UU Ciptaker Jadi Jembatan Penghubung
INDEX

BISNIS-27 545.471 (-7.6)   |   COMPOSITE 6413.89 (-106.77)   |   DBX 1221.71 (-6.51)   |   I-GRADE 188.988 (-3.35)   |   IDX30 542.994 (-9.18)   |   IDX80 145.925 (-3.17)   |   IDXBUMN20 438.706 (-13.3)   |   IDXESGL 150.111 (-3.04)   |   IDXG30 148.081 (-3.15)   |   IDXHIDIV20 477.43 (-7.88)   |   IDXQ30 153.853 (-2.35)   |   IDXSMC-COM 293.749 (-6.8)   |   IDXSMC-LIQ 373.577 (-15.72)   |   IDXV30 149.364 (-4.83)   |   INFOBANK15 1084.54 (-8.19)   |   Investor33 464.502 (-6.89)   |   ISSI 189.074 (-4.16)   |   JII 668.709 (-17.74)   |   JII70 233.837 (-6.47)   |   KOMPAS100 1296.34 (-25.94)   |   LQ45 1011.21 (-19.63)   |   MBX 1772.39 (-32.57)   |   MNC36 342.942 (-5.12)   |   PEFINDO25 336.865 (-11.6)   |   SMInfra18 332.042 (-9.57)   |   SRI-KEHATI 396.816 (-5.25)   |  

UU Ciptaker Jadi Jembatan Penghubung

Selasa, 24 November 2020 | 18:51 WIB
Oleh : Leonard AL Cahyoputra / JAS

Jakarta, Beritasatu.com - Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja (UU Ciptaker) dipandang dunia usaha memberikan manfaat yang jauh lebih besar yang akan menjadi game changer atau great reload dalam mengatasi pandemi Covid-19. UU ini dapat menjadi jembatan untuk menghubungkan beberapa hal yang tidak nyambung,

Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Organisasi Keanggotaan dan Pemberdayaan (OKP), Anindya Bakrie, melihat setidaknya ada tidak hal yang masih tidak nyambung itu. Pertama soal kemudahan investasi, yang berdasarkan data BKPM kesulitan yang sering dialami investor adalah 32,6% soal izin, 17,3% mengenai keberadaan lahan, 15,2% regulasi dan kebijakan.

“Ini kan sebenarnya lucu. Kita ingin ada investasi tapi kok izin sulit. Kita ingin membangun lahan pengadaannya sulit. Kita ingin mengundang investasi kok kebijakannya berbeda. Inilah yang menyebabkan walaupun sudah ada improvement yang luar biasa tetapi kita hingga saat ini memang level Ease of Doing Business (EODB) 73. Jadi omnibus law ini sangat dibutuhkan,” ujar dia dalam webinar "Economy Outlook 2021" yang diselenggarakan Berita Satu Media Holding (BSMH), Selasa (24/11/2020).

Kedua adalah bonus demografi. Indonesia, terang Anindya, selalu disebut memiliki kekuatan demografi baik baik dari sisi ukuran dan usia muda. Namun jika tidak diberi pekerjaan maka akan menjadi pengangguran, yang berdasarkan data Kadin ada sekitar 45 juta orang.

Dia merinci 7 juta penggangguran terbuka, 2,2 juta penggangguran baru, 8 juta setengah pengangguran, 28 juta part time. “Bukan part time itu jelek tetapi 45 juta orang ini yang mesti kita pikirkan. Karena kalau tidak, bonus demografi bisa membuat tidak produktif,” ucap Anindya.

Ketiga adalah soal perpajakan. Dia menerangkan setelah tax amnesty yang bagus dan sangat bermanfaat, ke depannya perpajakan untuk melakukan research ini mesti benar-benar rapi. Anindya membayangkan jika satu persatu wajib pajak dicek tanpa UU Omnibus Law tentu akan sangat berat untuk pemerintah.

“Melalui omnibus law ini, yang tidak nyambung itu bisa diatasi secara struktural. Ujungnya ini adalah bagaimana confident and competitiveness ini tercapai,” pungkas dia.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

BKPM Yakin UU Cipta Kerja Lahirkan Banyak Pengusaha Baru

Hal itu karena UU ini membuat kompleksitas proses pengajuan izin usaha menjadi jauh lebih singkat dan sederhana.

EKONOMI | 24 November 2020

Sesuai Namanya, UU Cipta Kerja Meningkatkan Lapangan Kerja

Sejak tahun 2013-2019, pergerakan investasi terus mengalami kenaikan, namun sayangnya tidak sejalan dengan penyerapan di sisi tenaga kerja.

EKONOMI | 24 November 2020

Serap Aspirasi Aturan Pelaksana UU Cipta Kerja, Pemerintah Siapkan 3 Kanal

Tiga kanal tersebut adalah Portal UU Cipta Kerja, tim independen penyerap aspirasi, dan sosialisasi UU Cipta Kerja.

EKONOMI | 24 November 2020

UMKM Paling Diuntungkan Hadirnya UU Cipta Kerja

Dukungan yang diberikan untuk UMKM antara lain dalam bentuk kemudahan dan kepastian dalam proses perizinan melalui OSS.

EKONOMI | 24 November 2020

Dukung Ketahanan Pangan, PGN Salurkan Gas ke PT Pupuk Kujang Cikampek

Sebagai komitmen dalam meningkatkan ketahanan energi dan pangan nasional, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) sebagai subholding gas PT Pertamina (Persero)

EKONOMI | 24 November 2020

Kempupera Sudah Lelang Dini 1.900 Paket Kegiatan

Basuki menekankan, pihaknya berkomitmen mempercepat belanja modal dalam rangka mendukung pemulihan ekonomi nasional.

EKONOMI | 24 November 2020

Saham BRI dan Telkom Diborong Investor Asing

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mencatat beli bersih investor asing sebesar Rp 203,9 miliar. Saham BBRI naik 2,94% ke Rp 4.200.

EKONOMI | 24 November 2020

Kurs Rupiah Stabil di Kisaran Rp 14.140

Kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan sore hari ini, Selasa (24/11/2020), terpantau melemah ke kisaran Rp 14.140.

EKONOMI | 24 November 2020

Kebutuhan SDM Bidang Geologi Makin Diperlukan

Menurut Imam, banyak ahli geologi Indonesia yang mampu bersaing di kancah Internasional.

EKONOMI | 24 November 2020

3 Jurus Erick Lewati Pandemi: Bertahan, Restart, dan Inovasi

Strategi jangka pendek dibutuhkan untuk bertahan di masa pandemi, jangka menengah untuk restart, dan jangka panjang untuk inovasi.

EKONOMI | 24 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS