Indonesia Berperan Penting dalam Pemulihan Ekonomi Asia Pasifik
INDEX

BISNIS-27 540.837 (-8.19)   |   COMPOSITE 6428.31 (-54.9)   |   DBX 1183.86 (16.52)   |   I-GRADE 188.148 (-2.58)   |   IDX30 539.476 (-8.89)   |   IDX80 144.979 (-1.68)   |   IDXBUMN20 440.639 (-3.89)   |   IDXESGL 147.926 (-1.09)   |   IDXG30 146.726 (-1.41)   |   IDXHIDIV20 473.385 (-7.91)   |   IDXQ30 152.644 (-1.92)   |   IDXSMC-COM 299.578 (-0.96)   |   IDXSMC-LIQ 376.282 (-1.41)   |   IDXV30 152.705 (-1.81)   |   INFOBANK15 1086.82 (-23.03)   |   Investor33 459.04 (-6.31)   |   ISSI 190.39 (-0.94)   |   JII 671.594 (-3.85)   |   JII70 236.079 (-1.46)   |   KOMPAS100 1294.89 (-15.54)   |   LQ45 1002.38 (-13.63)   |   MBX 1785.38 (-21.17)   |   MNC36 340.467 (-4.76)   |   PEFINDO25 342.936 (-2.7)   |   SMInfra18 325.457 (-0.02)   |   SRI-KEHATI 391.973 (-5.4)   |  

APEC CEO Dialogue 2020

Indonesia Berperan Penting dalam Pemulihan Ekonomi Asia Pasifik

Kamis, 19 November 2020 | 15:01 WIB
Oleh : Novy Lumanauw / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua ABAC Indonesia Anindya Bakrie menyatakan, Indonesia dapat berperan penting dalam integrasi ekonomi di kawasan Asia-Pasifik, yang kini diterpa pandemi Covid-19.

Anindya menyebutkan bahwa integrasi ekonomi dapat terwujud melalui kerja sama global yang menjadi kunci untuk mendorong kemajuan ekonomi dan pembangunan berkelanjutan sebagai fondasi pemulihan yang kuat.

“Indonesia sebagai ekonomi terbesar di ASEAN dengan potensi pertumbuhan yang tinggi dalam jangka panjang akan menjadi fondasi pertumbuhan ekonomi global. Posisi Indonesia yang strategis dan terbuka untuk investasi asing dapat menjadi jembatan antara perang dagang yang terjadi Amerika Serikat dan Tiongkok,” kata Anindya usai pertemuan secara daring CEO Dialogue 2020 bertema “APEC Re-Imagined Priorities In The Aftermath of Covid-19,” pada Kamis (19/11/2020).

Sebagai pembicara kunci, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo. Hadir pula Presiden Republik Rakyat Tiongkok Xi Jinping, Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau, Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern, Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga, dan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan Perkasa Roeslani.

Sementara itu, delegasi ABAC Indonesia yang hadir adalah Kartiko Wirjoatmodjo, Shinta Widjaja Kamdani, Handi Prio Santoso, John Riady, dan Erwin Aksa.

Anindya mengatakan, tahun 2020 telah menjadi tahun krusial bagi perekonomian global, di mana dunia bisnis dan pemerintah ditantang untuk mengatasi pandemi Covid-19 secara tepat, cepat dan adaptif untuk membangun pemulihan ekonomi dan juga sosial.

Perwakilan bisnis pada KTT APEC yaitu APEC Business Advisory Council (ABAC), yang saat ini diketuai Dato Rohana menyuarakan tiga pilar utama sebagai pendukung pemulihan ekonomi Asia-Pasifik saat pertemuan virtual ABAC IV 2020 yang diadakan pada Selasa (17/11/2020), yang mencakup integrasi ekonomi, inovasi, dan inklusi.

Ketiga prioritas ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi APEC dalam jangka panjang. Selama 25 tahun, integrasi ekonomi telah menjadi landasan APEC.

Menurut Anindya, aktivitas supply chain dan manufaktur Indonesia saat ini masih relatif kecil. Namun, sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia berpotensi besar untuk berkontribusi dalam global supply chain, sehingga stabilitas output dunia dapat lebih terjaga.

Indonesia, lanjutnya, optimistis untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang solid karena perbaikan fundamentalnya.

“Namun, penerapan kebijakan integrasi ekonomi regional melalui Free Trade Area of the Asia-Pacific (FTAAP) di dalam APEC, akan mempercepat pemulihan ekonomi Indonesia dan Asia-Pasifik secara keseluruhan,” jelas Anindya.

Indonesia tercatat sebagai salah satu negara dengan adopsi e-commerce tercepat di tengah pertumbuhan ekonomi yang melambat. Sebagai pemimpin di Asia Tenggara dalam internet economy, Indonesia juga merupakan pasar smartphone terbesar keempat di dunia saat ini dengan pengguna ponsel sebanyak 142 juta orang.

Terkait prioritas inovasi ABAC, Anindya menambahkan bahwa pandemi ini telah membuka mata dan membuat kita sadar kalau konektivitas digital itu penting dan harus menjadi prioritas untuk dunia di pasca pandemi.

“Potensi pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia sangat besar dan banyak sektor yang berpotensi untuk berkembang, seperti pendidikan, kesehatan, dan energi terbarukan,” katanya.

Pada era Industri 4.0, lanjutnya, Indonesia telah menghasilkan banyak inovasi yang bermanfaat bagi perkembangan perusahaan startup dalam satu dekade terakhir, mulai dari online ride hailing hingga digital wallet dengan model bisnis yang luas dari Business to Business (B2B) dan Business to Consumer (B2C).

Sebagai bentuk dukungan Indonesia untuk mencapai pemulihan ekonomi di Asia-Pasifik, Presiden Joko Widodo juga menyampaikan poin-poin yang menjadi prioritas Indonesia saat ini.

Pertama, Indonesia terbuka untuk bisnis dan investor. Pemulihan ekonomi dan iklim investasi merupakan salah satu prioritas Indonesia di saat ini. Indonesia juga telah mengesahkan Omnibus Law, yang menyederhanakan hambatan regulasi, menciptakan iklim investasi yang mendukung, dan memberikan kepastian hukum bagi bisnis dan investor. Omnibus Law diharapkan dapat meningkatkan kemudahan berusaha di Indonesia, dan menjadi katalisator percepatan pemulihan ekonomi di daerah.

Selanjutnya, Indonesia juga akan fokus pada pertumbuhan industri maju dan mendorong adopsi ekonomi digital sebagai sarana untuk mengatasi tantangan pandemi. Indonesia adalah tempat tumbuhnya 2.193 startup, dengan lima startup bernilai lebih dari US $ 1 miliar, namun demikian, potensi pertumbuhan sektor ekonomi digital Indonesia masih cukup besar. Untuk itu, Indonesia membuka pintu kerjasama dari para mitra di kawasan untuk bekerja sama menggali potensi yang ada.

Dikatakan, dalam mendukung kesejahteraan rakyat, disahkannya Omnibus Law juga menjadi penyempurna bagi upaya pemerintah untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.

“Inklusi dengan membuat iklim investasi yang mendukung bagi investor sangat penting di tengah kondisi seperti ini. Berbagai protgram telah dilakukan untuk mendorong pembangunan Indonesia berkelanjutan dengan kerangka Sustainable Development Goals (SDGs) dari PBB – sebuah kerangka kerja yang digunakan untuk mengakhiri kemiskinan, menanggulangi perubahan iklim dan melindungi planet,” katanya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Presiden: UU Cipta Kerja Berdampak Signifikan terhadap Iklim Usaha dan Investasi

Proses perizinan berusaha dan berinvestasi menjadi lebih sederhana dan lebih dipercepat. Kegiatan usaha dan berinvestasi makin dipermudah.

EKONOMI | 19 November 2020

John Riady: Inovasi Jadi Pilar Penting Pertumbuhan Ekonomi

Pandemi Covid-19 mendorong setiap perusahaan dan juga setiap negara untuk mempercepat inisiatif-inisiatif yang sifatnya inovasi, agar tidak ketinggalan.

EKONOMI | 19 November 2020

Ekspor Budi Daya Perikanan Menjanjikan

Perlu ada kerja sama antara pemerintah dan swasta untuk melakukan observasi dan eksploitasi budi daya perikanan.

EKONOMI | 19 November 2020

Kadin: Peluang Ekspor Tetap Terbuka di Tengah Pandemi

Hambatan dagang tarif dan nontarif masih menjadi tekanan tersendiri bagi komoditas ekspor utama Indonesia, terutama CPO, karet, dan perikanan.

EKONOMI | 19 November 2020

Indonesia Pimpin Daftar Negara dengan Kenaikan Gaji Tertinggi 2021

Gaji di Indonesia diperkirakan bakal naik 3,8% pada 2021.

EKONOMI | 19 November 2020

Indonesia dan Singapura Implementasikan Travel Corridor Arrangement

Pandemi Covid-19 hambat perdagangan ekspor-impor antarnegara.

EKONOMI | 19 November 2020

Kadin Minta Tingkatkan Produktivitas dalam Negeri

Kadin menilai perlambatan pertumbuhan ekonomi global akibat pandemi Covid-19 menghadirkan tantangan terhadap perekonomian Indonesia.

EKONOMI | 19 November 2020

Kinerja IKM Perhiasan Semakin Bagus

Industri perhiasan terus menunjukkan kinerja yang gemilang.

EKONOMI | 19 November 2020

Rupiah dan Mata Uang Asia Melemah Siang Ini

Transaksi rupiah pagi ini diperdagangkan dalam kisaran Rp 14.080-Rp 14.160 per dolar AS.

EKONOMI | 19 November 2020

Bursa Asia Siang Ini di Area Positif

Bursa Australia ASX 200 Index naik 16,29 (0,25%) mencapai 6.547.

EKONOMI | 19 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS