesia relatif bertahan di level 3,75-4% seiring level inflasi yang mulai meningkat namun masih ada potensi penurunan suku bunga sebesar 25-50 bps dari level saat ini. Dan proyeksi pertumbuhan ekonomi pada level 4-5,1% (upside risk di 6%) pada tahun 2021, didorong oleh gradual recovery dari re-opening economy, khususnya bila vaksin sudah dapat terdistribusi," tegasnya.

Terkait masalah UMKM, Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga menilai para pelaku UMKM di Indonesia punya potensi besar melakukan ekspor terhadap produk barang yang dihasilkannya meskipun tengah dalam masa pandemi Covid-19. Sehingga dirinya berharap BNI segera bisa bersinergi untuk menyelesaikan masalah itu.

"Jadi dari perjalanan fasilitasi ekspor kami di beberapa daerah kami menemukan banyak sekali potensi ekspor oleh UMKM maupun pelaku ekonomi rakyat baik di bidang pertanian, perkebunan, kemaritiman dan lain-lain. Selama ini mereka terhambat karena kurangnya pengetahuan mengenai mekanisme dan dalam hal pembiayaan. Nah, pertemuan dengan Pak Dirut tadi itu kita sampaikan, bahwa pelaku UMKM di Indonesia pastinya akan perlu bantuan Perbankan khususnya BNI untuk membantu mereka mengembangkan ekspor," tutur Jerry.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA LAINNYA

Hari Maritim Nasional 2021, Presiden Jokowi: Indonesia Harus Jadi Poros Maritim Dunia

Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia yang memiliki 17 ribu pulau dengan garis pantai lebih dari 108 kilometer, harus jadi poros maritim dunia.

EKONOMI | 23 September 2021

Ada Risiko Dispute, Penerapan InsurTech Dilakukan Bertahap

OJK menyebut di era digital industri asuransi perlu melakukan penyesuaian layanan, seperti memasarkan produk asuransi lewat platform insurtech.

EKONOMI | 23 September 2021

AGROS, Inovasi Terbaru Layanan Satu Pintu di Industri Logistik

AGROS adalah sistem layanan terpadu satu pintu (one-stop service) berbasis teknologi yang berfokus hadirkan solusi terintegrasi untuk optimalkan layanan jasa logistik muatan berat (raw material)

EKONOMI | 23 September 2021


Indonesia Perlu Teknologi Baru Pasarkan Stranded Gas

SKK Migas mengatakan Indonesia banyak memiliki stranded gas dan perlu teknologi baru untuk memasarkannya secara komersial.

EKONOMI | 23 September 2021

Pemerintah Dukung Investasi Kabel Bawah Laut Australia Asia PowerLink US$ 2,58 M

Pemerintah Indonesia mendukung salah satu proyek infrastruktur EBT terbesar dunia yakni kabel bawah laut Australia-Asia PowerLink (AAPowerLink) oleh Sun Cable.

EKONOMI | 23 September 2021

Start-up Les Bahasa Mandarin T-Lab Raih Dana US$ 1,6 Juta

T-Lab, meraih pendanaan tahap awal sebesar US$ 1,6 juta (sekitar Rp 22,7 miliar) yang dipimpin oleh East Ventures

EKONOMI | 23 September 2021

Rp 178,95 Triliun Dana Pemerintah Daerah Masih Mengendap di Perbankan

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan hingga Agustus 2021 dana pemerintah daerah yang masih tersimpan di bank mencapai Rp 178,95 triliun.

EKONOMI | 23 September 2021

Dailybox Berhasil Buka 120 Titik Selama Pandemi Covid-19

Dailybox, sebuah start-up restoran online multi-brand atau operator cloud kitchen, berhasil membuka 120 titik lokasi di Indonesia.

EKONOMI | 23 September 2021

Indeks Naik 0,43%, Lima Saham Ini Menguat di Sesi I

MITI menguat 34,74%, OKAS naik 28,40%, ASPI meningkat 21,62%, HRUM melonjak 19,91%, BOSS terangkat 8,89%.

EKONOMI | 23 September 2021


TAG POPULER

# Rocky Gerung vs Sentul City


# Hari Libur Nasional 2022


# Toko Obat Ilegal


# Joe Biden


# Piala Sudirman



TERKINI
Rupiah Stagnan di Rp 14.242, Saat Mata Uang Asia Menguat

Rupiah Stagnan di Rp 14.242, Saat Mata Uang Asia Menguat

EKONOMI | 5 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings