Pemulihan Ekonomi harus Selaras dengan SDGs
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 515.204 (-2.06)   |   COMPOSITE 6290.8 (-32.05)   |   DBX 1362.34 (-1)   |   I-GRADE 180.342 (-1.16)   |   IDX30 506.102 (-3.59)   |   IDX80 136.192 (-1.32)   |   IDXBUMN20 397.025 (-3.48)   |   IDXESGL 139.555 (-0.83)   |   IDXG30 142.425 (-1.56)   |   IDXHIDIV20 448.193 (-3.29)   |   IDXQ30 145.469 (-0.81)   |   IDXSMC-COM 298.549 (-2.25)   |   IDXSMC-LIQ 357.569 (-6.36)   |   IDXV30 134.488 (-2.08)   |   INFOBANK15 1048.13 (3.23)   |   Investor33 435.467 (-1.63)   |   ISSI 181.572 (-2.16)   |   JII 618.362 (-9.56)   |   JII70 218.204 (-3.25)   |   KOMPAS100 1215.76 (-9.91)   |   LQ45 948.468 (-7.11)   |   MBX 1702.13 (-9.99)   |   MNC36 323.237 (-1.37)   |   PEFINDO25 323.55 (-1.68)   |   SMInfra18 308.555 (-4.24)   |   SRI-KEHATI 369.754 (-1.01)   |  

Pemulihan Ekonomi harus Selaras dengan SDGs

Senin, 23 November 2020 | 16:24 WIB
Oleh : Lona Olavia / JAI

Jakarta, Beritasatu.com - Pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19 mengharuskan pemerintah dan korporasi untuk mengedepankan perbaikan yang selaras dengan prinsip pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).

“Kami butuh dukungan dan support dari masyarakat, maupun para pebisnis, dan industrialis dan seluruh komponen masyarakat sehingga kita bisa bekerja bersama-sama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di masa depan,” kata Deputi Bidang Ekonomi Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional, Amalia Adininggar Widyasanti, dalam diskusi Kontribusi Lintas Sektor Wujudkan Masa Depan Indonesia, Senin (23/11/2020).

Menurut Amalia, pentingnya prinsip inklusif dan berkelanjutan sudah disadari sejak sebelum pandemi dan sudah tercantum jelas dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) 2020-2024.

Saat ini, Indonesia tengah menerapkan strategi menuju pertumbuhan ekonomi hijau, yang dilakukan antara lain dengan mengembangkan rencana aksi strategis nasional dan sub-nasional untuk perubahan iklim.

Selanjutnya, beberapa kabupaten kota juga menyusun strategi yang mengintegrasikan pembangunan ekonomi dan konservasi lingkungan. Berikutnya dilakukan perencanaan penganggaran hijau dan replikasi scaling up menuju program percontohan.

President of Indonesia Business Council for Sustainable Development (IBCSD) Shinta Kamdani mengatakan, pandemi telah menjadi alarm bagi semua pihak termasuk sektor swasta untuk bertransformasi yang selaras dengan SDGs.

“Jadi kami melihat ini sebagai wake up call, dan bagaimana kami sekarang bisa mengakselerasikan. Karena jelas kepentingannya untuk keberlanjutan bisnis,” kata Shinta.

Bagi sektor swasta, bukan lagi sebuah opsi tapi menjadi kewajiban untuk menjadi bagian dalam pembangunan berkelanjutan bersama pemerintah dan masyarakat. Tren ini menurutnya juga terjadi secara global.

Shinta menyebutkan, untuk mencapai SDGs hingga 2030 dibutuhkan investasi Rp 10.397 triliun. “Jadi kalau hanya bertumpu pada ABPN tidak mungkin, gap-nya ada sekitar Rp 2.867 triliun untuk bisa mencapai SDGs, kesenjangan pembiayaan ini ada pada infrastruktur, perubahan iklim, keanekaragaman hayati, ketahanan pangan, pendidikan, dan kesehatan,” tambahnya.

Selain itu, juga dibutuhkan dukungan non finansial yang bisa diemban oleh sektor swasta meliputi tiga fokus. Pertama, dari segi rantai suplai, dibutuhkan satu inovasi dengan supplier, yaitu bagaimana mengembangkan inovasi dalam produksi berkelanjutan.

“Dua fokus non finansial lain yang bisa disokong swasta adalah dari sisi manajemen yang mengedepankan SDGs dan ekosistem,” ujar Shinta.

Sementara itu, Direktur Unilever Indonesia, Ira Noviarti, mengatakan Unilever Indonesia meyakini masa depan berkelanjutan menjadi tanggung jawab bersama. Dia menjelaskan ada tiga program pokok berkelanjutan dalam bisnis Unilever.

Pertama, kesehatan yang berfokus pada kebersihan dan nutrisi. Kedua, yaitu lingkungan dari hulu ke hilir, yang antara lain dilakukan dengan penyimpanan air, menggunakan energi terbarukan, mengelola limbah plastik kemasan produk, dan mengurangi emisi gas rumah kaca.

“Pada tahun 2018, kata Ira Unilever mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 33%,” tutur Ira.

Ketiga, membantu penghidupan masyarakat, misalnya dengan pemberdayaan pedagang kecil. Di masa pandemi, Unilever memberi bantuan kepada 147 ribu pedagang kecil.



Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

3,43 Juta Orang Terselamatkan dari Kemiskinan Berkat PEN

Program Perlindungan Sosial yang menjadi bagian dari program besar Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) mampu menekan laju kemiskinan di Indonesia.

EKONOMI | 23 November 2020

Indef Proyeksikan Ekonomi Indonesia di 2021 Tumbuh 3%

Proyeksi Indef untuk pertumbuhan ekonomi tahun 2021, lebih rendah dari target pemerintah yang sebesar 5 persen.

EKONOMI | 23 November 2020

Kompetisi MOFP 2020 Cetak Desainer Fesyen Muslim Berbakat

Kemperin terus berupaya mengembangkan potensi besar industri fesyen muslim di Indonesia dengan menggelar Modest Fashion Project (MOFP) 2020.

EKONOMI | 23 November 2020

Pemerintah Ajak Masyarakat Prioritaskan Produk dalam Negeri Penuhi Kebutuhan

Pemerintah terus berjuang pulihkan ekonomi masyarakat.

EKONOMI | 23 November 2020

Infrastruktur Jalan Tol Gairahkan Pasar Properti Bali

Infrastruktur jalan tol yang diperluas, turut mendorong angka penjualan proyek properti di Bali.

EKONOMI | 23 November 2020

Melantai di Bursa, Panca Mitra Bidik Dana IPO Rp 300 Miliar

Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi IPO adalah PT Sinarmas Sekuritas dan PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia.

EKONOMI | 23 November 2020

Investor Asing Borong Saham BRI, BCA, dan Telkom

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mencatat beli bersih investor asing sebesar Rp 88 miliar. Saham BBRI naik 1,24% ke Rp 4.070.

EKONOMI | 23 November 2020

Siang Ini, Kurs Rupiah Belum Beranjak dari Rp 14.140

Kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan siang hari ini, Senin (23/11/2020), terpantau menguat ke kisaran Rp 14.140.

EKONOMI | 23 November 2020

Sesi I, IHSG Semakin Kokoh di 5.600-an

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,89% ke kisaran 5.621,2 pada akhir sesi pertama perdagangan hari ini, Senin (23/11/2020).

EKONOMI | 23 November 2020

BCA Dukung UMKM Bidang Fashion

BCA mencanangkan program kampanye Bangga Lokal.

EKONOMI | 23 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS