Kadin Minta Tingkatkan Produktivitas dalam Negeri
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 515.321 (-2.12)   |   COMPOSITE 6289.65 (-47.85)   |   DBX 1346.19 (-12.68)   |   I-GRADE 181.205 (-1.35)   |   IDX30 507.3 (-3.78)   |   IDX80 137.13 (-1.34)   |   IDXBUMN20 404.453 (-5.99)   |   IDXESGL 139.923 (-0.37)   |   IDXG30 143.928 (-0.43)   |   IDXHIDIV20 446.912 (-3.18)   |   IDXQ30 145.336 (-0.95)   |   IDXSMC-COM 297.691 (-2.23)   |   IDXSMC-LIQ 363.216 (-3.08)   |   IDXV30 137.088 (-3.12)   |   INFOBANK15 1041.31 (-5.34)   |   Investor33 435.377 (-2.34)   |   ISSI 184.679 (-1.32)   |   JII 634.506 (-3.05)   |   JII70 224.071 (-1.43)   |   KOMPAS100 1224.8 (-8.57)   |   LQ45 952.541 (-7.79)   |   MBX 1705.32 (-12.44)   |   MNC36 322.487 (-1.62)   |   PEFINDO25 325.966 (4.31)   |   SMInfra18 310.375 (-3.1)   |   SRI-KEHATI 370.053 (-2.69)   |  

Minimalkan Hambatan Perdagangan

Kadin Minta Tingkatkan Produktivitas dalam Negeri

Kamis, 19 November 2020 | 13:41 WIB
Oleh : Siprianus Edi Hardum / EHD

Jakarta, Beritasatu.com - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai perlambatan pertumbuhan ekonomi global akibat pandemi Covid-19 menghadirkan tantangan terhadap perekonomian Indonesia. Kondisi ini mendorong para pelaku usaha untuk mengambil sejumlah langkah dan strategi yang tepat, termasuk mencari peluang-peluang pasar baru.

“Perlu ada dorongan agar pelaku usaha Indonesia dapat lebih berorientasi ekspor dan tidak hanya berfokus memenuhi kebutuhan domestik,” kata Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Hubungan Internasional, Shinta W. Kamdani dalam Jakarta Food Security Summit (JFSS) kelima di Jakarta, Kamis (19/11/2020).

JFSS diselenggarakan setiap dua tahun sekali sejak 2010 (2010, 2012, 2015 dan 2018). Menampung masukan dari seluruh pemangku kepentingan, JFSS bertujuan untuk mendukung pemerintah mewujudkan ketahanan pangan dan pada saat yang sama meningkatkan produktivitas petani yang serta merta meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani, peternak dan nelayan.

Badan Perdagangan Dunia (WTO) memproyeksikan volume perdagangan dunia akan turun sebesar 9,2% pada 2020. Volume perdagangan global ada kemungkinan baru bisa pulih pada akhir 2021 dengan pertumbuhan sekitar 7,2%.

Seiring dengan anjloknya transaksi perdagangan dunia, WTO memperkirakan pertumbuhan ekonomi global pada 2020 akan minus 4,8% dan diprediksi kembali tumbuh 4,9% pada 2021.

Shinta mengatakan, peluang ekspor ke negara-negara mitra dagang Indonesia tetap terbuka kendati negara-negara di dunia sedang terpukul oleh pandemi Covid-19.

Namun, hambatan dagang tarif dan nontarif masih menjadi tekanan tersendiri bagi komoditas ekspor utama Indonesia, terutama minyak kelapa sawit mentah, karet, dan produk perikanan.

Hambatan non-tarif meliputi standar terkait sustainability, seperti IIU Fishing, standar tenaga kerja, dan perlindungan lingkungan; standar kesehatan dan keselamatan yang menyangkut toleransi polutan dan zat karionegen; serta standar kemasan.

Ada pun hambatan tarif, Shinta melanjutkan, menyangkut besaran tarif dan akses. Penerapan hambatan tersebut dibolehkan berdasarkan perjanjian GATT WTO dengan syarat tidak diskriminasi, diterapkan secara transparan dengan tolak ukur yang jelas, alasan penerapannya dapat dibuktikan secara scientific, dan persyaratan dapat dipenuhi secara reasonable.

Menurut Shinta, untuk meminimalkan hambatan perdagangan tersebut dan meningkatkan ekspor, Kadin mengusulkan sejumlah cara, yaitu, pertama, meningkatkan produktivitas dan stabilisasi produksi dalam negeri, serta reformasi sektor agrikultur dan perikanan dengan perbaikan iklim usaha.

Kedua, pembenahan mistmatch input-output antara produksi pangan hulu dengan kebutuhan input industri makanan dan minuman dan pasar ekspor dari segi volume dan standar serta sinergi dan kerja sama antar elemen pemerintah.

Ketiga, penguatan diplomasi dengan cara melakukan institutional reform pada institusi publik dan swasta yang bertanggung jawab atas promosi, perdagangan, dan investasi melalui kajian-kajian dan penguatan riset pasar.

Kajian tersebut antara lain mencakup promosi, market intelligent, pengumpulan data dan informasi hambatan non-tariff termasuk regulasi teknis, standar, dan private standards, pengumpulan data usaha, business matching, dan pendampingan.

Terkait dengan kemenangan Joe Biden atas incumbent Donald Trump dalam pemilihan Presiden Amerika Serikat, Shinta mengatakan, Kadin meminta pemerintah Indonesia untuk melakukan negosiasi dengan AS agar tetap mempertahankan fasilitas pengurangan bea masuk atau Generalized System of Preferences (GSP).

Upaya negosiasi tersebut penting karena US Trade Representative (USTR) di WTO yang tidak lagi memasukkan Indonesia sebagai negara berkembang.

Indonesia dan AS, kata Shinta, perlu mengembangkan cara lain untuk menciptakan skema preferensi dagang yang memiliki tingkat kepastian lebih tinggi dan lebih permanen bagi pelaku usaha Indonesia “Kadin mendukung bila pemerintah Indonesia dan AS akan mengembangkan skema kerja sama perdagangan yang baru secara bilateral, selain GSP,” ujarnya.

Satu di antaranya yang masih dalam pembahasan adalah Limited Trade Deal (LTD). Ini akan memberikan fasilitas khusus bagi produk unggulan dan potensi ekspor Indonesia khususnya dalam membentuk supply chain produksi antara Indonesia-AS. AS merupakan mitra dagang terbesar Indonesia keempat setelah China, Jepang, dan Singapura. Data BPS menunjukkan nilai perdagangan Indonesia - AS mencapai US$ 28,6 miliar pada 2018.

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Kelautan dan Perikanan Yugi Prayanto dalam JFSS-5 menyatakan, untuk menopang kinerja ekspor selain perikanan tangkap, perikanan budi daya sangat menjanjikan.

Karena itu perlu ada kerja sama antara pemerintah dan swasta untuk melakukan observasi dan eksploitasi budi daya perikanan. “Perlu konsolidasi nasional pelaku usaha perikanan agar terjadi kesamaan langkah dan strategi meningkatkan produksi dan menghadapi persyaratan global yang semakin ketat,” katanya.

Selain itu, Yugi melanjutkan, pemerintah dan pelaku usaha perikanan juga perlu memperkuat supply chain dalam sistem logistik ikan nasional untuk menghasilkan efisiensi dan daya saing produk perikanan di pasar global.

Menurut Yugi, Indonesia memiliki lima komoditas perikanan andalan ekspor. Namun permasalahanna, hilirisasi produk perikanan di Tanah Air masih rendah. “Ini tantangan utama Kementerian KKP untuk meningkatkan hilirisasi tersebut,” ujarnya.

Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo menyatakan Kementerian KKP akan mengoptimalkan perikanan budi daya laut.

Hal ini karena upaya budi daya menyerap banyak tenaga kerja dan mudah mendapatkan devisa. Kementerian KKP juga sedang mengembangkan klaster budi daya udang di sejumlah daerah.

“Mengapa udang? Karena kebutuhan udang dunia sangat tinggi sekitar 13 juta ton per tahun. Indonesia baru bisa memasok 1 juta ton per tahun untuk dunia,” ujarnya.

Menurut Edhy, dahulu Indonesia pernah menjadi salah satu produsen dan eksportir udang galah dan windu terbesar dunia. “Kita harus ambil kembali predikat tersebut,” katanya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kinerja IKM Perhiasan Semakin Bagus

Industri perhiasan terus menunjukkan kinerja yang gemilang.

EKONOMI | 19 November 2020

Rupiah dan Mata Uang Asia Melemah Siang Ini

Transaksi rupiah pagi ini diperdagangkan dalam kisaran Rp 14.080-Rp 14.160 per dolar AS.

EKONOMI | 19 November 2020

Bursa Asia Siang Ini di Area Positif

Bursa Australia ASX 200 Index naik 16,29 (0,25%) mencapai 6.547.

EKONOMI | 19 November 2020

IHSG Naik Mencapai 5.586 di Sesi Siang

Sebanyak 261 saham naik, 149 saham melemah dan 181 saham stagnan.

EKONOMI | 19 November 2020

Jajaki Investasi, Sandiaga Ajak Pelaku UMKM Kunjungi Mesir

Turut hadir Owner Batik Trusmi Cirebon, Ibnu Riyanto yang sedang mengembangkan ritel dan pariwisata.

EKONOMI | 19 November 2020

Tokoh Industri Kreatif Dunia Bagikan Ilmu di Citra Pariwara

Citra Pariwara memfasilitasi para insan kreatif Tanah Air untuk lebih bersinar dengan menambah wawasan dari para tokoh inspiratif.

EKONOMI | 19 November 2020

Terapkan Prinsip Anti-Penyuapan, Pengadaan Usaha Hulu Migas Semakin Transparan

Melalui upaya ini kata dia, diharapkan perbaikan tata kelola akan dicapai di semua aspek pelayanan.

EKONOMI | 19 November 2020

Selama 2020, PLN Terima 10.000 Sertifikat Tanah dengan Nilai Aset Rp 3,5 Triliun

PLN mengapresiasi Kementerian ATR/BPN yang mendukung pengamanan aset tanah PLN dalam mendukung infrastruktur ketenagalistrikan.

EKONOMI | 19 November 2020

Emas Antam Turun ke Rp 973.000 Per Gram

Harga per 100 gram sebesar Rp 91,512 juta.

EKONOMI | 19 November 2020

Awal Perdagangan, Rupiah Menguat Seiring Mata Uang Asia

Transaksi rupiah pagi ini diperdagangkan dalam kisaran Rp 14.080-Rp 14.095 per dolar AS.

EKONOMI | 19 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS