Peluang Tarik Investasi dari Luar Negeri Masih Terbuka di 2021
INDEX

BISNIS-27 555.695 (12.56)   |   COMPOSITE 6537.09 (82.91)   |   DBX 1185.45 (4.25)   |   I-GRADE 192.346 (4.58)   |   IDX30 559.887 (14.06)   |   IDX80 149.821 (2.81)   |   IDXBUMN20 454.506 (9.99)   |   IDXESGL 154.417 (2.37)   |   IDXG30 151.04 (3.24)   |   IDXHIDIV20 490.586 (12.63)   |   IDXQ30 156.252 (4.15)   |   IDXSMC-COM 301.613 (0.45)   |   IDXSMC-LIQ 382.211 (0.35)   |   IDXV30 157.186 (1.27)   |   INFOBANK15 1083.88 (30.87)   |   Investor33 472.674 (10.59)   |   ISSI 194.508 (1.25)   |   JII 694.836 (6.78)   |   JII70 242.811 (1.92)   |   KOMPAS100 1324.28 (21.59)   |   LQ45 1037.35 (23.63)   |   MBX 1819.69 (25.48)   |   MNC36 350.082 (7.57)   |   PEFINDO25 343.337 (-0.23)   |   SMInfra18 332.762 (3.61)   |   SRI-KEHATI 404.998 (10)   |  

Peluang Tarik Investasi dari Luar Negeri Masih Terbuka di 2021

Selasa, 24 November 2020 | 19:45 WIB
Oleh : Leonard AL Cahyoputra / WBP

Jakarta, Beritasatu.com -Relokasi industri yang dilakukan sejumlah negara dari Tiongkok diperkirakan masih terjadi pada 2021. Untuk itu diharapkan peraturan turunan Undang-Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker) seperti Peraturan Pemerintah dan Peraturan Presiden dapat selesai paling lambat Februari 2021. Dengan begitu, UU Cipta Kerja ini bisa menjadi game changer bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia melalui investasi baik dalam maupun luar negeri.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Rosan Perkasa Roeslani, mengaku pihaknya mendapat informasi bahwa negara seperti Amerika Serikat, Jepang, dan Eropa, sudah menyampaikan kepada perusahaanya untuk keluar dari Tiongkok karena mereka tidak ingin global value chain-nya terkonsentrasi di Tiongkok. Hal ini menjadi kesempatan yang dimanfaatkan bila UU Cipta Kerja dapat digunakan pada tahun depan.

“Insyaallah dengan adanya UU Cipta Kerja ini yang peraturan turunannya pada Februari 2021 harus selesai, bisa menjadi game changer bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia melalui investasi baik dalam maupun luar negeri,” ucap dia dalam webinar Ecomomy Outlook 2021 yang diselenggarakan Berita Satu Media Holding (BSMH), Selasa (24/11)

Rosan menerangkan dampak UU Cipta Kerja tidak akan langsung ketika sudah berlaku pada tahun depan. Namun reformasi struktural harus dilakukan dalam rangka meningkatkan investasi berkualitas dan berkesinambungan ke depannya. Dia menerangkan negara pesaing tetap menjaga performanya dari segi regulasi dan kebijakan dan bila reformasi melalui UU itu tidak dilakukan, maka Indonesia akan terus ketinggalan dari negara pesaing seperti Malaysia dan Vietnam.

“Jangan sampai cerita lama investasi asing malah masuk ke negara pesaing kembali terjadi. Saya meyakini Omnibus Law ini akan memiliki dampak signifikan ke depannya dalam rangka tidak hanya investasi, tetapi juga menciptakan lapangan pekerjaan yang memang merupakan PR kita terbesar,” ucap Rosan.

Dia menerangkan UU Cipta Kerja juga akan lebih memberikan kepastian kepada dunia usaha baik dalam maupun luar negeri. Karena berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), investasi di Indonesia yang lebih banyak justru investasi dalam negeri daripada investasi luar negeri pada saat seperti ini.

Rosan menerangkan pihaknya optimistis 2021 akan lebih baik dengan pertumbuhan ekonomi mencapai 4-5%. Dia mengatakan tren ekonomi Indonesia sudah membaik setelah berada di titik nadir pada kuartal II-2020. Sekarang, lanjut dia, yang harus dilakukan adalah bagaimana meningkatkan tren itu menjadi lebih cepat, menjadi lebih akselerasi dengan berbagai kebijakan yang mengutamakan prioritas dari beberapa hal yang mempunyai dampak lebih besar pada pertumbuhan ekonomi.

Rosan mengatakan menjadi usaha ekstra semua pihak untuk bersama mencarikan terobosan dan prioritas apa yang harus diberikan. Tentunya prioritas yang mempunyai dampak lebih besar dan masif, seperti dari sisi penyerapan tenaga kerja, pertumbuhan perekonomian, dan pertumbuhan berkualitas dan berkesinambungan.

“Oleh sebab itu ini PR kita semua. Pertanyaannya apa yang kita mau prioritaskan nih, apakah industri yang berdampak paling besar karena Covid-19 seperi pariwisata ini atau yang mempunyai dampak pertumbuhan pada ekonomi lebih tinggi? Kalau saya penyelamatannya harus dilakukan secara keseluruhan tetapi mempunyai dampak misalnya kita ambil yang terbesar dari segi tenaga kerja,” pungkas dia.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kemristek Dorong Swasta Berinovasi pada Produk Kesehatan

Perangkat ini seperti suplemen, yang potensinya layak untuk diuji lebih lanjut dalam upaya mencegah Covid-19

EKONOMI | 24 November 2020

Pajak dan Ketenagakerjaan Masih Jadi Hambatan Investasi di RI

Ke depan masalah perpajakan dalam berbisnis harus benar-benar diatur secara rapi.

EKONOMI | 24 November 2020

Waskita Pastikan Tol KLBM Akan Segera Diresmikan

Kehadiran jalan tol KLBM akan menjadi tulang punggung jalur logistik di Jawa Timur.

EKONOMI | 24 November 2020

Di Masa Pandemi, AIA dan Gojek Hadirkan Proteksi Mudah dan Terjangkau

Program ini menawarkan premi yang sangat terjangkau untuk mendapatkan perlindungan 4 orang sekaligus dalam satu KK.

EKONOMI | 24 November 2020

UU Ciptaker Jadi Jembatan Penghubung

UU Ciptaker dipandang dunia usaha memberikan manfaat yang jauh lebih besar yang akan menjadi game changer atau great reload dalam mengatasi pandemi Covid-19.

EKONOMI | 24 November 2020

BKPM Yakin UU Cipta Kerja Lahirkan Banyak Pengusaha Baru

Hal itu karena UU ini membuat kompleksitas proses pengajuan izin usaha menjadi jauh lebih singkat dan sederhana.

EKONOMI | 24 November 2020

Sesuai Namanya, UU Cipta Kerja Meningkatkan Lapangan Kerja

Sejak tahun 2013-2019, pergerakan investasi terus mengalami kenaikan, namun sayangnya tidak sejalan dengan penyerapan di sisi tenaga kerja.

EKONOMI | 24 November 2020

Serap Aspirasi Aturan Pelaksana UU Cipta Kerja, Pemerintah Siapkan 3 Kanal

Tiga kanal tersebut adalah Portal UU Cipta Kerja, tim independen penyerap aspirasi, dan sosialisasi UU Cipta Kerja.

EKONOMI | 24 November 2020

UMKM Paling Diuntungkan Hadirnya UU Cipta Kerja

Dukungan yang diberikan untuk UMKM antara lain dalam bentuk kemudahan dan kepastian dalam proses perizinan melalui OSS.

EKONOMI | 24 November 2020

Dukung Ketahanan Pangan, PGN Salurkan Gas ke PT Pupuk Kujang Cikampek

Sebagai komitmen dalam meningkatkan ketahanan energi dan pangan nasional, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) sebagai subholding gas PT Pertamina (Persero)

EKONOMI | 24 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS