John Riady: Inovasi Jadi Pilar Penting Pertumbuhan Ekonomi
INDEX

BISNIS-27 540.837 (-8.19)   |   COMPOSITE 6428.31 (-54.9)   |   DBX 1183.86 (16.52)   |   I-GRADE 188.148 (-2.58)   |   IDX30 539.476 (-8.89)   |   IDX80 144.979 (-1.68)   |   IDXBUMN20 440.639 (-3.89)   |   IDXESGL 147.926 (-1.09)   |   IDXG30 146.726 (-1.41)   |   IDXHIDIV20 473.385 (-7.91)   |   IDXQ30 152.644 (-1.92)   |   IDXSMC-COM 299.578 (-0.96)   |   IDXSMC-LIQ 376.282 (-1.41)   |   IDXV30 152.705 (-1.81)   |   INFOBANK15 1086.82 (-23.03)   |   Investor33 459.04 (-6.31)   |   ISSI 190.39 (-0.94)   |   JII 671.594 (-3.85)   |   JII70 236.079 (-1.46)   |   KOMPAS100 1294.89 (-15.54)   |   LQ45 1002.38 (-13.63)   |   MBX 1785.38 (-21.17)   |   MNC36 340.467 (-4.76)   |   PEFINDO25 342.936 (-2.7)   |   SMInfra18 325.457 (-0.02)   |   SRI-KEHATI 391.973 (-5.4)   |  

John Riady: Inovasi Jadi Pilar Penting Pertumbuhan Ekonomi

Kamis, 19 November 2020 | 13:55 WIB
Oleh : Herman / FMB

Jakarta, Beritasatu.com – Alternate member APEC Business Advisory Council (ABAC) Indonesia John Riady mengungkapkan, dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, inovasi menjadi pilar yang sangat penting. Apalagi dengan adanya pandemi Covid-19 yang menyebabkan terjadinya acceleration of trend, hal ini mendorong setiap organisasi perusahaan dan juga setiap negara untuk mempercepat inisiatif-inisiatif yang sifatnya inovasi, agar tidak ketinggalan dan dapat terus bertumbuh dengan baik.

“Dalam inovasi dan juga perkembangan teknologi digital, Indonesia menjadi salah satu leader. Indonesia merupakan salah satu negara atau pasar dengan tren pertumbuhan digital yang tercepat. Kami melihat sendiri begitu cepatnya pertumbuhan dari startup Indonesia yang sangat berhasil, dan banyak dari mereka yang sekarang sudah berhasil melakukan ekspansi ke negara-negara ASEAN. Jadi memang ini (inovasi) menjadi salah satu pilar pertumbuhan yang akan mendukung program-program pemerintah,” kata John Riady dalam konferensi pers ABAC Indonesia, Kamis (19/11/2020).

John Riady berharap lahirnya Indonesia Impact Fund yang diinisiasi ABAC Indonesia juga bisa semakin mendukung perkembangan ekosistem digital di Indonesia yang sudah memperlihatkan tren positif.

Ketua ABAC Indonesia Anindya Bakrie mengungkapkan, selain inovasi, pilar utama lainnya sebagai pendukung pemulihan ekonomi Asia-Pasifik yang disuarakan ABAC saat pertemuan virtual ABAC IV 2020 baru-baru ini adalah integrasi ekonomi dan inklusi. Ketiga prioritas ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi APEC dalam jangka panjang.

Terkait dengan pilar Inovasi, Anindya Bakrie menambahkan, pandemi Covid-19 telah membuka mata dan membuat kita sadar bahwa konektivitas digital merupakan hal yang penting dan harus menjadi prioritas untuk dunia pascapandemi ini. Di era Industri 4.0, Indonesia juga telah menghasilkan banyak inovasi yang bermanfaat bagi perkembangan perusahaan startup dalam satu dekade terakhir, mulai dari online ride hailing hingga digital wallet dengan model bisnis yang luas dari Business to Business (B2B) dan Business to Consumer (B2C).

“Potensi pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia sangat besar dan banyak sektor yang berpotensi untuk berkembang, seperti pendidikan, kesehatan, dan energi terbarukan,” ungkap Anindya.

Mengenai pilar integrasi ekonomi, Anindya Bakrie juga menekankan pentingnya peran Indonesia terhadap integrasi ekonomi di kawasan Asia-Pasifik. Indonesia sebagai ekonomi terbesar di ASEAN dengan potensi pertumbuhan yang tinggi dalam jangka panjang akan menjadi fondasi pertumbuhan ekonomi global. Posisi Indonesia yang strategis dan terbuka untuk investasi asing juga dapat menjadi jembatan antara perang dagang yang terjadi Amerika Serikat dan Tiongkok.

“Aktivitas supply chain dan manufaktur Indonesia saat ini masih relatif kecil. Namun, sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia memiliki potensi untuk bisa berkontribusi lebih besar dalam global supply chain, sehingga stabilitas output dunia dapat lebih terjaga,” imbuhnya.

Menurut Anindya, Indonesia optimistis untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang solid karena perbaikan fundamentalnya. Namun, penerapan kebijakan integrasi ekonomi regional melalui Free Trade Area of the Asia-Pacific (FTAAP) di dalam APEC, akan mempercepat pemulihan ekonomi Indonesia dan Asia-Pasifik secara keseluruhan.

Anindya mengungkapkan, dalam mendukung kesejahteraan rakyat, disahkannya Omnibus Law juga menjadi penyempurna bagi upaya pemerintah untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.

“Inklusi dengan membuat iklim investasi yang mendukung bagi investor sangat penting di tengah kondisi seperti ini. Berbagai program telah dilakukan untuk mendorong pembangunan Indonesia berkelanjutan dengan kerangka Sustainable Development Goals (SDGs) dari PBB ,” tuturnya.

Indonesia Impact Fund
Anggota ABAC Indonesia Shinta Kamdani juga menuturkan bahwa aspek pembangunan berkelanjutan atau SDGs harus diutamakan dalam pembangunan ekonomi digital dan juga investasi untuk prioritas Indonesia dalam pemulihan ekonomi.

“Covid-19 membuktikan tidak hanya ekonomi saja yang harus dipulihkan, namun juga aspek lingkungan dan sosial. Sehingga, dunia bisnis menilai mindset investasi harus diubah tidak hanya mengutamakan economically benefit (manfaat keekonomian) namun juga mampu memberikan value (nilai) jangka panjang yang berkelanjutan, dan resilient (tangguh) dalam hal aspek sosial dan lingkungan,” kata Shinta.

Melihat hal ini, ABAC Indonesia memberikan dukungan penuh untuk mendorong pertumbuhan investasi berkelanjutan di Indonesia melalui inisiatif Indonesia Impact Fund, yang memiliki target portofolio investasi pada UMKM dengan visi pembangunan berkelanjutan dan inklusi finansial yang mendukung pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia.

Indonesia Impact Fund adalah impact fund pertama di Indonesia yang menggunakan skema Impact Measurement and Management (IMM) sebagai pengukur dampak sosial secara transparan untuk setiap investasi yang disalurkan. Program ini juga merupakan bentuk Kemitraan Pemerintah Swasta (KPS) pertama di ABAC.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Ekspor Budi Daya Perikanan Menjanjikan

Perlu ada kerja sama antara pemerintah dan swasta untuk melakukan observasi dan eksploitasi budi daya perikanan.

EKONOMI | 19 November 2020

Kadin: Peluang Ekspor Tetap Terbuka di Tengah Pandemi

Hambatan dagang tarif dan nontarif masih menjadi tekanan tersendiri bagi komoditas ekspor utama Indonesia, terutama CPO, karet, dan perikanan.

EKONOMI | 19 November 2020

Indonesia Pimpin Daftar Negara dengan Kenaikan Gaji Tertinggi 2021

Gaji di Indonesia diperkirakan bakal naik 3,8% pada 2021.

EKONOMI | 19 November 2020

Indonesia dan Singapura Implementasikan Travel Corridor Arrangement

Pandemi Covid-19 hambat perdagangan ekspor-impor antarnegara.

EKONOMI | 19 November 2020

Kadin Minta Tingkatkan Produktivitas dalam Negeri

Kadin menilai perlambatan pertumbuhan ekonomi global akibat pandemi Covid-19 menghadirkan tantangan terhadap perekonomian Indonesia.

EKONOMI | 19 November 2020

Kinerja IKM Perhiasan Semakin Bagus

Industri perhiasan terus menunjukkan kinerja yang gemilang.

EKONOMI | 19 November 2020

Rupiah dan Mata Uang Asia Melemah Siang Ini

Transaksi rupiah pagi ini diperdagangkan dalam kisaran Rp 14.080-Rp 14.160 per dolar AS.

EKONOMI | 19 November 2020

Bursa Asia Siang Ini di Area Positif

Bursa Australia ASX 200 Index naik 16,29 (0,25%) mencapai 6.547.

EKONOMI | 19 November 2020

IHSG Naik Mencapai 5.586 di Sesi Siang

Sebanyak 261 saham naik, 149 saham melemah dan 181 saham stagnan.

EKONOMI | 19 November 2020

Jajaki Investasi, Sandiaga Ajak Pelaku UMKM Kunjungi Mesir

Turut hadir Owner Batik Trusmi Cirebon, Ibnu Riyanto yang sedang mengembangkan ritel dan pariwisata.

EKONOMI | 19 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS