Fundamental PGAS Dinilai Tetap Solid dalam Jangka Panjang
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 515.321 (-2.12)   |   COMPOSITE 6289.65 (-47.85)   |   DBX 1346.19 (-12.68)   |   I-GRADE 181.205 (-1.35)   |   IDX30 507.3 (-3.78)   |   IDX80 137.13 (-1.34)   |   IDXBUMN20 404.453 (-5.99)   |   IDXESGL 139.923 (-0.37)   |   IDXG30 143.928 (-0.43)   |   IDXHIDIV20 446.912 (-3.18)   |   IDXQ30 145.336 (-0.95)   |   IDXSMC-COM 297.691 (-2.23)   |   IDXSMC-LIQ 363.216 (-3.08)   |   IDXV30 137.088 (-3.12)   |   INFOBANK15 1041.31 (-5.34)   |   Investor33 435.377 (-2.34)   |   ISSI 184.679 (-1.32)   |   JII 634.506 (-3.05)   |   JII70 224.071 (-1.43)   |   KOMPAS100 1224.8 (-8.57)   |   LQ45 952.541 (-7.79)   |   MBX 1705.32 (-12.44)   |   MNC36 322.487 (-1.62)   |   PEFINDO25 325.966 (4.31)   |   SMInfra18 310.375 (-3.1)   |   SRI-KEHATI 370.053 (-2.69)   |  

Fundamental PGAS Dinilai Tetap Solid dalam Jangka Panjang

Kamis, 19 November 2020 | 20:58 WIB
Oleh : Whisnu Bagus Prasetyo / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Sejak awal pekan ini, harga saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) terus menguat. Setelah di akhir pekan lalu Jumat (13/11/2020) berada di level Rp 1.180, saham berkode PGAS selama tiga hari perdagangan hingga Rabu (18/11/2020) melesat 15,6% ke posisi Rp 1.365. Adapun pada penutupan Kamis (19/11/2020) PGAS ditutup melemah Rp 10 (0,73%) ke posisi Rp 1.355. Fundamental bisnis PGN akan tetap solid dalam jangka panjang.

Melesatnya harga saham PGAS di tengah berbagai upaya efisiensi yang dilakukan perusahaan. Salah satunya proyek pipa minyak Rokan yang biayanya dipangkas hingga US$ 150 juta atau senilai Rp 2,1 triliun menjadi US$ 300 juta. Selain langkah efisiensi, sejak kebijakan pemerintah menetapkan harga gas untuk tujuh sektor industri tertentu, termasuk PLN di kisaran US$ 6 per mmbtu, pelanggan baru PGN dari sektor industri juga bertambah. Pada September 2020, penyerapan gas bumi PGN di tujuh sektor industri itu naik menjadi 230 billion british thermal unit per day (BBTUD) dari sebelumnya 219 BBTUD di Agustus 2020.

Ada lima pelanggan baru yang beralih menggunakan gas PGN seperti PT Krakatau Steel Tbk, PT Krakatau Wajatama, PT Krakatau POSCO, PT Indonesia Pos Chemtech Cosun Red dan PT Stollberg Samil Indonesia. Kelima perusahaan itu menyerap gas sebanyak 10-15 BBTUD. Dengan penerapan harga gas industri tertentu oleh pemerintah tersebut, margin PGN dari bisnis gas bumi saat ini menjadi sekitar US$ 2 per mmbtu. Ini terjadi mengingat 61% dari penjualan gas PGN sebanyak 811 mmscfd sampai kuartal III-2020, dialokasikan untuk industri tertentu.

Analis pasar modal Fendi Susiyanto menilai kebijakan harga gas industri akan mempengaruhi fundamental bisnis PGN. Ada tiga value driver utama bagi PGN, yaitu efesiensi, peningkatan volume, dan perubahan bisnis model yang lebih efektif. Dampak dari harga gas yang teregulasi itu membuat potensi pertumbuhan revenue dan EBITDA perseroan akan berbeda dibandingkan sebelumnya. "Intinya tidak tepat jika melihat proyeksi PGAS hanya dari satu sisi yaitu harga yang teregulasi turun, tapi harus dilihat juga dari potensi meningkatnya volume penjualan dan efisiensi yang gencar dilakukan," ujar Pendiri Finvesol Consulting Fendi, di Jakarta, Kamis (19/11/2020).

Lebih lanjut Fendi menjelaskan, sebagai perusahaan yang menguasai lebih 80% jaringan gas bumi di Indonesia, kinerja PGN akan menjadi semakin stabil. Apalagi dengan harga gas yang lebih efisien dan ramah lingkungan dibandingkan bahan bakar lain, seperti minyak bumi dan batubara, PGN memiliki ruang yang besar untuk meningkatkan volume gasnya. "Fundamental bisnis PGN akan tetap solid dalam jangka panjang. Penguasaan infrastruktur gas bumi dan tren peningkatan kebutuhan industri terhadap energi yang efisien akan menguntungkan PGN," jelas Fendi, host Podcast Investasi OmFin Channel.

Selain pipa minyak Rokan yang diproyeksikan beroperasi Januari 2022, PGN juga tengah menyelesaikan proyek pipa gas dari Gresik ke Semarang. Pipa ini akan menyalurkan gas bumi diantaranya dari Lapangan Jambaran Tiung Biru di Bojonegoro untuk kebutuhan PLTGU Tambak Lorok, Semarang.

Keberadaan pipa Gresik-Semarang ini dapat dioptimalkan untuk memasok kebutuhan gas di sejumlah kawasan industri baru diwilayah di Jawa Tengah. Tiga perusahaan BUMN, PT Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW), PT Pembangunan Perumahan (PTPP), dan PT Perkebunan Negara (PTPN) IX, membentuk konsorsium untuk mengelola Kawasan Industri Terpadu Batang.

Fendi menilai secara teknikal saham PGN masih berpotensi untuk menguat hingga level Rp 1.550 dalam jangka pendek (1-3 minggu ke depan). Bahkan secara teknikal jangka menengah berpeluang mencapai resistance level Rp 1.650. Namun bagi investor yang menginginkan hasil investasi yang optimal, saham PGN lebih tepat untuk pilihan jangka panjang. Dengan stabilitas bisnis yang semakin terjaga dan posisi PGN sebagai bagian dari BUMN, selalu ada potensi dividen tahunan, maka profil investasi saham PGAS memberikan efek risiko moderat dengan potensi dividen yield dan capital gain yang relatif tinggi. "Sebagai penguasa bisnis gas bumi, PGN adalah pilihan investasi jangka panjang yang menarik. Apalagi sebagai BUMN (Badan Usaha Milik Negara), PGN juga ditarget untuk membayar deviden setiap tahun," imbuhnya.

Dalam risetnya 14 Oktober 2020, UOB Kay Hian menargetkan harga saham PGAS hingga level Rp 1.530 per saham. Sementara riset Kresna Sekuritas dalam risetnya 12 Oktober merekomendasikan beli saham PGAS dengan target harga Rp 1.570 per saham.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Meikarta Pasarkan Produk Inovatif SOHO New York Tahap Kedua

PT Mahkota Sentosa Utama, pengembang kawasan Meikarta, melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19.

EKONOMI | 19 November 2020

Menkop dan UKM: Transformasi Digital Koperasi Harus Dipercepat

Koperasi yang masuk dalam ekosistem digital masih sangat rendah.

EKONOMI | 19 November 2020

Pemprov Jatim Gandeng Mbizmarket Luncurkan Jatim Bejo

Platform B2B e-commerce semakin populer digunakan oleh kalangan pemerintah dalam melakukan transaksi pengadaan barang dan jasa.

EKONOMI | 19 November 2020

Industri Digital Perlu Insentif Fiskal

Tax holiday cukup membantu untuk memancing investasi di sektor digital.

EKONOMI | 19 November 2020

Ribuan Produk UMKM Ramaikan UKM Virtual Expo II

Pembukaan UKM Virtual Expo II dilakukan secara virtual dan masyarakat bisa mulai berbelanja melalui www.ukmvirtualexpo.com.

EKONOMI | 19 November 2020

UMKM dan Pengusaha Ritel Harus Terus Bersinergi

Jerry Sambuaga mengingatkan pentingnya pelaku UMKM, para retailers dan juga pemerintah untuk terus menjaga hubungan.

EKONOMI | 19 November 2020

UMK Depok Diusulkan Naik 3,27 Persen

UMK Depok naiknya Rp137.408,862 dari tahun sebelumnya.

EKONOMI | 19 November 2020

Meikarta Bidik Milenial Lewat Soho New York Tahap Dua

Unit Soho New York Tahap Dua dipasarkan dengan harga Rp 300 jutaan.

EKONOMI | 19 November 2020

Meikarta Pasarkan Soho New York Tahap Dua

Meikarta membuktikan produk yang diluncurkan selalu ditunggu pasar dan menjadi trendsetter di koridor Timur Jakarta.

EKONOMI | 19 November 2020

Erick Thohir Minta Kapitalisasi Telkom Kembali ke Rp 450 Triliun

Hal itu seperti pernah ditorehkan Telkom pada zaman kepemimpinan Direktur Utama Telkom periode 1992-1996 Setyanto P Santosa.

EKONOMI | 19 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS