Dow Jones Ditutup Pertama Kali di Atas 30.000, Ini Pemicunya

Dow Jones Ditutup Pertama Kali di Atas 30.000, Ini Pemicunya

Rabu, 25 November 2020 | 05:48 WIB
Oleh : Whisnu Bagus Prasetyo / WBP

New York, Beritasatu.com- Bursa AS Wall Street pada perdagangan Selasa (24/11/2020) menguat di tengah harapan vaksin Covid-19 dan meredanya ketidakpastian politik ketika pemerintahan Trump menyetujui dimulainya transisi kepresidenan.

Dow Jones Industrial Average menguat 454,97 poin, atau 1,5%, menjadi ditutup 30.046,24, atau pertama kalinya sepanjang sejarah menembus di atas 30.000. Dow sempat mencaaai level tertinggi 30.116,51. Chevron naik 5% memimpin Dow. JPMorgan Chase dan Goldman Sachs masing-masing naik 4,6% dan 3,8%. Sementara S&P 500 naik 1,6% menjadi 3.635,41, mencatat rekor penutupan, dan Nasdaq Composite bertambah 1,3% menjadi 12.036,79.

"Ini adalah pengingat lain tentang seberapa jauh saham dan ekonomi telah berkembang sejak market ambles pada Maret," kata Kepala Strategi Pasar LPL Financial, Ryan Detrick, tentang pencapaian Dow. “Meskipun 30.000 tidak jauh berbeda dengan 29.999, ada sesuatu yang istimewa tentang angka-angka pencapaian besar itu.”

Kenaikan Selasa menempatkan Dow naik lebih 13% untuk bulan ini, dan kemungkinan akan menjadi kenaikan bulanan terbesar sejak 1987. S&P 500 dan Nasdaq masing-masing naik 11,2% dan 10,3%, di bulan November. Ini akan menjadi penampilan bulanan terbaik Nasdaq dan S&P 500 sejak April.

Saham menguat pada bulan ini karena banyaknya data vaksin corona yang positif sehingga meningkatkan ekspektasi pemulihan ekonomi lebih cepat.

Analisis uji coba AstraZeneca menunjukkan vaksinnya memiliki kemanjuran rata-rata 70%. Awal bulan ini, Pfizer-BioNTech juga merilis data vaksin yang kuat bersama Moderna.

Investor juga bersemangat pada Selasa atas kejelasan politik setelah Kepala Administrasi Layanan Umum Emily Murphy mengatakan kepada Presiden terpilih Joe Biden bahwa pemerintahan Trump menyediakan sumber daya federal untuk transisi. Presiden Donald Trump men-tweet bahwa dia menyetujui langkah tersebut.

Tim hukum Trump juga mengalami pukulan pada Selasa setelah Pennsylvania menyatakan kemenangan Biden atas Trump di negara bagian tersebut.

Sementara Biden akan mencalonkan mantan Ketua Federal Reserve Janet Yellen menjadi menteri keuangan. Banyak yang memandang Yellen sebagai pilihan yang ramah pasar mengingat dia mendorong ekspansi ekonomi dengan suku bunga rendah dan dia cenderung mendorong stimulus fiskal.



Sumber: CNBC


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Bursa Eropa Menguat di Tengah Optimisme Vaksin dan Kemajuan Transisi Biden

Pan-European Stoxx 600 naik 0,8% pada penutupan.

EKONOMI | 25 November 2020

Laba Jasa Marga Capai Rp 157,6 Miliar di Kuartal III

Total aset mencapai Rp 103,5 triliun, tumbuh 3,8% dibanding kuartal III-2019.

EKONOMI | 25 November 2020

Di Tengah Pandemi, Repower Asia Tetap Ekspansi

Penurunan suku bunga dan dukungan pemerintah diharapkan memberi dampak positif pada sektor properti.

EKONOMI | 24 November 2020

Asli RI Siap Dukung Transformasi Digital Industri Asuransi

Asli RI dalam waktu dekat akan meluncurkan produk digital signature yang dapat menggantikan tanda tangan basah.

EKONOMI | 24 November 2020

Lolos dari Hukuman Mati, Akhirnya PMI Pulang dengan Selamat

PMI asal Sitibondo lolos dari hukuman mati di Arab Saudi.

EKONOMI | 24 November 2020

Ini Strategi Pelaku Usaha Baja Ringan Bertahan di Tengah Pandemi

Peran pemerintah secara langsung menjadi salah satu pemicu bangkitnya aktivitas properti Indonesia.

EKONOMI | 24 November 2020

ICCN akan Kembali Gelar Creative Cities Festival di Bali

ICCF kali ini direncanakan untuk berlangsung pada tanggal 26-28 Nopember di Bali.

EKONOMI | 24 November 2020

Wall Street Menguat Sambut Transisi Kepemimpinan

Dow Jones Industrial Average futures naik 1%, S&P 500 futures naik 0,8%, Nasdaq 100 futures naik 0,3%.

EKONOMI | 24 November 2020

BRIsyariah Resmi Naik Kelas ke BUKU III

BRIsyariah memperoleh penegasan peningkatan kelas tersebut setelah mencatatkan modal ini pada 30 September 2020 sebesar Rp 5,057 triliun.

EKONOMI | 24 November 2020

Peluang Tarik Investasi dari Luar Negeri Masih Terbuka di 2021

Dampak UU Cipta Kerja tidak akan langsung ketika sudah berlaku pada tahun depan.

EKONOMI | 24 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS