Komisi X DPR Terus Matangkan Konsep PJP
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Komisi X DPR Terus Matangkan Konsep PJP

Rabu, 18 November 2020 | 20:53 WIB
Oleh : Dina Fitri Anisa / JAI

Jakarta, Beritasatu.com - Konsep Peta Jalan Pendidikan (PJP) nasional terus dimatangkan Komisi X DPR RI dengan mengundang para pakar dari berbagai disiplin ilmu. Peta ini disusun atas permintaan Komisi X DPR RI kepada pemerintah. Dengan PJP ini diharapkan pembangunan sektor pendidikan jadi lebih terarah.

PJP nasional ini disusun untuk 2020 hingga 2035. Ketua Komisi X DPR RI, Syaiful Huda, saat memimpin rapat dengan para pakar, Rabu (18/10/2020), mengungkapkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim, telah memberi kebebasan untuk memperkaya perspektif dalam menyusun PJP tersebut.

"PJP nasional sebagai sebuah gagasan, sebenarnya permintaan kami dari Komisi X DPR RI kepada Kemendikbud. PJP ini dalam bayangan kami, supaya publik bisa setiap saat melakukan evaluasi, kritik, masukan apa saja," kata Huda.

Dia menjelaskan, PJP disusun lantaran ada banyak problematika di sektor pendidikan. Misalnya, masih ada tumpang tindih tata kelola pendidikan baik di pusat maupun daerah dan belum meratanya kualitas pendidikan khususnya dalam pemenuhan sarana dan prasarana pendidikan.

Selain itu, isu krusial lainnya adalah kesejahteraan dan sumber daya pendidik (guru dan dosen) yang masih butuh afirmasi dari pemerintah. Bahkan, isu inkonsistensi kurikulum dan lemahnya pengelolaan anggaran pendidikan juga dibahas dalam PJP 2020-2035 ini.

Pada 4 Juni lalu, lanjutnya, Presiden Joko Widodo mengingatkan bahwa PJP nasional harus mengantisipasi perubahan-perubahan besar yang terjadi di seluruh belahan dunia, mulai dari desrupsi teknologi yang berdampak pada penerapan otomatisasi artifisial intelijen, big data, dan lain-lain.

"Presiden juga mengingatkan kepada kita semua bahwa kebijakan yang ada dalam PJP harus mengantisipasi perubahan demografis dan profil sosial ekonomi dari populasi," ujar Huda.

Dia mengungkapkan, Komisi X juga memiliki beberapa catatan dari berbagai masukan yang ada sejak masa sidang satu dan masa sidang dua terkait dengan perlu adanya peta jalan pendidikan nasional tersebut.

Isu pertama yang sampai hari ini masih relevan, yakni masih terjadinya tumpang-tindih tata kelola pendidikan baik di tingkat pusat maupun daerah.

Kedua, belum meratanya kualitas pendidikan khususnya dalam pemenuhan sarana dan prasarana berikut juga mutu pendidikan. Ketiga, isu terkait kesejahteraan dan mutu sumber daya pendidik baik guru, dosen yang masih butuh afirmasi dari pihak pemerintah.

"Keempat, isu terkait inkonsistensi kurikulum, ini juga masih mewarnai dunia pendidikan kita. Yang ke lima tentu, kami mengidentifikasi masih lemahnya pengelolaan anggaran pendidikan kita,” tutur Huda.

Dia menjelaskan, Komisi X sebagai pengemban amanat di sektor pendidikan bisa setiap saat melakukan evaluasi melalui kritik ataupun masukan terhadap apa saja yang diperlukan dalam peta jalan pendidikan nasional tersebut.

“Saat bersamaan kita berharap ada kritik dan masukan ketika peta jalan pendidikan ini di-publish dan diketahui oleh masyarakat secara langsung,” ujar Huda.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Suara Pembaruan


BERITA LAINNYA

Waskita Beton Precast Garap Proyek Interchange Dukuh Atas

PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) menggarap proyek Sudirman Station-Dukuh Atas Interchange dengan nilai kontrak Rp 163,61 miliar.

EKONOMI | 22 September 2021

Akumindo: Holding Ultra Mikro Bukti Keberpihakan Pemerintah pada UMKM

Kehadiran Holding Ultra Mikro (Umi) yang melibatkan BRI, Pegadaian, dan PNM menjadi bukti keberpihakan pemerintah kepada pelaku usaha kecil.

EKONOMI | 22 September 2021

IHSG Positif, Ini 5 Saham Top Gainers di Sesi I

PT Wilton Makmur Tbk (SQMI) paling cuan pascaharganya melesat 30,83%, disusul BIMA menguat 21,69%, ARKA meningkat 19,80%, BBHI naik 9,14% dan BOSS naik 8,43%.

EKONOMI | 22 September 2021

Waskita Karya Kantongi Restu Right Issue 24,56 Miliar Saham

PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) mengantongi restu dari para pemegang saham untuk menambah modal melalui right issue.

EKONOMI | 22 September 2021

Rebound, IHSG Menguat ke 6.106

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,75% ke 6.106,3 pada akhir sesi pertama perdagangan hari ini, Rabu (22/9/2021).

EKONOMI | 22 September 2021

ADB Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Jadi 3,5%

Asian Development Bank (ADB) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2021 sebesar 3,5% year on year (yoy).

EKONOMI | 22 September 2021

Citilink Raih Penghargaan Maskapai dengan Penerapan Prokes Terbaik

Maskapai penerbangan Citilink berhasil meraih predikat “5-Star Covid-19 Airline Safety Rating” dari Skytrax.

EKONOMI | 22 September 2021

Pacu Substitusi Impor, Kemperin Optimalkan TKDN Produk TIK

Kemperin terus berupaya untuk meningkatkan utilisasi dan pertumbuhan industri dalam negeri, yang sejalan dengan kebijakan substitusi impor.

EKONOMI | 22 September 2021

Kurs Rupiah Melemah ke Rp 14.245 Pagi Ini

Kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pagi hari ini, Rabu (21/9/2021), terpantau melemah tipis ke kisaran Rp 14.245.

EKONOMI | 22 September 2021

Fokus Pasar: Bank Indonesia Pertahankan Suku Bunga Rendah

Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk kembali mempertahankan suku bunga acuan 7DRRR pada level 3,5%.

EKONOMI | 22 September 2021


TAG POPULER

# Rocky Gerung vs Sentul City


# Napoleon Bonaparte


# Anies Baswedan


# PPKM


# Bangga Buatan Indonesia



TERKINI
Periksa Anies, KPK Dalami PMD Sarana Jaya untuk Program DP Nol Rupiah

Periksa Anies, KPK Dalami PMD Sarana Jaya untuk Program DP Nol Rupiah

NASIONAL | 13 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings