Peringkat SGIER Naik, Momentum Pertumbuhan Ekonomi Syariah RI
INDEX

BISNIS-27 540.837 (-8.19)   |   COMPOSITE 6428.31 (-54.9)   |   DBX 1183.86 (16.52)   |   I-GRADE 188.148 (-2.58)   |   IDX30 539.476 (-8.89)   |   IDX80 144.979 (-1.68)   |   IDXBUMN20 440.639 (-3.89)   |   IDXESGL 147.926 (-1.09)   |   IDXG30 146.726 (-1.41)   |   IDXHIDIV20 473.385 (-7.91)   |   IDXQ30 152.644 (-1.92)   |   IDXSMC-COM 299.578 (-0.96)   |   IDXSMC-LIQ 376.282 (-1.41)   |   IDXV30 152.705 (-1.81)   |   INFOBANK15 1086.82 (-23.03)   |   Investor33 459.04 (-6.31)   |   ISSI 190.39 (-0.94)   |   JII 671.594 (-3.85)   |   JII70 236.079 (-1.46)   |   KOMPAS100 1294.89 (-15.54)   |   LQ45 1002.38 (-13.63)   |   MBX 1785.38 (-21.17)   |   MNC36 340.467 (-4.76)   |   PEFINDO25 342.936 (-2.7)   |   SMInfra18 325.457 (-0.02)   |   SRI-KEHATI 391.973 (-5.4)   |  

Peringkat SGIER Naik, Momentum Pertumbuhan Ekonomi Syariah RI

Selasa, 24 November 2020 | 13:42 WIB
Oleh : Novy Lumanauw / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Peneliti Ekonomi Syariah dari Centre of Islamic Banking, Economics, and Finance (CIBEF) Fauziah Rizki Yuniarti mengatakan, kenaikan peringkat Indonesia dalam The State of Global Islamic Indicator Report (SGIER) 2020/2021 secepatnya direspon kalangan pelaku industri keuangan syariah di dalam negeri.

Gerak cepat dibutuhkan agar Indonesia tidak kehilangan momentum untuk mendorong pertumbuhan industri keuangan syariah. Berdasarkan SGIER 2020/2021, ekonomi syariah Indonesia ada di posisi 4 atau naik satu peringkat dari raihan 2019. Peningkatan ini dipicu pertumbuhan signifikan industri syariah Indonesia, yang ditunjukkan dengan masuknya seluruh sektor usaha seperti makanan, media, pariwisata, serta obat-obatan dan kosmetik halal ke deretan 10 besar dunia.

“Peningkatan ini harus direspon cepat oleh pelaku industri keuangan syariah di Tanah Air. Karena disaat yang sama peringkat industri keuangan syariah Indonesia turun dari posisi 5 ke 6,” kata Fauziah di Jakarta, Selasa (24/11/2020).

Ia mengatakan, penurunan sektor keuangan syariah ini kombinasi dari dua kemungkinan yaitu, karena keuangan syariah Indonesia memburuk atau Jordan yang membaik. Bank syariah harus cepat merespon.

“KNEKS sudah berupaya maksimal dalam pengembangan sektor riil halal dan berhasil,” ujarnya.

Disebutkan, selama ini pertumbuhan dan posisi industri riil halal Indonesia sudah sangat kuat. Keunggulan ini harus disokong dengan kehadiran produk keuangan syariah yang bagus dan relevan dengan kebutuhan.

Kebutuhan terkait layanan keuangan syariah ini bisa terjawab dengan hadirnya bank syariah hasil merger BUMN tahun depan.

Menurut Fauziah, pasca resmi bergabung nanti, bank syariah BUMN memiliki modal kuat untuk memperbesar kemampuannya demi menjawab kebutuhan sektor riil halal.

“Pascamerger, Bank Syariah BUMN akan memiliki modal yang kuat untuk investasi IT infrastruktur dan pengembangan produk yang lebih murah, kompetitif dan memenuhi apa yang dibutuhkan oleh pasar, khususnya sektor riil, seperti industri makanan, wisata, obat-obatan halal,” ujarnya.

Secara spesifik Fauziah menyarankan agar bank syariah hasil penggabungan nanti harus memiliki fokus memenuhi kebutuhan sektor riil industri halal di Indonesia. “Ada momentum sektor riil halal yang sudah kuat. Ada momentum sektor keuangan syariah yang akan kuat pasca merger. Harus dimanfaatkan dengan maksimal kedua hal ini. Fokus untuk addressing kebutuhan sektor halal riil harus masuk ke Rencana Bisnis Merger Bank Syariah BUMN,” katanya.

Secara terpisah, Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Hendrawan Supratikno mengatakan, kekuatan besar bank syariah hasil penggabungan usaha bisa meningkatkan daya hidup (survival value) bank syariah sebagai model bisnis keuangan di Indonesia.

“Indonesia seyogyanya dapat mempertontonkan vitalitas model bisnis bank syariah. Harus ada indikator kinerja jelas, yang menunjukkan bahwa sebagai model bisnis, bank syariah mampu melayani masyarakat lebih baik, efisien, dan fungsional,” tutur Hendrawan.

Dia menegaskan, dalam konteks Indonesia, seharusnya hal ini memberi lahan subur bagi pertumbuhan model bisnis syariah. “Kultur masyarakat kita yang akomodatif dan adaptif membuka ruang eksperimen model-model bisnis yang bervariasi,” katanya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Nilai Penjaminan Simpanan RI Lebih Tinggi Dibanding Negara Maju

Maksimum nilai simpanan yang dijamin sebesar Rp 2 miliar bagi negara berkembang sudah lebih dari cukup untuk menjaga stabilitas sistem keuangan.

EKONOMI | 24 November 2020

Pemulihan Ekonomi di Daerah Berjalan Lebih Cepat

OJK mencatat sampai September 2020, pertumbuhan kredit bank daerah mencapai 2,73% year to date, melampaui pertumbuhan bank BUMN dan swasta yang masih negatif.

EKONOMI | 24 November 2020

Julo Telah Salurkan Pembiayaan Rp 2 Trilliun

Untuk 2021, perusahaan menargetkan pembiayaan naik 3-4 kali lipat dari 2020.

EKONOMI | 24 November 2020

PTK Grup dan TPII Garap Pemanduan Kapal di Terminal TPPI Tuban

TPPI tengah menjalankan proyek revamping guna meningkatkan kapasitas kilang.

EKONOMI | 24 November 2020

Dorong Kredit, LPS Percepat Penurunan Suku Bunga Penjaminan

Industri perbankan nasional dalam keadaan sangat sehat dan tidak mengalami masalah likuiditas meskipun Indonesia resesi.

EKONOMI | 24 November 2020

Dirut Sinarmas Sekuritas Wafat, Sinar Mas Berduka

Saat ini jenazah disemayamkan di Rumah Duka Dharmais, Jakarta Barat dan akan dimakamkan pada hari Kamis (26/11/2020) pukul 9.30 di TPU Petamburan, Jakarta Pusat

EKONOMI | 24 November 2020

Pak Jokowi, Kapan Vaksinasi Covid-19 Dilakukan?

Dengan adanya kepastian tersebut, dunia usaha lebih mudah menyusun rencana usahanya dalam membantu perbaikan ekonomi nasional.

EKONOMI | 24 November 2020

LPS Akan Percepat Turunkan Bunga Penjaminan

Apabila LPS lambat melakukan penurunan tingkat bunga penjaminan, bank juga kesulitan menekan biaya dana (cost of fund).

EKONOMI | 24 November 2020

OJK: Penciptaan Lapangan Kerja Kunci Percepat Pemulihan Ekonomi

Pemulihan sektor sekunder amat penting di tengah kelas menengah atas yang mengerem daya beli.

EKONOMI | 24 November 2020

Sesi Siang, IHSG Naik 35 Poin ke 5.688

Sebanyak 261 saham naik, 159 saham melemah dan 195 saham stagnan.

EKONOMI | 24 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS