Mentan Ekspor Cabai Kering Perdana ke Pakistan
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Mentan Ekspor Cabai Kering Perdana ke Pakistan

Minggu, 22 November 2020 | 14:08 WIB
Oleh : Ifan Ahmad / WBP

Makassar, Beritasatu.com - Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo melepas ekspor cabai kering asal Sulawesi Selatan (Sulsel) ke Pakistan, Minggu (22/11/2020). Pengriman tersebut merupakan ekspor perdana yang dilakukan PT Ransu Navigasi Nusantara mencapai 21 ton.

"Ini sesuatu yang mengembirakan karena pertanian tidak hanya tumbuh secara masif untuk kepentingan ketahanan pangan, tetapi ekspor kita terus berkembang. Bahkan tidak hanya dalam kuantitas, tapi beragam komoditi seperti cabai bisa diekspor ke Pakistan untuk campuran pewarna tekstil mereka," kata Mentan, Minggu.

Menurut Mentan, pelepasan ini merupakan ekspor kedua setelah sebelumnya cabai kering menembus pasar Jepang. Tak main-main, jumlahnya mencapai 23 ton yang dikirim secara bertahap. "Ini menjadi prospek karena komoditas cabai bisa kita panen setiap saat. Bahkan potensi kita juga cukup tinggi. Sekarang mereka punya kontrak 100 ton, tapi ke depan kami siap backup untuk ekspor di angka 1.000 ton," katanya.

Menurut Mentan, keberhasilan ekspor menuju pasar baru di Asia bukan sesuatu yang mudah. Apalagi dalam perjalanannya eksportir selalu dihadapkan dengan perizinanan dan tingkat kepercayaan terhadap suatu negara. Karena itu, Mentan ingin para pengusaha dan eksportir terus konsisten. "Jangan diukur seberapa besar uangnya karena yang paling penting langkah kita tidak istirahat. Tidak ada yang berhenti dan jajaran pertanian tidak boleh istirahat, kenapa? Karena pertanian itu tidak mengenal hari," katanya.

Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan), Ali Jamil menambahkan bahwa yang terpenting dalam proses ekspor adalah memperhatikan hilirisasi produk. "Produk pertanian segar yang tidak tahan lama atau bersifat perishable maka harus dilakukan hilirisasi yang memberi nilai tambah dan menjamin keberterimaan produk di negara tujuan, karena tidak mudah rusak dan mutu terjaga," katanya.

Selain ekspor cabai kering, Mentan Syahrul juga melepas komoditas tanaman pangan dan hortikultura seperti biji, kulit, cangkang, kelapa parut, karet, porang, cincau hitam, pisang, manggis hingga kencur dengan total 114,1 ton atau senilai Rp 21,3 miliar dengan negara tujuan Asia dan Eropa.

Berdasarkan data, negara tujuan ekspor pertanian melalui Karantina Makassar mencatat pertumbuhan 8% dari 133 negara di tahun menjadi 143 negara hingga Oktober 2020. Adapun negara tujuan baru adalah Thailand, India, dan Tiongkok. "Selaku koordinator gugus tugas peningkatan ekspor pertanian, kami terus mendorong pelaku usaha membuka akses informasi peluang ekspor pertanian seluas-luasnya," tukas Jamil.

Sebagai informasi tambahan, data Badan Pusat Statistik (BPS) pada Oktober 2020, nilai ekspor pertanian sebesar US$ 0,42 miliar atau tumbuh 1,26% (m to m) dibandingkan bulan sebelumnya. Jika dibandingkan tahun sebelumnya, kinerja ekspor pertanian mencatat pertumbuhan 23,80%.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Menko Airlangga: Perizinan Berbasis Risiko Lebih Mudah dan Pasti

Pemerintah menetapkan perizinan menggunakan pendekatan berbasis risiko untuk menetapkan jenis perizinan berusaha pada seluruh sektor usaha.

EKONOMI | 22 November 2020

Garuda Indonesia Jadi Salah Satu Maskapai dengan Protokol Kesehatan Terbaik Dunia

Standard penerapan protokol kesehatan dan keamanan layanan Garuda Indonesia mendapatkan empat bintang dari lima.

EKONOMI | 22 November 2020

PPBN Minta Pemerintah Berlakukan Pos Tarif untuk Impor Bawang Putih

Skema pos tarif menguntungkan Indonesia dan Tiongkok tak bisa memainkan harga terhadap importir, sehingga harga bawang putih dalam negeri lebih kompetitif.

EKONOMI | 22 November 2020

CNI Gandeng PTPP Lanjutkan Proyek Smelter Senilai Rp 3,22 Triliun

PTPP kembali dipercaya mengerjakan pembangunan smelter feronikel blok Lapaopao di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara.

EKONOMI | 22 November 2020

Ini Cara AirAsia Indonesia Terapkan Protokol Kesehatan

AirAsia menerapkan sistem jaga jarak, yaitu pengaturan per tiga baris penumpang agar dapat menghindari penumpukan penumpang.

EKONOMI | 22 November 2020

G-20 Setujui Perpanjangan Keringanan Utang hingga Pertengahan 2021

Debt Service Suspension Initiative (DSSI) adalah dana bantuan senilai US$ 14 miliar untuk mengatasi Covid-19 dan dampaknya.

EKONOMI | 22 November 2020

BeritaSatu Gelar 9 Webinar Besar Economic Outlook 2021

Webinar akan berlangsung 24-26 November 2020, menampilkan pembicara seperti Menteri BUMN Erick Thohir, Dirut BRI Sunarso, dan CEO Lippo Karawaci John Riady.

EKONOMI | 22 November 2020

Jokowi Dorong Akses Vaksin Covid-19 Dibuka bagi Semua Negara

Jokowi menegaskan akses terhadap vaksin Covid-19 harus dapat tersedia bagi semua negara tanpa terkecuali.

EKONOMI | 21 November 2020

Proyek Apple3 Condovilla Bidik Kalangan Milenial

Appl3 Condovilla sebagai apartemen low rise diminati milenial karena memiliki tingkat kepadatan penghuni yang rendah.

EKONOMI | 21 November 2020

Indonesia Terapkan Pengelolaan Sumber Daya Air Terpadu

Kempupera terus mendorong pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam mengelola Sumber Daya Air (SDA) di Indonesia.

EKONOMI | 21 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS