Jokowi Sebut Bogor Goals Masih Relevan Perkokoh Pasar Terbuka
INDEX

BISNIS-27 540.837 (-8.19)   |   COMPOSITE 6428.31 (-54.9)   |   DBX 1183.86 (16.52)   |   I-GRADE 188.148 (-2.58)   |   IDX30 539.476 (-8.89)   |   IDX80 144.979 (-1.68)   |   IDXBUMN20 440.639 (-3.89)   |   IDXESGL 147.926 (-1.09)   |   IDXG30 146.726 (-1.41)   |   IDXHIDIV20 473.385 (-7.91)   |   IDXQ30 152.644 (-1.92)   |   IDXSMC-COM 299.578 (-0.96)   |   IDXSMC-LIQ 376.282 (-1.41)   |   IDXV30 152.705 (-1.81)   |   INFOBANK15 1086.82 (-23.03)   |   Investor33 459.04 (-6.31)   |   ISSI 190.39 (-0.94)   |   JII 671.594 (-3.85)   |   JII70 236.079 (-1.46)   |   KOMPAS100 1294.89 (-15.54)   |   LQ45 1002.38 (-13.63)   |   MBX 1785.38 (-21.17)   |   MNC36 340.467 (-4.76)   |   PEFINDO25 342.936 (-2.7)   |   SMInfra18 325.457 (-0.02)   |   SRI-KEHATI 391.973 (-5.4)   |  

Jokowi Sebut Bogor Goals Masih Relevan Perkokoh Pasar Terbuka

Sabtu, 21 November 2020 | 05:17 WIB
Oleh : Lenny Tristia Tambun / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Dalam pidatonya di KTT APEC 2020, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meyampaikan bahwa Bogor Goals masih relevan dengan kebutuhan negara-negara anggota Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC). Terutama dalam memperkokoh sistem pasar terbuka dan multilateralisme.

"Saat ini saya berada di Bogor, tempat kelahiran 'Bogor Goals' 26 tahun yang lalu. Saya kembali membaca Bogor Goals dan menemukan berbagai terobosan besar yang masih sangat relevan," kata Jokowi saat berpidato dalam KTT APEC tahun 2020 melalui konferensi video dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat (20/11/2020).

Presiden mengatakan, Bogor Goals yang merupakan kerangka kerja sama APEC selama 26 tahun terakhir yang disepakati pada masa keketuaan Indonesia di APEC 1994 tersebut menekankan pentingnya memperkokoh sistem pasar terbuka dan multilateralisme. Bogor Goals juga mengakui adanya perbedaan kondisi antara ekonomi maju dan berkembang serta tebalnya spirit saling membantu, untuk mencapai tatanan ekonomi yang menguntungkan semua. Hal itu bahkan dirasakan masih relevan dengan kebutuhan negara-negara dewasa ini.

Fondasi kebersamaan yang dibangun di tahun 1994 silam, menurut Jokowi, kini cenderung melemah. Diketahui bahwa selama dua tahun berturut-turut KTT APEC belum dapat mencapai kesepakatan. Namun Kepala Negara meyakini bahwa pada pertemuan kali ini para pemimpin APEC akan mengirim pesan positif kepada dunia. "Kini saatnya kita membangun kembali komitmen sekuat 1994 untuk merajut visi kita pasca-2020," ujar Jokowi.

Dijelaskan Jokowi, pandemi Covid-19 memberikan pelajaran bagi ekonomi anggota APEC untuk bekerja sama menguatkan pertumbuhan ekonomi dan mempererat komunitas di negara kawasan Asia-Pasifik. KTT APEC 2020 yang untuk kali pertama digelar secara virtual pada hari ini merupakan momentum tepat untuk membangun kembali komitmen kebersamaan ekonomi anggota APEC yang telah dirajut sejak 26 tahun lalu.

Ekonomi anggota APEC saat ini menghadapi kondisi sulit sebagai dampak pandemi Covid-19. Produk domestik bruto (PDB) APEC mengalami kontraksi hingga 2,7%, sementara 74 juta penduduk ekonomi anggota APEC kehilangan mata pencarian.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Pelindo III dan KAI Kerja Sama Pengoptimalan Aset

Kedua BUMN sepakat memperbaiki infrastruktur dan integrasi antarmoda laut dan darat melalui inovasi bisnis proses bersama.

EKONOMI | 20 November 2020

Pet Shop, Bisnis yang Tidak Terdampak Covid-19

Pada era pandemi ini, pengunjung yang datang ke tokonya jauh lebih meningkat.

EKONOMI | 20 November 2020

Ekosistem Digital Bantu Percepatan Penanganan Covid-19

BNI sudah menerbitkan hampir 8 juta kartu TapCash di seluruh Indonesia.

EKONOMI | 20 November 2020

Menkop dan UKM: Indonesia Digital Trade Show Dorong UMKM Go Online

Menurut Teten, pemerintah terus mendorong pengusaha lokal dan UMKM di seluruh Indonesia bisa menembus pasar digital.

EKONOMI | 20 November 2020

Survei: Usaha Mikro Terbantu dengan Program PEN

Sebanyak 83% pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) merasa terbantu atas berbagai program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang diberikan oleh pemerintah

EKONOMI | 20 November 2020

Kekhawatiran Covid-19 Meningkat, Wall Street Terindikasi Melemah

Dow Jones futures turun 0,22%, S&P 500 futures turun 0,18%, dan Nasdaq futures naik 0,01%.

EKONOMI | 20 November 2020

Serikat Pekerja RTMM Minta Cukai SKT Tak Naik

Disayangkan jika pemerintah tetap bersikukuh berencana untuk menaikkan tarif cukai 2021 terutama untuk segmen padat karya SKT.

EKONOMI | 20 November 2020

IKPI Usulkan Denda Administrasi Pajak Mengacu Suku Bunga BI

Sebaiknya suku bunga acuan yang digunakan mengacu pada suku bunga yang terpublikasi dan bisa diakses oleh publik seperti BI 7DRRR.

EKONOMI | 20 November 2020

390 Km Tol dan 800 Km Jalan Baru Dibangun di 2020

Kini peraturan mengenai pembebasan tanah juga sudah diubah sehingga dapat mendukung proses percepatan pembebasan lahan dan masyarakat dapat ganti untung.

EKONOMI | 20 November 2020

BI Mendorong UMKM di Malang Go Digital

BI Malang menggandeng UMKM dalam kegiatan pameran secara virtual yang dikemas dalam pameran Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2020.

EKONOMI | 20 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS