3,43 Juta Orang Terselamatkan dari Kemiskinan Berkat PEN
Logo BeritaSatu

3,43 Juta Orang Terselamatkan dari Kemiskinan Berkat PEN

Senin, 23 November 2020 | 16:08 WIB
Oleh : Herman / JAI

Jakarta, Beritasatu.com – Program Perlindungan Sosial yang menjadi bagian dari program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) mampu menekan laju kemiskinan di Indonesia. Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kementerian Keuangan (Kemkeu) memperkirakan, sebanyak 3,43 juta orang akan terselamatkan dari kemiskinan berkat dukungan program Perlindungan Sosial.

“Dari beberapa data yang ada dan perhitungan kami, diperkirakan 3,43 juta orang itu akan terselamatkan dari kemiskinan karena program perlindungan sosial PEN ini,” kata Kepala Pusat Kebijakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara BKFKemkeu, Ubaidi Socheh Hamidi dalam webinar yang digelar Indef, Senin (23/11/2020).

Berdasarkan data terakhir Badan Pusat Statistik (BPS), persentase penduduk miskin pada Maret 2020 sebesar 9,78% atau 26,42 juta orang, meningkat 1,63 juta orang terhadap September 2019 dan meningkat 1,28 juta orang terhadap Maret 2019.

Ubaidi mengungkapkan, dengan adanya program perlindungan sosial dan PEN, angka kemiskinan pada tahun ini bisa ditahan dari sebelumnya diperkirakan mencapai 10,96% menjadi 9,69%.

“Program Perlindungan Sosial mampu menjaga konsumsi masyarakat miskin dan rentan miskin,” tegasnya.

Ubaidi menyampaikan, realisasi program Perlindungan Sosial hingga 18 November 2020 telah mencapai Rp 193,07 triliun atau 82,4% dari pagu Rp 234,33 triliun. Beberapa program Perlindungan Sosial menurutnya sudah terserap hampir 100%, di antaranya Program Keluarga Harapan (PKH), bantuan beras dan Kartu Prakerja. Sementara beberapa program dukungan dari sisi supply baru mulai tersalur pada November, yaitu subsidi bantuan gaji termin kedua.

Untuk keseluruhan program Penanganan Covid-19 dan PEN (PC-PEN), realisasinya hingga 18 November 2020 sebesar Rp 408,61 triliun atau 58,7% dari pagu Rp 695,2 triliun.

Ubaidi merinci, untuk bidang kesehatan realisasinya 38,4%, bidang perlindungan sosial 82,4%, insentif usaha 36,7%, dukungan untuk UMKM 84,1%, dukungan sektoral K/L dan Pemda 53,6%, dan pembiayaan korporasi masih 3,2%.

Sementara itu menurut Direktur Eksekutif Indef Tauhid Ahmad, program Perlindungan Sosial pada PEN tidak menurunkan angka kemiskinan, tetapi cenderung hanya menjaga belanja penduduk miskin tersebut agar tidak jatuh ke kondisi yang lebih buruk. Indef bahkan memprediksi tingkat kemiskinan di 2021 akan mencapai 10,5% atau menjadi 28,3 juta jiwa.

“Program PEN tidak cukup kuat menahan laju penurunan konsumsi masyarakat, khususnya masyarakat miskin dan rentan miskin. Pengangguran juga menambah efek tambahan penduduk miskin baru. Sehingga di 2021, kami melihat akan terjadi peningkatan penduduk miskin,” kata Tauhid Ahmad.

Indef juga memprediksi Tingkat Pengangguran Terbuka pada 2021 akan menjadi sebesar 7,8% (10,4 juta jiwa). Prediksi ini didasarkan masih belum pulihnya industri domestik, sehingga penyerapan tenaga kerja baru masih sangat terbatas.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Indef Proyeksikan Ekonomi Indonesia di 2021 Tumbuh 3%

Proyeksi Indef untuk pertumbuhan ekonomi tahun 2021, lebih rendah dari target pemerintah yang sebesar 5 persen.

EKONOMI | 23 November 2020

Kompetisi MOFP 2020 Cetak Desainer Fesyen Muslim Berbakat

Kemperin terus berupaya mengembangkan potensi besar industri fesyen muslim di Indonesia dengan menggelar Modest Fashion Project (MOFP) 2020.

EKONOMI | 23 November 2020

Pemerintah Ajak Masyarakat Prioritaskan Produk dalam Negeri Penuhi Kebutuhan

Pemerintah terus berjuang pulihkan ekonomi masyarakat.

EKONOMI | 23 November 2020

Infrastruktur Jalan Tol Gairahkan Pasar Properti Bali

Infrastruktur jalan tol yang diperluas, turut mendorong angka penjualan proyek properti di Bali.

EKONOMI | 23 November 2020

Melantai di Bursa, Panca Mitra Bidik Dana IPO Rp 300 Miliar

Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi IPO adalah PT Sinarmas Sekuritas dan PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia.

EKONOMI | 23 November 2020

Investor Asing Borong Saham BRI, BCA, dan Telkom

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mencatat beli bersih investor asing sebesar Rp 88 miliar. Saham BBRI naik 1,24% ke Rp 4.070.

EKONOMI | 23 November 2020

Siang Ini, Kurs Rupiah Belum Beranjak dari Rp 14.140

Kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan siang hari ini, Senin (23/11/2020), terpantau menguat ke kisaran Rp 14.140.

EKONOMI | 23 November 2020

Sesi I, IHSG Semakin Kokoh di 5.600-an

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,89% ke kisaran 5.621,2 pada akhir sesi pertama perdagangan hari ini, Senin (23/11/2020).

EKONOMI | 23 November 2020

BCA Dukung UMKM Bidang Fashion

BCA mencanangkan program kampanye Bangga Lokal.

EKONOMI | 23 November 2020

Tugu Insurance Perkenalkan Susunan Direksi Baru

Presiden Direktur Tugu Insurance Indra Baruna berharap formasi baru ini akan membawa semangat baru serta optimisme dalam meningkatkan kinerja perseroan.

EKONOMI | 23 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS