Pandemi Membuat Dana Rp 1.200 T Terjebak di Perbankan
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 478 (-1)   |   COMPOSITE 5970 (-21)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1399 (1)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 167 (-1)   |   IDX30 472 (-2)   |   IDX80 128 (-0)   |   IDXBASIC 1238 (-8)   |   IDXBUMN20 362 (-2)   |   IDXCYCLIC 737 (-0)   |   IDXENERGY 740 (3)   |   IDXESGL 129 (-0)   |   IDXFINANCE 1333 (-8)   |   IDXG30 133 (-0)   |   IDXHEALTH 1280 (0)   |   IDXHIDIV20 418 (-1)   |   IDXINDUST 960 (-2)   |   IDXINFRA 873 (-0)   |   IDXMESBUMN 103 (-0)   |   IDXNONCYC 731 (-1)   |   IDXPROPERT 875 (-3)   |   IDXQ30 135 (-0)   |   IDXSMC-COM 281 (-0)   |   IDXSMC-LIQ 334 (-1)   |   IDXTECHNO 3345 (-45)   |   IDXTRANS 1045 (-4)   |   IDXV30 126 (-0)   |   INFOBANK15 959 (-6)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 407 (-1)   |   ISSI 175 (-0)   |   JII 573 (-1)   |   JII70 204 (-0)   |   KOMPAS100 1132 (-5)   |   LQ45 888 (-3)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1591 (-7)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 302 (-1)   |   PEFINDO25 291 (1)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 341 (-1)   |   TRADE 872 (0)   |  

Economic Outlook 2021

Pandemi Membuat Dana Rp 1.200 T Terjebak di Perbankan

Rabu, 25 November 2020 | 13:21 WIB
Oleh : Lona Olavia / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Pandemi Covid-19 membuat dana sebesar Rp 1.200 triliun terjebak di perbankan nasional. Di mana, dana tersebut belum bisa tersalurkan sebagai kredit, mengingat masih rendahnya permintaan di sisi kredit. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) rasio penyaluran kredit atau loan to deposit ratio (LDR) per Oktober ada di 82,79% padahal angka idealnya bagi perbankan ada di kisaran 92%.

“LDR saat ini 82%, idealnya kan 92%. Selisih 10% berarti sekitar Rp 1.200 triliun ada dana terjebak secara produktif dalam bentuk kredit. Inflasi rendah kok ada duit terjebak,” ucap Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) Sunarso dalam Economic Outlook 2021: Geliat Industri Perbankan 2021 yang diselenggarakan BeritaSatu Media Holdings (BSMH) bekerja sama dengan PT Bank Central Asia Tbk dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk secara daring di Jakarta, Rabu (25/11/2020).

Sunarso menyatakan pandemi menyebabkan permintaan kredit baru mengalami kontraksi. Per Oktober, kredit perbankan hanya tumbuh 0,47% menjadi Rp 5.480 triliun, meski trennya membaik dari Spetember yang hanya tumbuh 0,12% atau menyalurkan kredit senilai Rp 5.531 triliun.

Salah satu penyebabnya adalah aktivitas bisnis yang terhambat karena pembatasan sosial yang menyebabkan banyak Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) gulung tikar.

Namun, dengan adanya sejumlah stimulus dari pemerintah, sektor UMKM dinilainya akan menjadi sektor yang diperkirakan pulih lebih cepat ketimbang sektor korporasi dan menengah. “Tapi, dalam penyaluran stimulus jangan ada pungutan apapun atas nama sistem data dan biaya. Kita harus fokus supaya stimulus cepat sampai ke masyarakat. Ini akan meningkatkan daya beli dan permintaan. Bisnis kan baru bisa jalan kalau ada permintaan,” tegas Sunarso.

Sementara itu, BRI menargetkan pertumbuhan kredit di 2021 sebesar 4%-5%. “Kalau Bu Aviliani (Ekonom Indef) menargetkan pertumbuhan kredit perbankan 3%-3,5%. Artinya BRI harus tumbuh 4%-5%, karena harus di atas rata-rata industri,” sebut Sunarso.

Untuk mencapai target tersebut, BRI, jelas Sunarso akan memfokuskan penyaluran kredit utamanya di segmen usaha mikro bahkan ultra mikro, mengingat segmen usaha kelas ini dinilai lebih cepat dalam proses pemulihan. “Karena level mikro, ultra mikro, sampai kecil ini lebih cepat pulih. Sehingga mampu timbul demand dibandingkan segmen usaha menengah dan koperasi yang lebih lama untuk bangkit,” ujarnya.

Sedangkan, sektor yang diprioritaskan untuk memperoleh pinjaman yakni pertanian dan kesehatan. Menyusul laporan BPS yang mencatatkan dua sektor tersebut mampu tumbuh positif kendati ekonomi Indonesia mengalami resesi akibat dampak pandemi Covid-19.

"Untuk sektornya dari Maret lalu, saya sudah katakan mau krisis atau tidak ya kita fokus saja pertanian terutama yang berbasis bahan pangan dan bahan obat, atau yang terkait kesehatan dan distribusinya. Karena ketika ekonomi minus 5% pada kuartal II dan minus 3,49% pada kuartal III lalu, dua sektor ini tetap positif sesuai data BPS. Selain itu, kredit ke infrastruktur tetap akan disalurkan, tidak mungkin di tengah-tengah dihentikan karena akan merugikan semua pihak,” jelas dia.

Terkait laba bersih, Sunarso menambahkan, bagi BRI saat ini yang terpenting adalah bertahan ketimbang memupuk keuntungan yang sebesar-besarnya. Per kuartal III 2020, BRI mencetak laba konsolidasian sebesar Rp 14,15 triliun atau turun cukup dalam, sekitar 43%, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp 24,8 triliun.

“Di situasi seperti ini kita harus temani si untung tapi juga harus dikawal oleh selamat. Pilihan kita tidak banyak, kita harus dikawal oleh selamat dulu baru si untung. Kalau sekarang untung dan selamat itu berkah, itu berkat strategi kita yang hati-hati mengelolanya,” pungkas Sunarso.

Lebih lanjut, untuk tumbuh ke depannya, BRI mengambil strategi untuk fokus dalam penyelamatan UMKM dan memperlancar berbagai stimulus yang diberikan pemerintah kepada masyarakat. “Bisnis follow stimulus,” imbuhnya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Dorong Kredit, Anggaran Perlindungan Sosial 2021 Jangan Diturunkan

Kalau tidak ada bisnis dan perdagangan, bagaimana bank bisa menyalurkan kredit?

EKONOMI | 25 November 2020

Terbesar Sepanjang Sejarah, Restrukturisasi di Perbankan Capai Rp 934,8 T

OJK menilai banyak para debitur yang membutuhkan waktu untuk bangkit kembali.

EKONOMI | 25 November 2020

Progres Pembangunan Jalan Sirkuit Mandalika Capai 32,50%

PTPP menggarap sirkuit jalan raya Mandalika dengan nilai kontrak Rp 899 miliar dan ditargetkan rampung pertengahan tahun 2021

EKONOMI | 25 November 2020

Mayoritas Bursa Asia Siang Ini di Menguat

Indeks Nikkei 225 Jepang naik 274,0 (1,05%) mencapai 26.439 poin.

EKONOMI | 25 November 2020

Belanja Pemerintah Jadi Roda Penggerak Ekonomi 2021

Lakukan lelang sedini mungkin di bulan Desember ini.

EKONOMI | 25 November 2020

Sesi Siang, IHSG Naik 13 Poin ke Posisi 5.714

Sebanyak 219 saham naik, 211 saham melemah dan 178 saham stagnan.

EKONOMI | 25 November 2020

Pusat Dorong Sinergi Pemda dan BP Tapera Sediakan Lahan Rumah Bagi ASN

BP Tapera mengelola uang tabungan nasabahnya dengan mengacu kepada 12 asas.

EKONOMI | 25 November 2020

Jokowi Serahkan DIPA, Transfer ke Daerah dan Dana Desa 2021

APBN 2021 akan fokus pada empat hal utama.

EKONOMI | 25 November 2020

Benarkah Permen 12/2020 Membuat Menteri Edhy Prabowo Ditangkap KPK?​​

Ekspor benih lobster harus dilakukan melalui bandara yang telah ditetapkan

NASIONAL | 25 November 2020

Emas Antam Turun ke Rp 953.000 Per Gram

Untuk pecahan 500 gram: Rp 446,820 juta.

EKONOMI | 25 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS