Perlu Maksimalkan Kekuatan Pasar Domestik untuk Jaga Ketahanan Pangan
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Perlu Maksimalkan Kekuatan Pasar Domestik untuk Jaga Ketahanan Pangan

Rabu, 18 November 2020 | 21:51 WIB
Oleh : Siprianus Edi Hardum / EHD

Jakarta, Beritasatu.com - Pandemi Covid-19 telah mengoyak sendi perekonomian Indonesia. Hal tersebut ditunjukkan oleh kontraksi pertumbuhan ekonomi kuartal III-2020 sebesar minus 3,49%. Indonesia pun resmi masuk ke dalam resesi karena sebelumnya ekonomi kuartal II juga bertumbuh negatif sebesar 5,2%.

Namun, di tengah negatifnya pertumbuhan ekonomi nasional, sektor pertanian masih mampu mencatatkan pertumbuhan positif. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan Produk Domestik Bruto (PDB) sektor pertanian kuartal III bertumbuh 1,01%.

Sementara lima sektor utama lainnya justru bertumbuh negatif. Industri pengolahan tercatat minus 4,31%, perdagangan minus 503%, konstruksi minus 4,52%, serta pertambangan minus 4,28%.

Berdasarkan fakta tersebut, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai sektor pertanian dan pangan bisa menjadi kunci pendorong pemulihan ekonomi nasional.

“Hanya saja itu perlu didukung dengan upaya memulihkan tingkat konsumsi domestik yang tertekan oleh pandemi Covid-19,” kata Ketua Komite Tetap Ketahanan Pangan Kadin, Franciscus Welirang dalam diskusi Jakarta Food Security Summit (JFSS) kelima di Jakarta, Rabu (18/11/22020).

JFSS diselenggarakan setiap dua tahun sekali sejak 2010 (2010, 2012, 2015 dan 2018). Menampung masukan dari seluruh pemangku kepentingan, JFSS bertujuan untuk mendukung pemerintah mewujudkan ketahanan pangan dan pada saat yang sama meningkatkan produktivitas petani yang serta merta meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani, peternak dan nelayan.

Kali ini Kadin menyelenggarakan JFSS-5 pada 18-19 November dengan mengangkat tema “Pemulihan Ekonomi Nasional untuk Mendukung Ketahanan Pangan & Gizi, Serta Meningkatkan Kesejahteraan Petani, Peternak, Nelayan & Industri Pengolahan”.
Menurut Franciscus, agar sektor pangan dapat berkembang perlu adanya langkah dan kebijakan untuk memaksimalkan kekuatan pasar domestik menjadi strategis, baik dari sisi permintaan maupun suplai.

Dari sisi permintaan, daya beli masyarakat perlu didorong. Adapun dari sisi suplai, perlu terobosan untuk mensubstitusi komoditas pangan impor melalui peningkatan produksi dalam negeri, seperti daging sapi, sayuran dan buah-buahan.

“Faktor suplai dan permintaan ini perlu dikelola agar terjadi keberlanjutan produksi di sektor pertanian sehingga harga komoditasnya stabil dan kesejahteraan petani meningkat,” ujarnya.

Franciscus juga menekankan pentingnya peran koperasi petani dalam sebuah ekosistem pertanian. Koperasi, kata dia, bisa berperan membantu petani, khususnya menjadi jembatan dengan perbankan nasional. “Koperasi petani harus diperkuat,” katanya.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, sektor pertanian, termasuk pangan sangat penting dalam perekonomian nasional. Pada saat pandemi Covid-19 mengakibatkan penurunan aktivitas di sejumlah sektor perekonomian nasional, sektor pertanian, perikanan, peternakan dan kehutanan justru mampu tumbuh sekitar 2,5% (year on year/yoy).

Karena itu, pemerintah akan berusaha agar sektor pertanian, peternakan, perikanan dan kehutanan agar tetap tumbuh positif, khususnya pada masa pandemi Covid-19. Salah satu upayanya adalah pemberian bantuan langsung tunai (BLT) kepada 80 juta penduduk desa. “Bantuan tunai tersebut, termasuk untuk 3,7 juta petani, nelayan, dan buruh nelayan,” kata Sri.

Menurut Sri, dalam menjaga stabilitas harga pangan, perhatian bukan hanya terhadap daya beli masyarakat saja. Kesejahteraan petani juga perlu menjadi perhatian.

"Keseimbangan antara menjaga kesejahteraan para petani dan daya beli masyarakat, terutama masyarakat miskin di dalam keseimbangan harga pangan adalah kebijakan yang terus dijaga oleh pemerintah," dia menambahkan.

Lebih lanjut Sri mengatakan, pemerintah juga akan berusaha mempercepat pembentukan food estate di sejumlah daerah, seperti Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah dan Papua.

Food estate tersebut sebagai salah satu cara untuk menaikan produktivitas padi dan non-padi. Pemerintah sudah menganggarkan dana sekitar Rp104 triliun dalam APBN 2021 untuk pengembangan food estate dan ketahanan pangan.

Franciscus menyatakan salah satu solusi untuk menjaga stabilitas harga pangan adalah penerapan sistem inclusive closed loop. Dalam sistem inclusive closed loop, ada empat unsur utama, yaitu (1) petani mendapat akses untuk membeli bibit dan pupuk yang benar, (2) pendampingan kepada petani untuk menerapkan good practice agriculture, (3) kemudahan akses pemberian kredit dari lembaga keuangan, (4) jaminan pembelian hasil petani oleh perusahaan pembina (off taker).

Keberadaan off taker tersebut tidak hanya memberi pendampingan tetapi juga memberi jaminan pembelian atas hasil produksi dengan harga pasar. “Inclusive closed loop merupakan skema kemitraan antar-stakeholder terkait yang saling menguntungkan dari hulu sampai hilir,” jelasnya.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mendominasi sektor pertanian dan pangan, dengan proporsi hampir mencapai 52%.

Para pelaku usaha di sektor pertanian tersebut menghadapi kendala seperti kepemilikan lahan sempit atau merupakan nelayan kecil dan buruh nelayan di sektor perikanan. “Mereka juga menghadapi rantai pasok komoditas yang rumit dan panjang sehingga kerap menekan harga petani atau nelayan,” katanya.

Menurut Teten, untuk memberdayakan para petani dan mencapai ketahan pangan, Kementerian Koperasi dan UKM berusaha mendorong penguatan kelembagaan petani, nelayan dan peternak dalam sebuah koperasi modern sehingga nantinya bisa mencapai skala ekonomis. Koperasi modern tersebut nantinya akan mengadopsi konsep corporate farming (korporatisasi pangan). “Ada delapan komoditas yang sedang dijajaki penguatan kelembagaannya,” kata Teten mengungkapkan.

Menurut Menteri Perdagangan Agus Suparmanto, sejauh ini masih ada disparitas harga sejumlah pangan yang cukup besar di sejumlah daerah, khususnya daerah-daerah terpencil, yang disebabkan tidak seimbangnya pasokan dan produksi serta tingginya biaya logistik.

Pemerintah, kata dia, tidak tinggal diam untuk mengatasi disparitas harga pangan tersebut. Salah satu upaya untuk menekan disparitas harga pangan tersebut adalah dengan “Gerai Maritim” dengan memanfaatkan tol laut.

Gerai Maritim, kata Agus, merupakan kegiatan untuk mendistribusikan barang, khususnya barang Kebutuhan pokok dan barang penting ke daerah Terdepan, Terpencil dan Tertinggal serta Perbatasan (3TP) dengan tujuan menurunkan atau mengurangi disparitas harga. “Pemerintah memberi subsidi untuk ongkos angkutnya,” ujar dia.

Agus mengatakan, untuk mendukung peningkatan daya saing produk pangan, Kementerian Perdagangan telah memiliki sejumlah program dalam jangka pendek dan menengah.

Kebijakan jangka pendek antara lain kemitraan antara para pelaku usaha, Bangga Buatan Indonesia (BBI), dan pelatihan kepada UMKM.

Ada pun kebijakan jangka menengah di antaranya kebijakan stabilisasi harga, kebijakan pengendalian impor dalam mendukung subsitusi impor, memfasilitasi akses terhadap pembiayaan. “Strategi lainnya pemanfaatan resi gudang dan juga pasar lelang komoditas,” kata dia.

Founder dan CEO Tokopedia William Tanuwijaya mengatakan, mayoritas petani di Indonesia berada di mata rantai paling bawah sehingga menerima pendapatan yang kurang optimal. Hal tersebut disebabkan oleh kondisi geografis dan minimnya fasilitas infrastruktur di Tanah Air. Namun, semua kendala tersebut bisa teratasi dengan penggunaan teknologi. “Teknologi, khususnya digital, bisa menjadi solusi bagi para petani,” kata dia.

Sementara, Direktur Utama BRI Sunarso mengatakan, peran perbankan, sangat penting dalam menjaga ketahanan pangan.Terlebih lagi saat ini daya beli masyarakat, termasuk para petani menurun, padahal roda perekonomian harus dikembalikan ke putaran awal.

Karena itu, perbankan, termasuk BRI selalu menggandeng para petani pangan dan UMKM untuk memberikan edukasi dan pendampingan agar mereka bisa menjadi mitra lembaga keuangan yang setara.

“Kami sendiri (Bank BRI) memprioritaskan penyaluran kredit kepada (UMKM) di sektor pangan untuk mendongkrak kapasitas produksi pangan dalam negeri,” ujarnya.

Sunarso juga menambahkan, sektor pertanian Indonesia harus sudah berubah dari teknologi tradisional ke pertanian presisi dan selanjutnya harus berubah menjadi futuristic farming. “Strategi pertanian kita (Indonesia) harus visioner dan pangan harus dibicarakan untuk 40-50 ke depan,” kata dia.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Investasi di Daerah Harus Libatkan Pengusaha Lokal dan UMKM

Bahlil sendiri meyakini ekonomi Indonesia di 2021 bisa tumbuh lebih baik dibandingkan 2020.

EKONOMI | 26 September 2021

Kementerian PUPR Bangun PSU Rumah Subsidi di Bali

Pembangunan PSU ini merupakan wujud pemerintah untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

EKONOMI | 26 September 2021

Tingkatkan Produktivitas IKM Furnitur, Kemenperin Optimalkan Restrukturisasi Mesin

Nilai ekspor industri furnitur pada tahun 2020 sebesar US$ 2,19 miliar atau naik 12,2% dibandingkan 2019.

EKONOMI | 26 September 2021

Jokowi Minta Jembatan Sei Alalak Segera Dibuka

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Jembatan Sei Alalak segera dibuka, demi kepentingan rakyat Kalimantan Selatan.

EKONOMI | 26 September 2021

SMGR Terpilih sebagai Outstanding Company 2021 dari Asiamoney

PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) terpilih sebagai outstanding company pada sektor materials dari Asiamoney

EKONOMI | 26 September 2021

Kripto Anjlok Lagi? Ini 7 Bitcoin Crash Terparah dalam Sejarah

Penurunan bitcoin kali ini bisa dibilang bukan apa-apa dibanding penurunan-penurunan sebelumnya.

EKONOMI | 26 September 2021

Awasi Bahaya Ikut-ikutan Investasi, Simak Tips Investor Pemula Ini

Profil risiko adalah tingkat toleransi seorang individu terhadap risiko yang siap ia tanggung.

EKONOMI | 26 September 2021

Go Private, Bentoel Internasional Gelar RUPSLB 28 September

British American Tobacco (BAT), selaku pengendali PT Bentoel Internasional Investama Tbk, (RMBA) menawarkan untuk membeli saham perseroan di harga Rp 1.000.

EKONOMI | 26 September 2021

Raih Kontrak Pengadaan Laptop, Zyrexindo Targetkan Pertumbuhan 150%

PT Zyrexindo Mandiri Buana Tbk (ZYRX) incar pertumbuhan penjualan hingga 150% pada akhir tahun 2021.

EKONOMI | 26 September 2021

Bencoolen Cofffee dan Warkop Digital Ciptakan Wirausaha Kopi Melalui Program Kartu Prakerja

Bencoolen Coffee, selaku penyedia pelatihan barista dan wirausaha kopi, siap memberikan pelatihan untuk peserta kartu prakerja gelombang 21

EKONOMI | 25 September 2021


TAG POPULER

# Rocky Gerung vs Sentul City


# Literasi Perdamaian


# Permata Buana


# Lionel Messi


# Kegiatan Besar



TERKINI
Jadi Movement Manager BBI, KKP Sandingkan Olahan Ikan dengan Kopi

Jadi Movement Manager BBI, KKP Sandingkan Olahan Ikan dengan Kopi

EKONOMI | 6 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings